Pandangan Manusia Terhadap Kepercayaan Kepada Dewa-Dewi

Spread the love

Pandangan Manusia Terhadap Kepercayaan Kepada Dewa-Dewi

Kita semua pasti pernah atau bahkan setiap hari bersembahyang. Kepada siapakah kita berdoa, memohon berkah hoki, kesehatan, keselamatan dan berbagai permohonan?

Dewa-Dewi adalah sosok yang kita anggap memiliki kekuatan superior untuk mengabulkan doa kita. Nah bagaimana kah kita bisa percaya dan yakin adanya Dewa-Dewi itu ?

Berikut ini pandangan manusia terhadap kepercayaan pada Dewa-Dewi.

1. Percaya sampai kelewat batas.
Sembarang percaya tanpa nalar dan tidak mau mencari buktinya dulu. Orang yang percaya kelewat batas atau percaya buta, tidak menggunakan daya nalar, kesadaran dan hati nurani. Menjadikan cenderung takut-takut, ketahyulan dan mudah dibohongin.

2. Tidak percaya sama sekali.
Keras kepala, tidak mau mencari bukti, tidak mau belajar atau berpikir lebih lanjut, kurang rendah hati, hanya ada aku dengan ego tinggi, tidak ada kamu, merasa sudah pintar sendiri akhirnya menjadi kolot dan buta pengertian dalam ke-Dewa-an.

3. Diantara percaya dan tidak.
Punya sifat ilmiah, terus menggunakan pikiran, terus mempelajari dan mencari bukti-bukti dan meneliti, akan mudah mendapatkan jawaban yang tepat, dengan bijaksana dan masuk akal untuk sungguh-sungguh seterusnya.

Sebaiknya sikap kita sebagai umat beragama yang benar adalah ada di antara percaya dan tidak. Jadi kita benar-benar mencari bukti-bukti kebenaran dari Dewa-Dewi yang kita sembah. Setelah membuktikan diteliti lagi, Menggunakan daya nalar, terus memupuk pengertian dan mencari bukti-bukti lagi sampai benar-benar yakin. Sehingga memiliki keyakinan yang benar dan kokoh.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 6 =