Cao-E

Berdasarkan legenda, pada suatu tahun di hari ke lima bulan ke lima Imlek selama masa pemerintahan Kaisar An Di dari Dinasti Han Timur, terdapat seorang pria bernama Cao Ding yang sedang menikmati suara ombak.

Suara ombak sungai bagi Cao Ding jauh lebih indah dibandingkan suara dedaunan tertiup angin, juga dibandingkan kemeriahan laskar tentara yang sedang menikmati kemenangan.

Continue reading »

Memandang Bulan Hingga Tengah Malam

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu ada sebuah keluarga, keluarga Yang, yang menikahkan anak lelakinya, yang masih anak kecil, dengan Yao, anak perempuan ke enam dari keluarga Yao.

Keluarga Yang memperlakukan Yao seperti budak sejak hari pernikahan. Dari mulai mencuci, menenun, memasak dan banyak lagi. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan, maka perlakuan kasar akan diterima Yao.

Suatu hari pada tanggal lima belas bulan delapan Imlek, keluarga Yang memberikan 7 keranjang kapas kepada Yao untuk ditenun menjadi kain dan harus selesai pada keesokan harinya.

Continue reading »

Sebuah Tanda Di Perahu

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

Continue reading »

Menarik Tanaman Untuk Membantunya Tumbuh

Pada kesempatan ini marilah mengetahui asal usul dari peribahasa “Menarik tanaman untuk membantunya tumbuh”.

Terdapat seorang laki-laki yang tidak sabar pada masa Dinasti Song. Ia sangat geram dan berharap padi yang ditanamnya tumbuh dengan cepat. Ia berpikir mengenai hal ini siang dan malam. Namun padi tetap tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan.

Continue reading »