Pergolakan antara Chu dan Han

Dinasti Qin berakhir pada 206 BC. Dari 206 BC hingga 202 BC, sebetulnya tidak ada satu orang pun kaisar yang memerintah di Tiongkok, dan masa itu dikenal juga sebagai masa Pergolakan antara Chu dan Han. Pertarungan berterusan antara Xiang Yu dan Liu Bang, yang keduanya merupakan tangan kanan dari Raja Huai dari Chu. Raja ini adalah keturunan dari pemerintah daerah Chu, dan ia mendirikan kerajaan selama masa keruntuhan Dinasti Qin.

Karena keberanian dan kemasyhuran, Xiang Yu adalah Kepala Gabungan tidak hanya dari tentara Chu, namun juga daerah lainnya. Meskipun memiliki tentara yang lebih kuat, kehormatan untuk menguasai Ibukota Dinasti Qin jatuh ke tangan Liu Bang.

Continue reading »

Mengutamakan Kepentingan Umum

Pada akhir masa Negara-Negara Berperang, negara Qin muncul sebagai yang terkuat.

Pada sebuah rapat dengan negara Qin, Lin Xiangru (蔺相如), seorang diplomat, berhasil menggagalkan rencana Qin untuk merebut negaranya, Zhao, dan bahkan menghina Raja Qin.

Atas jasanya, Raja Zhao mengangkat Lin Xiangru menjadi menteri senior, sebuah posisi yang lebih tinggi dari posisi jenderal kepala, yang dipegang Lian Po (廉颇).

Continue reading »