Baju Doudu

Dalam tradisi bangsa Tionghoa, banyak hal yang dapat ditemukan asal usulnya, baik berupa cerita atau catatan sejarah. Kadang kala kita juga dapat mengetahuinya dari cerita-cerita rakyat dan legenda.

Pada kesempatan ini, marilah kita mengetahui sebuah latar belakang mengenai anak-anak bangsa Tionghoa yang memakai Baju Doudu yang telah mengukir kebiasaan pada anak-anak bangsa Tionghoa sampai saat ini.

Baju Doudu merupakan baju yang sederhana. Kesan yang ada saat pertama melihat adalah kesederhanaan, namun baju itu membutuhkan waktu untuk membuatnya. Pertama-tama anda harus memasang tali, lalu menggambar dan setelah itu menyulam dengan benang sutera yang berwarna-warni. Pernah juga keindahan baju itu menjadi ukuran keahlian seorang ibu dalam menyulam.

Saat ini, Doudu masih merupakan hal yang istimewa pada beberapa daerah, yang dapat menunjukkan kelincahan seorang anak dan kegembiraan menikmati udara sejuk pada musim panas, disamping itu juga merupakan tanda kesopanan dihadapan orang-orang. Tentunya ada satu hal utama yang membuat Doudu menjadi istimewa, semangat turun temurun. Salah satu cerita yang mendasari kejadian tersebut diulas pada tulisan ini.

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu hiduplah seorang janda yang memiliki satu orang anak laki-laki di sebuah desa terpencil. Pada suatu musim dingin, sang ibu terkena penyakit aneh. Satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan penyakit itu adalah sejenis ikan merah di sungai. Anak laki-lakinya yang baru berusia 4 tahun terlalu kecil untuk melaksanakan tugas itu. Namun anak itu ingin memperoleh ikan merah tersebut demi menyelamatkan sang ibu tercinta. Sungai yang ada tertutup oleh es yang tebal dan bahkan sangat susah bagi orang dewasa untuk menghadapinya. Anak itu menemukan sebuah cara unik yang diyakini dapat untuk menangkap ikan merah tersebut.

Pada alam yang bersalju, anak laki-laki kecil itu telanjang dan duduk pada es di permukaan sungai. Ketika orang-orang ingin mengetahui kenapa anak itu berbuat demikian. Demi mendapatkan ikan dalam es, anak laki-laki itu berusaha mencairkan es menjadi sebuah lubang menggunakan panas tubuhnya.

Waktu seakan tidak berakhir, namun anak laki-laki itu terus berusaha.

Pada saat anak laki-laki itu sudah tidak dapat melawan dinginnya alam, datanglah seorang tua dengan janggut yang panjang. Orang tua itu memberikan anak tersebut sebuah baju indah, yang akhirnya dikenal dengan nama Baju Doudu, dan meminta anak itu mengenakannya, lalu orang tua itu pergi.

Itu adalah pemberian ajaib. Meskipun hanya merupakan sebuah baju kecil, baju tersebut dapat membuat anak laki-laki tersebut tidak kedinginan, kehangatan menyelimuti anak laki-laki itu, bahkan es yang ada lama kelamaan meleleh dan membentuk sebuah lubang.

Anak laki-laki itu menangkap ikan merah dan memberikan kepada sang ibu, dan kemudian ibunya dapat sembuh.

Cerita keberanian anak laki-laki itu tersebar luas. Dan dikagumi oleh seluruh orang tua.

Sejak saat itu, para orang tua mengenakan baju Doudu pada anak-anak mereka. Mereka berharap agar sang anak dapat menjadi anak yang berbakti dan berani menghadapi masalah kehidupan.

Berjalannya waktu membuat beberapa perubahan terjadi pada baju Doudu tersebut, termasuk model yang ada. Saat ini baju tersebut hampir bisa dikatakan dibuat seluruhnya oleh mesin produksi.

Namun harapan agar kedamaian dan hidup bahagia selamanya, tetap dalam sanubari.

2 thoughts on “Baju Doudu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *