Dewa Kebudayaan dan Sastra Wen Chang Di Jun (文昌帝君)

Wen Chang Dijun, Dewa Kebudayaan dan Sastra

Wen Chang Dijun, Dewa Kebudayaan dan Sastra

Wen Chang Wang (文昌王) atau dikenal juga sebagai Wen Chang Di Jun (文昌帝君), dikenal sebagai Dewa Kebudayaan dan Sastra.

Wen Chang Di Jun (文昌帝君) lahir dengan nama Zhang Ya (張亞), di propinsi Zhejiang, pada jaman Dinasti Tang (唐朝). Dari Zhejiang, beliau kemudian pindah ke propinsi Sichuan bagian timur, prefektur Zitong.… Baca selengkapnya >>

Asal Mula Kepercayaan Orang Meninggal Harus Tunggu 7 Hari Baru Boleh Dikubur

Asal Mula Kepercayaan Orang Meninggal Harus Tunggu 7 Hari Baru Boleh Dikubur

Asal Mula Kepercayaan Orang Meninggal Harus Tunggu 7 Hari Baru Boleh Dikubur

Ada yang bilang… Kalau orang meninggal harus ditunggu sampai 7 hari baru boleh di kubur? …..

Alasannya apa? …

Nah kenapa ada yang percaya orang meninggal harus tunggu 7 hari baru boleh dikubur itu… Asalnya dari cerita tentang kesaktian ahli pengobatan yang bernama Bian Que.… Baca selengkapnya >>

Menabur Bunga Di Hari Qing Ming

Menabur Bunga Di Hari Qing Ming

Menabur Bunga Di Hari Qing Ming

清明佳节撒花时,饮水思源忆双亲
苦日子过完了,父母却老了,好曰子开始了,父母却走了。父母健在时,儿女远游了,回来时父母都走了,这就是你们不孝的儿女。
父母在时“上有老”是一种表面的负担,父母没了“親不待是一种本质的孤单,再没人嘘寒问暖。慈母万滴血,生我一条命,还送千行泪,陪我一路行,爱恨百般浓,都是一样情即使十分孝,难得一世思。

Saat menabur bunga di hari Qing Ming, mengenang kedua orang tua seperti minum air selalu ingat kepada sumbernya。

Saat sengsaranya hidup sudah berlalu, ternyata orang tua sudah tua juga。
Saat kehidupan sudah baik dan sejahtera, orang tua pun sudah pergi meninggalkannya.… Baca selengkapnya >>

Ziarah Tahunan Ceng Beng atau Qing Ming

Ziarah Tahunan Ceng Beng atau Qing Ming

Ziarah Tahunan Ceng Beng atau Qing Ming

Qing Ming atau Ceng Beng (清明) adalah suatu hari ziarah tahunan bagi etnis Tionghoa. Warga Tionghoa biasanya akan datang ke makam kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya dan sekalian bersembahyang atau pai di makam tersebut sambil membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, serta karangan bunga.… Baca selengkapnya >>

Legenda Banting Semangka Pada Upacara Orang Meninggal

Legenda Banting Semangka Pada Upacara Orang Meninggal

Legenda Banting Semangka Pada Upacara Orang Meninggal

Tradisi ini mengacu kepada kisah legendaris tentang Kaisar Li Shi Min (李世民) dari Dinasti Tang yang pernah mengalami mati suri, roh nya ditarik ke neraka.

Sampai di pintu neraka di jemput oleh Malaikat Juikak (berkepala kuda) yang berteman dekat dengan perdana menteri kaisar yang bernama Gui Tin.… Baca selengkapnya >>

Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

He-He Er Xian (和合二仙) adalah sepasang dewa yang memiliki nama Han Shan (寒山) dan Shi De (拾得). Dikenal sebagai “Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)”.

Tidak banyak cerita yang diperoleh dari asal-usul mereka. Namun diketahui bahwa mereka berdua adalah seorang pertapa dan penyair yang hidup pada jaman dinasti Tang.… Baca selengkapnya >>

Dokter Ajaib Bian Que (扁鹊)

Dokter Ajaib Bian Que (扁䳍)

Dokter Ajaib Bian Que (扁䳍)

Memiliki nama asli Qin Yueren (秦越人), namun karena keahlian medis yang sangat memukau, maka rakyat memberi julukan yang sama dengan dokter legendaris Bian Que yang hidup pada masa Huang Di.

Bian Que (Simplified: 扁鹊, Traditional: 扁鵲, Pinyin: Biǎn Què) berasal dari Zhengdi, Kabupaten Bohai di Kerajaan Qi pada masa Dinasti Zhou.… Baca selengkapnya >>

Hiduplah Seperti Rumput, Lengkap dan Penuh

Rumput - 530

Rumput - 530

做人如草,充实就好!坚定不移的站在自己的岗位上,随风摇摆,却不轻易倒下,被雨冲刷,却不改变色彩。

Zuòrén rú cǎo, chōngshí jiù hǎo! Jiāndìng bù yí de zhàn zài zìjǐ de gǎngwèi shàng, suí fēng yáobǎi, què bù qīngyì dào xià, bèi yǔ chōngshuā, què bù gǎibiàn sècǎi.

Hiduplah seperti rumput, lengkap dan penuh sudahlah baik! Kokoh berdiri tidak bergeser pada tempat pijaknya, bergoyang mengikuti angin, namun tidak mudah tumbang, tergerus oleh hujan, namun tidak berubah warnanya.… Baca selengkapnya >>