Asal Usul Huruf Tionghoa

Cang Jie (仓颉) adalah petugas pencatat resmi Kaisar Huang Di (黄帝), yang bertugas mencatat persediaan ternak dan bahan-bahan makanan.

Dikarenakan jumlah ternak dan bahan-bahan makanan yang terus bertambah, maka metode pencatatan yang sudah ada, yaitu dengan menggunakan simpul-simpul pada tali tambang, menjadi suatu yang merepotkan.

Metode pencatatan dengan simpul-simpul pada tali tambang adalah dengan membuat sebuah simpul setiap kali terdapat penambahan jumlah, dan sebaliknya setiap jumlah berkurang maka harus membuka sebuah simpul.

Akhirnya Cang Jie (仓颉) menemukan cara pencatatan dengan menggunakan kulit kerang. Saat jumlah bertambah maka kulit kerang akan ditambahkan, demikian pula sebaliknya.
Continue reading »

Huang Daopo (黄道婆)

Huang Daopo (黄道婆) adalah penduduk asli Wu Ni Jing di perfektur Song Jiang yang hidup pada masa Dinasti Song dan Dinasti Yuan. Dia adalah seorang ahli tekstil terkenal.

Huang Daopo (黄道婆) terlahir di keluarga miskin dan saat kecil telah dijual sebagai pengantin anak. Karena Huang Daopo (黄道婆) sering mendapat siksaan dari ibu mertua, dia melarikan diri mengikuti Sungai Huangpu dan bersembunyi di sebuah kapal. Kapal tersebut kemudian mendarat di Yazhou, sebuah kota pelabuhan di Pulau Hainan.
Continue reading »

Li Daoyuan (郦道元)

Li Daoyuan (郦道元) adalah seorang ahli geografi terkemuka pada masa Dinasti Wei Utara.

Sejak kecil Li Daoyuan telah menetapkan hatinya pada penelitian geologi.

Li Daoyuan mencintai berpergian ke sungai serta gunung, dan terutama untuk melakukan penelitian tentang hidrologi dan geologi dari berbagai tempat.

Sebagai pejabat yang memiliki tempat tugas berpindah-pindah, Li Daoyuan sering melakukan penelitian lapangan, sehingga jejaknya dapat ditemukan pada banyak tempat, seperti Propinsi Henan (Tiongkok Tengah), Shandong (Tiongkok Timur), Shanxi (Tiongkok Utara), dan Jiangsu (Tiongkok Timur), pada saat ini.
Continue reading »

Qiu Shaoyun (邱少雲)

Qiu Shaoyun (Hanzi: 邱少雲) (1931-1952) lahir di kabupaten Tongliang, Sichuan. Bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tahun 1949. Tahun 1951, dia bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk Perang Korea.

Tanggal 11 Oktober 1952, dalam pertempuran gunung merebut bukit 391, dia bersama kesatuannya merayap mendekati posisi musuh dengan menggunakan rumput kering dan ranting sebagai kamuflase. Sementara itu pesawat Sekutu membombardir kedudukan mereka. Qiu terjebak dalam semak-semak yang terbakar di sekitarnya, namun dia tetap diam tidak membuat gerakan atau suara apapun demi melindungi 500 orang temannya agar tidak terlacak musuh, padahal menurut teman prajuritnya, sekitar 3 meter di sebelah kanan Qiu waktu itu ada sebuah selokan. Setelah menahan sakit dan panas selama kurang lebih lima jam, dia pun mati terbakar.
Continue reading »

Yang Gensi (杨根思)

Yang Gensi (Hanzi: 杨根思) (1922-1950) adalah pahlawan Tiongkok dalam Perang Korea, lahir di Taixing, Provinsi Jiangsu. Pertama kali masuk militer tahun 1944. Dalam perang sipil Tiongkok beberapa kali mendapat penghargaan atas jasanya, dua kali mendapat gelar prajurit teladan. Bulan September 1950 ia mengikuti Konfrensi Nasional Pahlawan Perang yang diadakan di Beijing. Sebulan kemudian dia bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk membantu Korea Utara dalam Perang Korea. Disana dia menjabat sebagai pemimpin kompi III, korps ke-172, divisi ke-58 dari tentara ke-20.

Tanggal 29 November 1950, Yang Gensi dan unitnya mempertahankan daerah Danau Changjin dari serbuan pasukan Sekutu. Mereka terkepung dan kalah jumlah dari musuh, selain itu amunisi juga hampir habis. Disaat-saat kritis itu, Yang Gensi menerjang ke arah bunker senapan mesin Amerika sambil membawa sekantong bahan peledak seberat 5 kilogram, dia menerobos ke dalam tempat itu dan meledakkan diri bersama empat puluhan tentara Amerika.
Continue reading »

Huang Jiguang (黄继光)

Huang Jiguang (Hanzi: 黄继光) (18 Januari 1931 – 19 Oktober 1952) lahir di kabupaten Zhongjiang, Sichuan. Dia memulai karir militernya pada tahun 1949 dalam perang saudara. Tahun 1951 bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk Perang Korea. Di sana dia menunjukkan prestasinya sehingga beberapa kali mendapat kenaikan pangkat.

Pada 19 Oktober 1952, dalam pertempuran Sangkumryung / Shangganling, bersama dua rekannya dia mendapat misi untuk menghancurkan bunker senapan mesin pasukan Sekutu yang menghalangi gerak laju pasukannya. Dalam misi ini seorang rekannya gugur dan seorang lainnya terluka sehingga tidak bisa melanjutkan pertempuran, dia sendiri terluka di lengan karena tembakan musuh.

Dengan hati-hati dia merangkak ke sasaran di bawah hujan peluru yang deras. Namun hingga granat terakhir dilemparkan bunker itu masih kokoh berdiri dan terus melancarkan serangannya. Demi menyelesaikan tugas negara, dia memutuskan mengorbankan dirinya dengan melompat ke depan bunker itu menggunakan tubuhnya meredam tembakan senapan. Hal itu membuka jalan bagi pasukannya untuk menyerang balik dan merebut beberapa titik penting. Berkat pengorbanan Huang Jiguang maka tentara gabungan RRT dan Korea Utara berhasil menduduki daerah sasaran.
Continue reading »