Kong Youde (孔有德)

Kong Youde (Hanzi: 孔有德, ?-1652) adalah seorang jenderal Dinasti Ming yang kemudian membelot pada bangsa Manchu. Ia banyak memberikan kontribusi bagi Dinasti Qing setelah bangsa Manchu memasuki Tiongkok, namun bagi orang Han / Tionghoa ia dianggap sebagai pengkhianat.

Kong lahir di Liaodong (sekarang Liaoning) dari keluarga penambang. Di masa muda ia pernah menjadi bajak laut. Kemudian bergabung dengan tentara Ming di bawah komando Mao Wenlong. Setelah Mao Wenlong dihukum mati oleh Yuan Chonghuan, wakilnya, Chen Jisheng menggantikannya memegang komando atas pasukan itu, namun tidak lama kemudian terjadi pemberontakan yang merenggut nyawa Chen. Kong lalu bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh inspektur militer kerajaan, Sun Yuanhua.

Continue reading »

Li Dingguo (李定国)

Li Dingguo (Hanzi:李定国)(1621-1662) adalah pemberontak anti-Qing pada awal berdirinya dinasti itu. Ia lahir di Yan’an, Provinsi Shaanxi dari sebuah keluarga miskin. Walau demikian ia seorang yang cerdas dan gemar membaca, terutama seni berperang dan sejarah. Dia bergabung dengan pemberontakan petani Daxi yang dipimpin oleh Zhang Xianzhong dan menjadi anak angkatnya. Pasukan itu berkuasa di Sichuan dan sekitarnya, dia juga salah satu dari empat jendral terbaik Zhang. Setelah kematian ayah angkatnya, Li, Sun Kewang, Liu Wenxiu, dan Ai Nengqi mengabdi pada Zhu Youlang (Kaisar Yongli), salah satu pangeran Dinasti Ming yang mengklaim diri sebagai kaisar Ming Selatan.

Li dengan pasukan gajahnya yang terkenal berhasil merebut daerah-daerah yang diduduki Manchu di selatan Tiongkok. Dia juga berhasil membunuh beberapa jendral-jendral Dinasti Qing yang terkenal seperti Li Hui dan Kong Youde.

Continue reading »

Kaisar Hongzhi (弘治)

Kaisar Hongzhi (Hanzi: 弘治, 30 Juli 1470-8 Juni 1505) adalah kaisar Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1487 sampai 1505. Terlahir dengan nama Zhu Youtang (朱祐樘), adalah anak dari Kaisar Chenghua dari selirnya yang bermarga Ji. Dia adalah kaisar masa pertengahan Ming yang bijaksana dan cinta damai, selama masa pemerintahannya Tiongkok stabil dan makmur sehingga masa ini disebut abad perak Hongzhi.

Continue reading »

Kaisar Zhengtong (正统)

Kaisar Zhengtong (Hanzi: 正统, 1427-1464) adalah kaisar ke-6 dari Dinasti Ming yang berkuasa tahun 1435 hingga 1449 lalu berkuasa lagi tahun 1457 hingga wafatnya tahun 1464, juga dikenal dengan nama Kaisar Tianshun (天顺), nama yang dipakai setelah restorasinya. Dia terlahir dengan nama Zhu Qizhen (朱祁镇) sebagai anak sulung dari Kaisar Xuande dan Permaisuri Sun.

Continue reading »

Kaisar Hongxi (洪熙)

Kaisar Hongxi (Hanzi: 洪熙, 1378-1425) adalah kaisar ke-4 Dinasti Ming. Terlahir dengan nama Zhu Gaochi (朱高炽), adalah anak sulung dari Zhu Di. Dia mewarisi tahta setelah ayahnya mangkat tahun 1424 dan menamakan rezimnya Hongxi, namun dia meninggal setahun setelah bertahta dalam usia 48 tahun.

***
Kehidupan awal
Sejak kecil Zhu Gaochi dididik dengan baik oleh guru-guru beraliran Konfusius. Ketika ayahnya melakukan kudeta dan menyatakan perang terhadap Kaisar Jianwen, dia bertugas menjaga kota Beijing. Hanya dengan pasukan berkekuatan 10.000 orang dia bertempur dengan gagah berani melawan 500.000 tentara yang pro-Jianwen.

Continue reading »

Kaisar Xuande (宣德帝)

Kaisar Xuande (Hanzi: 宣德帝, 1398-1435) adalah kaisar ke-5 Dinasti Ming. Dia adalah anak sulung Kaisar Hongxi, terlahir dengan nama Zhu Zhanji (朱瞻基). Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1425 sampai 1435 disebut abad emas Dinasti Ming karena negara stabil, aman dan makmur, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya yang singkat jaman ini sering disebut “jaman Ren-Xuan” sesuai nama kuil mereka, Renzong dan Xuanzong.

***
Kehidupan awal

Zhu Zhanji seorang yang menggemari puisi dan literatur. Dia mendapat gelar putra mahkotanya begitu ayahnya naik tahta. Ketika berada di Nanjing untuk menangani bencana gempa bumi, tiba-tiba datang laporan darurat dari Beijing yang mengabarkan kematian ayahnya yang mendadak dan menyuruhnya segera kembali ke ibukota. Dalam perjalanannya pulang ke Beijing, tersebar isu bahwa pamannya, Zhu Gaoxu berencana menjebaknya di perjalanan, namun dia tetap meneruskan perjalanan ke utara tanpa rasa takut dan memang benar itu hanya kabar burung belaka. Begitu tiba di istana, dia segera mengambil alih tahta dan menamai rezimnya Xuande pada tahun berikutnya.

Continue reading »