Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)

He-He Er Xian (和合二仙) adalah sepasang dewa yang memiliki nama Han Shan (寒山) dan Shi De (拾得). Dikenal sebagai “Sepasang Dewa Keharmonisan (和) dan Persatuan (合)”.

Tidak banyak cerita yang diperoleh dari asal-usul mereka. Namun diketahui bahwa mereka berdua adalah seorang pertapa dan penyair yang hidup pada jaman dinasti Tang.… Baca selengkapnya >>

Dokter Ajaib Bian Que (扁䳍)

Dokter Ajaib Bian Que (扁䳍)

Dokter Ajaib Bian Que (扁䳍)

Memiliki nama asli Qin Yueren (秦越人), namun karena keahlian medis yang sangat memukau, maka rakyat memberi julukan yang sama dengan dokter legendaris Bian Que yang hidup pada masa Huang Di.

Bian Que (扁䳍) berasal dari Zhengdi, Kabupaten Bohai di Kerajaan Qi pada masa Dinasti Zhou.… Baca selengkapnya >>

Kisah Kipas Bulu Bangau Zhuge Liang

Kisah Kipas Bulu Bangau Zhuge Liang

Zhuge Liang (Traditional: 諸葛亮, Simplified: 诸葛亮) adalah ahli strategi militer dari Negara Han pada masa Tiga Negara. Beliau adalah ahli strategi yang paling cerdik dan terkenal dalam sejarah Tiongkok. Zhuge Liang sering kali dilukiskan sedang memakai sebuah jubah dan memegang kipas yang terbuat dari bulu burung bangau.… Baca selengkapnya >>

Sekilas Kisah Lao Zi (老子)

Lao Zi

Lao Zi

Lao Zi (老子) adalah ahli filsafat yang populer dan juga merupakan pendiri Taoisme (道教 atau 道家).

Riwayat hidupnya tidak banyak terdapat dalam catatan historis, tetapi kewujudannya terbukti dalam catatan historis Tiongkok, Shiji.

* Catatan Sejarah Agung atau Shiji (Traditional: 史記, Simplified: 史记) adalah buku sejarah terlengkap yang pertama tentang peradaban Tiongkok selama 2500 tahun, mulai dari Kaisar Kuning sampai Dinasti Han Barat.Baca selengkapnya >>

Kisah Masa Kecil Hua Tuo

Kisah Masa Kecil Hua Tuo

Kisah Masa Kecil Hua Tuo

Hua Tuo (Traditional: 華佗, Simplified: 华佗) sudah terlihat sangat pandai sejak masa belianya. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia 7 tahun. Karena keluarganya miskin, ibunya memutuskan untuk mengirim Hua Tuo untuk belajar pengobatan kepada Tabib Cai, seorang teman dekat ayahnya.

Hua Tuo pergi ke kota dan bertemu dengan Tabib Cai.… Baca selengkapnya >>

Jenderal Yue Fei, Sosok Ksatria Yang Lembut dan Penuh Belas Kasih

Jenderal Yue Fei, Sosok Ksatria Yang Lembut dan Penuh Belas Kasih

Yue Fei (Traditional: 岳飛, Simplified: 岳飞) adalah salah satu jenderal yang paling terkenal dalam sejarah Tiongkok. Seorang jenderal termashyur dari Dinasti Song yang disanjung sebagai pahlawan nasional sepanjang sejarah Tiongkok. Lahir di Tang Yin, Xiang Zhou (Sekarang Provinsi Henan, Tiongkok). Lahir pada masa akhir Dinasti Song Utara, Yue Fei dikenal tidak hanya untuk keberhasilan militernya, tetapi juga untuk standar etikanya yang tinggi.… Baca selengkapnya >>

Asal Usul Huruf Tionghoa

Cang Jie (仓颉) adalah petugas pencatat resmi Kaisar Huang Di (黄帝), yang bertugas mencatat persediaan ternak dan bahan-bahan makanan.

Dikarenakan jumlah ternak dan bahan-bahan makanan yang terus bertambah, maka metode pencatatan yang sudah ada, yaitu dengan menggunakan simpul-simpul pada tali tambang, menjadi suatu yang merepotkan.… Baca selengkapnya >>

Huang Daopo (黄道婆)

Huang Daopo (黄道婆) adalah penduduk asli Wu Ni Jing di perfektur Song Jiang yang hidup pada masa Dinasti Song dan Dinasti Yuan. Dia adalah seorang ahli tekstil terkenal.

Huang Daopo (黄道婆) terlahir di keluarga miskin dan saat kecil telah dijual sebagai pengantin anak.… Baca selengkapnya >>

Li Daoyuan (郦道元)

Li Daoyuan (郦道元) adalah seorang ahli geografi terkemuka pada masa Dinasti Wei Utara.

Sejak kecil Li Daoyuan telah menetapkan hatinya pada penelitian geologi.

Li Daoyuan mencintai berpergian ke sungai serta gunung, dan terutama untuk melakukan penelitian tentang hidrologi dan geologi dari berbagai tempat.… Baca selengkapnya >>

Qiu Shaoyun (邱少雲)

Qiu Shaoyun (Hanzi: 邱少雲) (1931-1952) lahir di kabupaten Tongliang, Sichuan. Bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tahun 1949. Tahun 1951, dia bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk Perang Korea.

Tanggal 11 Oktober 1952, dalam pertempuran gunung merebut bukit 391, dia bersama kesatuannya merayap mendekati posisi musuh dengan menggunakan rumput kering dan ranting sebagai kamuflase.… Baca selengkapnya >>