Kaisar Jianwen (建文帝)

Kaisar Jianwen (Hanzi: 建文帝,1377-1402?) adalah kaisar ke-2 Dinasti Ming, nama aslinya adalah Zhu Yunwen (朱允炆). Dia adalah cucu tertua Zhu Yuanzhang (Kaisar Hongwu) yang mendirikan Dinasti Ming. Ayahnya, Zhu Biao anak sulung Zhu Yuanzhang yang seharusnya mewarisi tahta mati muda sebelum sempat menjadi kaisar, karena itu hak waris atas tahta jatuh padanya.Pada mulanya Zhu Yuanzhang berencana untuk mewariskan tahta pada anak ke-4nya, Zhu Di karena terkesan akan bakatnya setelah mampu melengkapi puisi lebih baik dibanding Zhu Yunwen.… Baca selengkapnya >>

Kaisar Hongwu (洪武帝)

Kaisar Hongwu (Hanzi: 洪武帝, 21 September 1328-24 Juni 1398) yang nama aslinya Zhu Yuanzhang (朱元璋) adalah pendiri dan kaisar pertama Dinasti Ming di Tiongkok. Ia menjadi kaisar dan mendirikan dinastinya setelah berhasil menggulingkan Dinasti Yuan (Mongol). Dalam sejarah Tiongkok, Zhu Yuanzhang adalah satu dari dua kaisar yang berasal dari golongan rakyat jelata (yang lain adalah Liu Bang / Kaisar Han Gaozu, pendiri Dinasti Han).… Baca selengkapnya >>

Tie Xuan (铁铉)

Tie Xuan (Hanzi: 铁铉, 1366-1402) adalah seorang jenderal pada awal Dinasti Ming yang terkenal akan kesetiaannya yang tak tergoyahkan pada Kaisar Jianwen. Setelah Jianwen digulingkan oleh pamannya, Zhu Di, ia ditangkap dan dihukum mati.

Tie Xuan dilahirkan di Dengzhou (sekarang Kabupaten Deng, Provinsi Henan), ia berdarah Asia Tengah dan suku Hui, keluarganya adalah warga negara kelas dua pada masa Dinasti Yuan sebagaimana klasifikasi sosial pada masa itu dimana bangsa Mongol adalah warga negara kelas satu, disusul bangsa-bangsa lain dari wilayah taklukan Mongol selain Tiongkok dan bangsa Han sebagai warga negara kelas bawah.… Baca selengkapnya >>

Shi Kefa (史可法)

Shi Kefa (Hanzi: 史可法, 1601-1645) adalah seorang jenderal dan patriot pada akhir Dinasti Ming, Tiongkok. Ia mempertahankan kota Yangzhou dari serbuan pasukan Manchu hingga akhirnya kota itu jatuh. Shi tetap setia pada Dinasti Ming sampai saat-saat terakhirnya hingga dihukum mati oleh Pangeran Duoduo yang memimpin serangan itu.… Baca selengkapnya >>

Menggantung Lentera Merah

Pada masa akhir Dinasti Ming, Li Zicheng (李自成), pemimpin pemberontak, bersama tentaranya sedang mempersiapkan diri untuk menguasai kota Kaifeng.

Demi mendapatkan informasi yang akurat, Li menyamar sebagai penjual beras masuk ke Kaifeng. Setelah mendapat gambaran yang jelas, maka Li menyebarkan berita untuk kalangan rakyat jelata bahwa tentara pemberontak tidak akan mengganggu setiap rumah yang menggantung lentera merah di pintu depan.… Baca selengkapnya >>