Legenda Kelahiran Tokoh-Tokoh Legendaris Tiongkok Kuno

Kehidupan tokoh-tokoh legendaris Tiongkok banyak berselimut legenda. Rentang waktu mereka adalah sebelum 2100 SM, sebelum Dinasti pertama di Tiongkok, yaitu Dinasti Xia.

Dibawah ini adalah legenda kelahiran mereka.

Fu Xi (伏羲)

Fu Xi (伏羲) mengajarkan orang untuk berburu, memancing dan memasak. Ibu Fu Xi yang bernama Hua Xu (华胥) melangkah ke dalam sebuah jejak kaki besar yang ditinggalkan Dewa Petir. Kemudian dia hamil dan melahirkan Fu Xi (伏羲).

Yan Di (炎帝)

Yandi (炎帝), atau dikenal juga sebagai Shen Nong (神农), adalah penguasa Tiongkok kuno yang mengajarkan pertanian dan obat-obatan herbal. Pada suatu hari, Ibu Yandi yang bernama Rensi (妊姒) mengunjungi Hua Yang dan bertemu Dewa Naga, kemudian dia melahirkan Yandi (炎帝).

Huang Di (黄帝)

Huang Di (黄帝) dikenal juga sebagai Kaisar Kuning. Kaisar legendaris dan pahlawan budaya bagi bangsa Tionghoa. Huang Di (黄帝) juga dianggap sebagai inisiator peradaban Tiongkok dan nenek moyang dari bangsa Han (Tiongkok). Ibu Huang Di (黄帝) yang bernama Fu Bao (附宝) hamil setelah melihat petir yang berkilat di sekitar gugus bintang Biduk Besar. Huang Di (黄帝) lahir di Bukit Shou, Shou Qiu (寿丘).
Continue reading »

Cao-E

Berdasarkan legenda, pada suatu tahun di hari ke lima bulan ke lima Imlek selama masa pemerintahan Kaisar An Di dari Dinasti Han Timur, terdapat seorang pria bernama Cao Ding yang sedang menikmati suara ombak.

Suara ombak sungai bagi Cao Ding jauh lebih indah dibandingkan suara dedaunan tertiup angin, juga dibandingkan kemeriahan laskar tentara yang sedang menikmati kemenangan.

Continue reading »

Memandang Bulan Hingga Tengah Malam

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu ada sebuah keluarga, keluarga Yang, yang menikahkan anak lelakinya, yang masih anak kecil, dengan Yao, anak perempuan ke enam dari keluarga Yao.

Keluarga Yang memperlakukan Yao seperti budak sejak hari pernikahan. Dari mulai mencuci, menenun, memasak dan banyak lagi. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan, maka perlakuan kasar akan diterima Yao.

Suatu hari pada tanggal lima belas bulan delapan Imlek, keluarga Yang memberikan 7 keranjang kapas kepada Yao untuk ditenun menjadi kain dan harus selesai pada keesokan harinya.

Continue reading »

Sepatu Harimau

Sepatu harimau biasa dipakai pada bayi di beberapa suku bangsa Tionghoa. Seluruh bagian dari sepatu terbuat dari kain dan ujungnya berbentuk kepala harimau. Ada cerita di balik kebiasaan itu.

Cerita dari mulut ke mulut mengatakan. Pada jaman dahulu, di kota Yangzhou hidup seorang nelayan bernama Big Yang. Big Yang merupakan orang yang baik hati dan siap menolong siapa saja. Karena kebaikan hatinya, Big Yang mendapatkan sebuah hadiah berupa lukisan dari seorang perempuan yang pernah ditolongnya. Pada lukisan tersebut, seorang wanita cantik sedang menyulam sepasang sepatu berkepala harimau. Big Yang sangat menyukai lukisan tersebut. Setibanya di rumah, Big Yang memasang lukisan itu di tembok.

Continue reading »

Baju Doudu

Dalam tradisi bangsa Tionghoa, banyak hal yang dapat ditemukan asal usulnya, baik berupa cerita atau catatan sejarah. Kadang kala kita juga dapat mengetahuinya dari cerita-cerita rakyat dan legenda.

Pada kesempatan ini, marilah kita mengetahui sebuah latar belakang mengenai anak-anak bangsa Tionghoa yang memakai Baju Doudu yang telah mengukir kebiasaan pada anak-anak bangsa Tionghoa sampai saat ini.

Continue reading »