Asal Usul Huruf Tionghoa

Cang Jie (仓颉) adalah petugas pencatat resmi Kaisar Huang Di (黄帝), yang bertugas mencatat persediaan ternak dan bahan-bahan makanan.

Dikarenakan jumlah ternak dan bahan-bahan makanan yang terus bertambah, maka metode pencatatan yang sudah ada, yaitu dengan menggunakan simpul-simpul pada tali tambang, menjadi suatu yang merepotkan.

Metode pencatatan dengan simpul-simpul pada tali tambang adalah dengan membuat sebuah simpul setiap kali terdapat penambahan jumlah, dan sebaliknya setiap jumlah berkurang maka harus membuka sebuah simpul.

Akhirnya Cang Jie (仓颉) menemukan cara pencatatan dengan menggunakan kulit kerang. Saat jumlah bertambah maka kulit kerang akan ditambahkan, demikian pula sebaliknya.

Melihat kemahiran Cang Jie (仓颉) maka Kaisar Huang Di (黄帝) menambah tanggung jawabnya.

Cang Jie (仓颉) menerima tugas tersebut, tetapi langsung berpikir bahwa metode pencatatan dengan simpul-simpul tali tambang dan kulit kerang menjadi tidak efektif lagi, dikarenakan semakin banyak yang harus dicatat.

Pada suatu hari, Cang Jie (仓颉) mengikuti rombongan pemburu.

“Ayo kita menuju timur, kita akan menemukan rusa,” kata seorang pemburu.

Pemburu lain berkata, “Sebaiknya kita ke utara, dua harimau baru saja ke utara.”

“Sebaiknya kita ke barat jika ingin mendapatkan babi hutan”, kata pemburu yang lain.

Cang Jie (仓颉) lalu bertanya, “Ketua, bagaimana kalian dapat mengetahui keberadaan hewan-hewan tersebut?”

“Apakah Anda melihat jejak kaki hewan yang berbeda-beda di atas tanah?”, jawab sang ketua sambil balik bertanya.

Jawaban tersebut memberikan ide bagi Cang Jie (仓颉) untuk memecahkan masalah pencatatan yang sedang dia alami. “Benar sekali, aku harus menggunakan simbol-simbol yang berbeda-beda terhadap setiap hal yang harus dicatat”, pikir Cang Jie (仓颉).

Kemudian Cang Jie (仓颉) membuat simbol-simbol yang berbeda dan mudah dimengerti , sehingga pekerjaan pencatatan menjadi semakin mudah.

Kaisar Huang Di (黄帝) sangat gembira, “Cang Jie, simbol-simbol yang kamu pergunakan sangat bermanfaat. Ajarkan kepada yang lain.”

Semakin lama, penggunaan simbol-simbol menjadi hal yang umum sebagai cara pencatatan dan berkomunikasi. Hal ini membuka jalan bagi terwujudnya huruf Tionghoa yang kita kenal saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *