Raja Zhuangxiang dari Qin (秦庄襄王)

Spread the love

Raja Zhuangxiang dari Qin (秦庄襄王)

Raja Zhuangxiang dari Qin (Simplified: 秦庄襄王, Traditional: 秦莊襄王, Pinyin: Qín Zhuāng Xiāng Wáng) adalah raja dari Negara Qin (Simplified: 秦国, Traditional: 秦國, Pinyin: Qín Guó) selama masa Negara-Negara Berperang. Qín Zhuāng Xiāng Wáng memiliki nama lahir Ying Yiren (Simplified: 嬴异人, Traditional: 嬴異人, Pinyin: Yíng Yìrén).

Yíng Yìrén adalah putra dari Ying Zhu (Simplified: 嬴柱, Traditional: 嬴柱, Pinyin: Yíng Zhù), dikenal juga sebagai Pangeran Anguo (Simplified: 安国君, Traditional: 安國君, Pinyin: Ān Guó Jūn).

Saat muda, Yíng Yìrén dikirim ke Negara Zhao (Simplified: 赵国, Traditional: 趙國, Pinyin: Zhào Guó) sebagai sandera bagi perdamaian antara Negara Qin dengan Negara Zhao.

Pada saat berada di Negara Zhao, Yíng Yìrén berkenalan dengan Lü Buwei (Simplified: 吕不韦, Traditional: 呂不韋, Pinyin: Lǚ Bùwéi), seorang pedagang kaya dari Negara Wei (Simplified: 卫国, Traditional: 衞國, Pinyin: Wèi Guó). Meskipun pada saat itu, Yíng Yìrén hanya salah satu dari 20 putra Pangeran Anguo dan sedang ditawan di Negara Zhao, namun Lǚ Bùwéi memiliki pandangan bahwa Yíng Yìrén adalah orang yang luar biasa dan memiliki potensi besar menjadi Raja Qin.

Lǚ Bùwéi memperlakukan Yíng Yìrén dengan baik dan hormat. Pangeran Yiren jatuh cinta pada pandangan pertama dengan selir Lǚ Bùwéi dan Lǚ Bùwéi setuju menyerahkan selirnya untuk menjadi istri Yiren, yang kemudian dikenal sebagai Nyonya Zhao, Zhao Ji (Simplified: 赵姬, Traditional: 趙姬, Pinyin: Zhào Jī).

Zhào Jī kemudian melahirkan seorang putra bagi Yíng Yìrén, yang diberi nama Ying Zheng (Simplified: 嬴政, Traditional: 嬴政, Pinyin: Yíng Zhèng).

Melalui hadiah dan intrik, Lǚ Bùwéi akhirnya berhasil membawa kembali Yíng Yìrén pulang ke Negara Qin.

Lǚ Bùwéi mengetahui bahwa Pangeran Anguo sangat menyayangi Nyonya Hua Yang (Simplified: 华阳夫人, Traditional: 華陽夫人, Pinyin: Huá Yáng Fū Rén), namun Pangeran Anguo tidak memiliki anak dengan Nyonya Huá Yáng.

Melalui kakak Nyonya Huá Yáng, Lǚ Bùwéi berusaha mendekati Nyonya Huá Yáng. Kakak Nyonya Huá Yáng berkata kepada Nyonya Huá Yáng bahwa meskipun Pangeran Anguo sangat menyukai dirimu, namun kamu tidak memiliki anak. Bagaimana jika kamu tua nanti? Lebih baik kamu mengadopsi salah satu anaknya. Apabila Pangeran Anguo wafat, anak angkatmu akan mendapatkan takhta dan kamu menjadi ibu suri.

Nyonya Huá Yáng setuju dan mengadopsi Yíng Yìrén sebagai anak angkatnya. Karena Nyonya Huá Yáng berasal dari Negara Chu (Simplified: 楚国, Traditional: 楚國, Pinyin: Chǔ Guó), dia mengganti nama Yíng Yìrén menjadi Yíng Zichu (Simplified: 嬴子楚, Traditional: 嬴子楚, Pinyin: Yíng Zi Chǔ), Zichu berarti anak dari Chu.

Pangeran Anguo kemudian naik takhta dengan gelar Raja Xiaowen dari Qin (Simplified: 秦孝文王, Traditional: 秦孝文王, Pinyin: Qín Xiào Wén Wáng) dan Yíng Zi Chǔ menjadi Putra Mahkota. Pada saat Raja Xiaowen meninggal dunia, Yíng Zi Chǔ mewarisi takhta sebagai Raja Zhuangxiang dari Qin. Lǚ Bùwéi diangkat sebagai Perdana Menteri dan mendapat gelar Marquis Wenxin (Simplified: 文信侯, Traditional: 文信侯, Pinyin: Wén Xìn Hóu).

Raja Zhuangxiang hanya bertakhta dalam waktu 3 tahun, dan kemudian digantikan oleh Yíng Zhèng, yang akhirnya dapat mempersatukan seluruh Dataran Tengah dan bergelar Kaisar Qin Shi Huang (Hanzi: 秦始皇, Pinyin: Qín Shǐ Huáng).


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =