Meminta Kulit Serigala

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pria, bernama Lisheng, yang baru saja menikah dengan seorang wanita yang cantik jelita. Suatu hari, sang istri berpikir bahwa pakaian dari kulit serigala akan membuat dirinya semakin cantik. Sang istri berkata kepada Lisheng dan meminta Lisheng untuk mendapatkan kulit serigala tersebut.

Namun kulit serigala adalah barang langka dan mahal. Lisheng yang tidak berdaya terus berjalan berputar-putar di sekitar desanya. Pada satu kesempatan, seekor serigala melintas. Lisheng langsung berusaha menangkap serigala tersebut dan mendapatkan ekornya.

“Serigala yang baik, bagaimana kalau kita membuat perjanjian. Bagaimana kalau kamu menyerahkan kulitmu? Itu bukanlah perkara besar bagimu. Bagaimana?”

Sang serigala terkejut mendengar permintaan tersebut, namun dia menjawab dengan tenang, “Baiklah, itu perkara mudah. Namun lepaskan dahulu ekor saya sehingga saya dapat menarik keluar kulit saya untukmu.”

Maka Lisheng melepaskan ekor serigala tersebut dan menunggu kulitnya. Saat ekornya dilepas, tanpa menunggu aba-aba serigala tersebut berlari secepat mungkin masuk ke hutan.

Apa makna dari cerita ini?

4 thoughts on “Meminta Kulit Serigala

  1. Menurut pendapat saya, cerita itu mengumpakan manusia yang sering membuat keputusan, perjanjian, ataupun sejenisnya, yang hanya memikirkan keuntungan sendiri, tanpa memikirkan kerugian yang akan diterima di lain pihak.
    Seperti Lisheng yang ingin melepasakan serigala, dengan syarat serigala itu memberikan dahulu kulitnya.
    Jelas saja hal ini sangat konyol,karena bagaimanapun juga, dengan serigala memberikan kulitnya, sama saja dia menghantarkan nyawa ke Lisheng, atao lebih singkatnya dengan “mati”.
    Oleh karena itu, serigala lebih baik kabur, dibanding dia harus mati.

  2. itu strategi penyelamatan diri, yaitu berbohong demi keselamatan, orang akan berbicara/melakukan apapun saat dia sedang terdesak dan terpuruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *