Asal Usul Huruf Tionghoa

Cang Jie (仓颉) adalah petugas pencatat resmi Kaisar Huang Di (黄帝), yang bertugas mencatat persediaan ternak dan bahan-bahan makanan.

Dikarenakan jumlah ternak dan bahan-bahan makanan yang terus bertambah, maka metode pencatatan yang sudah ada, yaitu dengan menggunakan simpul-simpul pada tali tambang, menjadi suatu yang merepotkan.

Metode pencatatan dengan simpul-simpul pada tali tambang adalah dengan membuat sebuah simpul setiap kali terdapat penambahan jumlah, dan sebaliknya setiap jumlah berkurang maka harus membuka sebuah simpul.

Akhirnya Cang Jie (仓颉) menemukan cara pencatatan dengan menggunakan kulit kerang. Saat jumlah bertambah maka kulit kerang akan ditambahkan, demikian pula sebaliknya.
Continue reading »

Ibu Xu Xiake Mendorong Anaknya Berkelana

Xu Xiake (徐霞客) adalah seorang ahli geografi yang terkenal dengan keberanian dan kerendahan hatinya. Xu Xiake (徐霞客) hidup pada masa Dinasti Ming. Dia adalah anak kedua dari Xu Yu An (徐豫庵) dan Wang Ruren (王孺人).

Xu Xiake (徐霞客) memiliki ibu yang sangat pengertian dan mendukungnya.

Xu Xiake (徐霞客) terlahir dari keluarga terpelajar. Pada umur 3 tahun, ayahnya sudah mengajari membaca. Umur 6 tahun, Xu Xiake (徐霞客) mulai bersekolah.

Sejak kecil Xu Xiake (徐霞客) sudah menunjukkan minat yang besar terhadap tempat-tempat di seluruh pelosok negeri Tiongkok. Dia senang membaca buku-buku tentang sungai dan gunung.
Continue reading »

Huang Daopo (黄道婆)

Huang Daopo (黄道婆) adalah penduduk asli Wu Ni Jing di perfektur Song Jiang yang hidup pada masa Dinasti Song dan Dinasti Yuan. Dia adalah seorang ahli tekstil terkenal.

Huang Daopo (黄道婆) terlahir di keluarga miskin dan saat kecil telah dijual sebagai pengantin anak. Karena Huang Daopo (黄道婆) sering mendapat siksaan dari ibu mertua, dia melarikan diri mengikuti Sungai Huangpu dan bersembunyi di sebuah kapal. Kapal tersebut kemudian mendarat di Yazhou, sebuah kota pelabuhan di Pulau Hainan.
Continue reading »

Asal Usul Penemuan Bubuk Mesiu

Penemuan bubuk mesiu didapatkan secara tidak sengaja oleh Pendeta Tao. Tujuan awal adalah membuat pil keabadian. Belerang, mineral-mineral dan bahan-bahan lain dicampur lalu dipanaskan di dalam tungku.

Bukannya mendapatkan pil keabadian, malahan menemukan bahan peledak, bubuk mesiu.

Pada masa akhir Dinasti Tang, senjata dengan bahan dasar bubuk mesiu sudah dipergunakan, misalnya roket. Disamping itu juga dipakai dalam bidang teknik dan hiburan, misalnya pertambangan, penggalian terowongan dan sebagainya.
Continue reading »

Pengendalian Hama Dengan Musuh Alami

Sudah sejak lama, bangsa Tiongkok telah mengetahui cara untuk mengendalikan hama dengan mempergunakan musuh alami mereka. Beberapa abad kemudian, cara ini baru dikenal di Dunia Barat.

Pohon jeruk mudah terkena serangan ulat dan hama lainnya.

Petani Tiongkok kuno mengetahui adanya sejenis semut pemakan serangga yang menjadi musuh alami hama-hama pohon jeruk tersebut.
Continue reading »

Li Daoyuan (郦道元)

Li Daoyuan (郦道元) adalah seorang ahli geografi terkemuka pada masa Dinasti Wei Utara.

Sejak kecil Li Daoyuan telah menetapkan hatinya pada penelitian geologi.

Li Daoyuan mencintai berpergian ke sungai serta gunung, dan terutama untuk melakukan penelitian tentang hidrologi dan geologi dari berbagai tempat.

Sebagai pejabat yang memiliki tempat tugas berpindah-pindah, Li Daoyuan sering melakukan penelitian lapangan, sehingga jejaknya dapat ditemukan pada banyak tempat, seperti Propinsi Henan (Tiongkok Tengah), Shandong (Tiongkok Timur), Shanxi (Tiongkok Utara), dan Jiangsu (Tiongkok Timur), pada saat ini.
Continue reading »