Qu Yuan (屈原)

Kisah Qu Yuan (屈原) menjadikan Perayaan Perahu Naga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Tionghoa. Abad ke-empat sebelum masehi dikenal sebagai “masa berbahaya” bagi Tiongkok. Pada saat itu terjadi peperangan besar antara tokoh-tokoh kuat dan pemerintah yang banyak dilanda korupsi. Banyak kerajaan-kerajaan akhirnya menghilang, kecuali kerajaan Chu, yang merupakan salah satu dari kerajaan terkuat pada saat itu.

Qu Yuan (屈原) dilahirkan pada 340 BC dan merupakan salah satu anggota keluarga dari tiga keluarga terhormat pada Kerajaan Chu. Qu Yuan adalah seorang penasehat bagi Raja Huai yang memerintah dari 328 BC sampai 299 BC.

Karena kepandaian dan kejujuran dari Qu Yuan, banyak pejabat korup yang iri dan ingin menyingkirkan Qu Yuan.

Persekutuan antara Chu dan Qin yang telah terjalin lama putus ketika Qin mengumumkan perang terhadap Chu dan mengambil alih sebagian wilayah Chu. Di tengah masa pertempuran tersebut, Qin mengajukan usul gencatan senjata kepada Chu dan menginginkan diadakannya pertemuan membahas perdamaian.

Qu Yuan menasehati agar Raja Huai tidak bersedia datang ke Qin untuk berunding. Namun bujukan dari para pejabat korup lebih berpengaruh di pikiran Raja Huai sehingga dia bersedia datang. Raja Huai langsung ditangkap pada saat tiba dan meninggal setelah tiga tahun dalam penjara.

Anak tertua Raja Huai, Qin Xiang menjadi raja. Sedangkan anak lainnya, Zi Lian, menjadi perdana menteri. Saat kedua orang itu berkuasa, Qu Yuan langsung disingkirkan dan diusir dari istana.

Dalam pengasingannya Qu Yuan banyak mengabdikan hidup kepada rakyat dan membantu rakyat, sehingga rakyat sangat cinta dan hormat terhadap Qu Yuan.

Pada 278 BC tentara Qin menguasai Ying, Ibukota Kerajaan Chu. Berita ini membuat Qu Yuan sangat berduka. Qu Yuan sangat menyesali dirinya sendiri bahwa tidak satu hal juga yang dapat dilakukan demi menyelamatkan Kerajaan Chu. Rasa sedih dan putus asa yang mendalam menyebabkan Qu Yuan memutuskan bunuh diri dengan menceburkan diri di Sungai Miluo.

Mengetahui bahwa Qu Yuan bunuh diri, ramai orang berusaha mencari jenasah Qu Yuan. Mereka memukul-mukul genderang untuk mengusir ikan-ikan agar tidak mengganggu jenasah Qu Yuan. Pencarian yang dilakukan tidak memberikan hasil.

Pada keesokan harinya, mereka membungkus nasi dengan daun dan melemparkan ke sungai agar ikan-ikan yang ada menjadi kenyang dan tidak mengusik jenasah Qu Yuan.

Demi mengenang Qu Yuan, kebiasaan yang dilakukan ini menjadi sebuah perayaan besar bagi bangsa Tiongkok dan dikenal sebagai Perayaan Perahu Naga.

2 thoughts on “Qu Yuan (屈原)

  1. selain asal usul prahu naga, peristiwa ini jg asal usul makanan ba chang kan? kenapa tidak disebutkan juga? whatever, you’re the boss

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *