Mengapa Mausoleum Kaisar Qin Shi Huang Belum Digali ?

Spread the love

Kaisar Qin Shi Huang

Mausoleum Kaisar Qin Shi Huang (Simplified: 秦始皇陵, Traditional: 秦始皇陵, Pinyin: Qín Shǐ Huáng Líng) adalah mausoleum kekaisaran pertama di Tiongkok, sehingga pasti berisi sejumlah besar peninggalan budaya dan sejarah. Namun mengapa hingga saat ini mausoleum tersebut belum digali untuk mengungkap peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut?

Berikut ini beberapa alasannya.

Seberapa Besar Mausoleum Kaisar Qin Shi Huang ?

Kemampuan Belum Memadai

Teknik pelestarian dan penelitian yang memadai dan matang untuk peninggalan budaya merupakan prasyarat yang sangat diperlukan untuk menggali kuburan. Serangkaian teknik eksplorasi, penggalian dan restorasi juga diperlukan. Tidak ada yang bisa memastikan tidak adanya kesalahan dan kerugian selama proses karena tidak ada pengalaman dan teladan penggalian dalam skala begitu besar dalam sejarah.

Sebagai contoh, untuk melindungi dan mengumpulkan setiap bagian dari peninggalan budaya, penggunaan buldoser, mesin penggali dan bahan peledak sangat dilarang selama penggalian, dan penggalian manual dapat berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, tempat perlindungan raksasa diperlukan untuk mempertahankan situs dari angin dan hujan. Dengan skala penggalian yang begitu luas, maka hal tersebut masih tidak bisa dilakukan saat ini.

Terlalu Dalam

Setelah penjelajahan arkeologis, makam Kaisar Qin Shi Huang (Hanzi: 秦始皇, Pinyin: Qín Shǐ Huáng) berada sekitar 35 meter di bawah permukaan tanah. Dibandingkan lokasi Prajurit Terakota yang dangkal, sekitar 3-5 meter dibawah tanah, maka dari skala besarnya, kuburan ini terlalu dalam dan susah digali. Kemungkinan terjadi tanah longsor juga sangat besar.

Pekerjaan Penggalian Memakan Waktu Lama

Untuk menggali sekitar sepertiga dari area Prajurit Terakota, dibutuhkan waktu hingga hampir 30 tahun, sedangkan luas mausoleum Kaisar Qín Shǐ Huáng sangat jauh lebih besar. Sehingga tidak ada yang berani memastikan berapa waktu diperlukan untuk menyelesaikan penggalian tersebut.

Teknologi Yang Belum Sempurna

Belum adanya teknologi yang sempurna untuk melestarikan benda-benda bersejarah dari penggalian. Sutra, lukisan, dan sebagainya sulit dapat dipertahakankan kelestariannya. Banyak benda-benda bersejarah memudar dan rusak setelah dilakukan penggalian. Dalam arti tertentu, penggalian saat ini bisa disamakan dengan merusak mausoleum.

Investasi Sangat Besar

Diperkirakan bahwa penggalian Mausoleum Kaisar Qín Shǐ Huáng akan membutuhkan banyak tenaga, sumber daya serta pendanaan yang sangat besar, sehingga sulit untuk menyelesaikan proyek penggalian tanpa dukungan super jumbo.

Meracuni Manusia dan Pencemaran Lingkungan

Sejumlah besar merkuri terdeteksi. Hal ini dapat membahayakan arkeolog ketika mereka memasuki makam. Selain itu, apabila terjadi kebocoran merkuri, maka dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius.

Karena berbagai alasan inilah, maka bisa disimpulkan bahwa jika penggalian tetap dipaksakan pada saat ini, hal tersebut berarti kehancuran.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 + eighteen =