Sebuah Tanda Di Perahu

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.… Baca selengkapnya >>

Tiga Saat Fajar dan Empat Saat Senja

Oleh: Lie Zi

Di negara Song terdapat seorang pria yang memelihara monyet. Ia menyayangi monyet-monyet itu dan memelihara dalam jumlah banyak.

Ia dapat memahami monyet-monyet itu dan monyet-monyet itu dapat memahami dirinya. Ia mengurangi jumlah makanan untuk keluarganya demi memuaskan kebutuhan monyet-monyet itu.… Baca selengkapnya >>

Langit Akan Runtuh

Oleh: Lie Zi

Pada jaman dahulu ada seorang yang berasal dari Qi, yang sangat gelisah bahwa langit akan runtuh dan bumi akan tenggelam.

Seorang teman yang mencemaskan kegelisahannya, datang menenangkan dia.

Dia mengatakan kepada orang itu, “Langit hanyalah berisi udara. Seperti saat kamu menghirup dan menghembuskan nafas, dan menghembuskan udara ke langit sepanjang hari, maka tidak ada alasan kamu takut langit akan runtuh”.… Baca selengkapnya >>

Seorang Lelaki Dibalik Sebuah Balok Kayu

Pada masa Dinasti Han Timur, hiduplah seorang pria bernama Chen Shi, yang merupakan pemimpin dari suatu daerah. Chen Shi sangat dihormati oleh penduduk daerah tersebut karena sifat luhur dan memiliki reputasi baik. Sebetulnya Chen Shi bisa mendapatkan posisi dan kedudukan yang lebih tinggi, namun dia lebih senang menetap di kampung halamannya saja.… Baca selengkapnya >>

Kawan atau Lawan

Oleh: Han Fei Zi

Ketika Zhonghang Wenzi dari negara bagian Jun menjadi buronan, ia melewati beberapa daerah.

“Hakim daerah ini adalah teman lamamu”, kata teman Wenzi. “Kenapa kamu tidak berhenti dan beristirahat sebentar sementara menunggu iring-iringan lain di belakang kita?”

“Pada saat saya menyukai musik”, jawab Wenzi, “hakim itu memberikan sebuah qin (sebuah peralatan musik unik dari Tiongkok) yang bagus.… Baca selengkapnya >>

Saya Bermimpi Saya Adalah Kupu-Kupu

Oleh: Zhuang Zi

Pada suatu sore hari, Zhuang Zi tertidur dan bermimpi dia berubah menjadi kupu-kupu.

Dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan merasa pasti bahwa dia adalah kupu-kupu.

Suatu perasaan bahagia yang susah diungkapkan, sehingga dia melupakan bahwa dirinya adalah Zhuang Zi.

Lalu dia menyadari bahwa kupu-kupu yang sangat membanggakan dirinya itu adalah Zhuang Zi, atau kupu-kupu itu bermimpi jadi Zhuang Zi!… Baca selengkapnya >>

Seekor Kelinci Cerdik Harus Memiliki Tiga Lubang

Pada masa Negara-Negara Berperang, Perdana Menteri Meng Changjun (孟尝君), dari negara Qi, menopang hidup banyak orang di rumahnya. Salah satunya bernama Feng Xuan (冯谖).

Suatu hari, Feng Xuan dikirim untuk mengumpulkan apa yang menjadi hutang dari para petani kepada pemilik tanah, Meng Changjun.… Baca selengkapnya >>

Cantik dan Biasa

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.… Baca selengkapnya >>