Yue Fei (岳飞)

Yue Fei 1Merupakan seorang sosok yang terkenal dan seorang jenderal yang setia dan berjasa dalam peperangan melawan bangsa Jin / suku Nuzhen.

Yue Fei (岳飞) dilahirkan di desa Yunhe, Kabupaten Tangyin, Xiangzhou, pada tahun A.D. 1103 dari keluarga petani.

Ketika Yue Fei baru berumur tiga hari, banjir datang menyapu. Yue He, ayah Yue Fei, menyelamatkan istri dan anaknya dengan menaruh mereka di dalam tempayan besar. Sementara tempayan itu terapung, Yue He berpegangan pada pinggir tempayan dengan kedua tangannya.

Kehabisan tenaga dan tidak ingin menyusahkan istri dan anaknya membuat Yue He melepaskan diri dari tepi tempayan sehingga langsung lenyap ditelan banjir.

Tempayan tersebut hanyut hingga ke desa Qilin, Kabupaten Huang, Propinsi Hebei.

Yue Fei kecil dan ibunya selamat, dan ditampung oleh Wang Ming. Pada saat Wang Ming jatuh miskin, ibu Yue Fei pindah ke sebuah gubuk sederhana.

Untuk hidup, nyonya Yue, ibu Yue Fei, menenun. Yue Fei membantu dengan mengumpulkan kayu bakar dan rumput.

Sepulang dari bekerja, Yue Fei selalu belajar dengan tekun. Melihat hal itu ibu Yue Fei sangat sedih dan merasakan bahwa apa yang dipelajari Yue Fei tidaklah cukup, sehingga ia memberi uang kepada Yue Fei untuk membeli kertas dan pit. Nyonya Yue ingin memberikan pendidikan yang layak kepada anak satu-satunya.

Mengetahui kesusahan hidup yang dialami sang ibu, Yue Fei tidak membeli kertas dan pit, melainkan ia membawa pulang satu keranjang pasir dan beberapa ranting pohon.

Yue Fei 2Yue Fei lalu menebarkan pasir itu di atas meja dan meratakannya untuk dipakai sebagai “kertas”. Dengan ranting pohon, Yue Fei dengan bantuan ibunya mulai belajar menulis.

Zhou Dong, seorang bekas jenderal dan ahli sastra tertarik akan ketekunan dan bakat Yu Fei, sehingga Yue Fei kemudian diangkat menjadi anak angkat. Zhou Dong memberikan semua pengetahuan yang dimilikinya kepada Yue Fei.

Sebelum kepindahan dari desa Qilin ke Tangyin, Yue Fei menikah dengan putri Li Chun.

Menteri jahat dan licik yang selalu menindas dan membuat rakyat sengsara, membuat Yue Fei gagal dalam ujian kerajaan. Setelah kembali ke desa, Yue Fei menjadi seorang petani.

Xu Ren datang ke tempat tinggal Yue Fei dan meminta Yue Fei agar bersedia bergabung dengan tentara pada saat berdirinya Song Selatan, Yue Fei menerima.

Sebelum berangkat, ibu Yue Fei merajah punggung Yue Fei dengan kalimat “Jing Zhong Bao Guo” (Setia Mengabdi Kepada Negara).

Gunung Bapan merupakan tempat pertama dimana Yue Fei bertempur melawan bangsa Jin. Dengan kekuatan tentara Jin yang jauh lebih besar, Yue Fei mendapatkan kemenangan gemilang.

Dengan kepandaian ilmu strategi, Yue Fei berhasil menghancurkan 100.000 tentara Jin di Gunung Naga Hijau hanya dengan pasukan yang berjumlah kurang dari 1.000 prajurit.

Gunung Aihua menjadi saksi bisu kemenangan Yue Fei berikutnya setelah berhasil mengalahkan tentara Jin yang datang kembali dengan tujuan menguasai Tiongkok.

Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah berhasil dipadamkan Yue Fei, dengan hasil sebagian besar kepala pemberontak turut bergabung dengan Yue Fei untuk bahu membahu melawan Bangsa Jin.

Kemenangan demi kemenangan diraih Yue Fei sehingga namanya menggetarkan Bangsa Jin.

Yue Fei juga berhasil menyelamatkan Kaisar yang terkepung di Gunung Kepala Kerbau setelah ibukota jatuh ke tangan tentara Jin.

Setelah kedudukan militernya kuat, Yue Fei berniat menghancurkan Bangsa Jin hingga ke akar. Namun sayang rencana tersebut tidak pernah terwujud.

Komplotan pengkhianat mengatur siasat.

Kemenangan-kemenangan yang diraih Yue Fei lenyap. Keadaan gemilang yang ada menjadi debu yang ditiup angin.Makam Yue Fei

Selanjutnya, malapetaka terbesar datang. Tidak ada yang menyangka bahwa Jenderal besar yang mengabdikan diri sepanjang hidup dengan gagah dan setia kepada negara ini meninggal karena fitnah.

Sekitar 21 tahun kemudian, makam Yue Fei dipugar.

Yue Fei memang seorang pahlawan. Semangat dan pendirian Yue Fei pantas kita jadikan teladan.

“Biarlah mati membeku daripada merampas rumah orang lain, dan biarlah mati kelaparan daripada merampok” dan “Kita semua sama dalam melayani negara” adalah ungkapan-ungkapan Yue Fei yang layak dicontoh dan dihayati.

Rakyat mencintai dan menyayangi Yue Fei.

“Lebih mudah menggoncangkan gunung daripada pasukan Yue Fei”.

11 thoughts on “Yue Fei (岳飞)

  1. Pingback: Tionghoa » Yue He

  2. Pingback: Tionghoa » Hong Xian

  3. Pingback: Tionghoa » Chai Gui

  4. Pingback: Tionghoa » Li Chun

  5. Pingback: Tionghoa » Liu Guangshi

  6. Pingback: Tionghoa » Wang Ming

  7. Pingback: Tionghoa » Xu Ren

  8. Pingback: Tionghoa » Pendeta Zhiming

  9. Pingback: Tionghoa » Zong Ze

  10. Pingback: Tionghoa » Zhou Dong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *