Permaisuri Dua Dinasti : Yang Xianrong (羊献容)

Spread the love

Permaisuri Dua Dinasti : Yang Xianrong (羊獻容)

Yang Xianrong (Simplified: 羊献容, Traditional: 羊獻容, Pinyin: Yáng Xiàn Róng) memiliki nama gelar Permaisuri Xianwen (獻文皇后), yang secara harfiah berarti Permaisuri yang Bijaksana dan Sopan, pada masa Dinasti Zhao Terdahulu.

Yang Xianrong (羊獻容) adalah seorang permaisuri yang unik dalam sejarah Tiongkok, karena menjadi permaisuri untuk dua kerajaan dan dua kaisar yang berbeda. Suami pertamanya adalah Kaisar Hui dari Jin Barat (晉惠帝), dan suami keduanya adalah Liu Yao dari Zhao Terdahulu. Yang lebih unik adalah fakta bahwa Yang Xianrong (羊獻容) digulingkan empat kali dan dipulihkan empat kali sebagai permaisuri Jin, bahkan lima kali, jika dihitung perebutan kekuasaan singkat oleh Sima Lun terhadap suaminya pada tahun 301.

Yang Xianrong (羊獻容) berasal dari daerah Taishan. Ayah Yang Xianrong adalah pejabat tingkat menengah bernama Yang Xuanzhi (羊玄之). Kakek dari pihak ibu adalah Jenderal Sun Qi (孫旂), yang merupakan kerabat jauh Sun Xiu (孫秀), kepala strategi Sima Lun (Simplified: 司马伦, Traditional: 司馬倫), Pangeran Zhao (Simplified: 赵王, Traditional: 趙王).

Oleh karena itu, setelah Sima Lun dan Sun menggulingkan Permaisuri Jia Nanfeng (賈南風) pada tahun 300, Sun memilih Yang Xianrong sebagai permaisuri baru bagi Kaisar Hui.

Setelah Sima Lun secara singkat merebut takhta pada tahun 301 tetapi kemudian dikalahkan oleh Sima Jiong (司馬冏), Pangeran Wumin dari Qi (齊武閔王), dan Sima Ying (司馬穎), Pangeran Chengdu (成都王), baik Sun Xiu dan Sun Qi terbunuh, bersama dengan klan mereka. Namun ayah Permaisuri Yang, Yang Xuanzhi, tetap mendapatkan promosi.

Yang Xuanzhi mati ketakutan pada tahun 303, karena persahabatannya dengan Sima Ai (司馬乂), Pangeran Li dari Changsha (長沙厲王), digunakan sebagai alasan bagi Sima Ying dan Sima Yong (司馬顒), Pangeran Hejian (河間王), untuk menyerang Sima Ai.

Dikarenakan Kaisar Hui terus menerus selalu hanya menjadi pion bagi para pangeran selama Perang Delapan Pangeran, menyebabkan Permaisuri Yang hanya memiliki sedikit pengaruh. Permaisuri Yang sering digunakan sebagai alasan untuk tindakan konspirator tertentu, dan selama rentang dari tahun 304 hingga 306, Yang Xianrong digulingkan empat kali dan dipulihkan empat kali, sering bersamaan dengan kekayaan keponakan suaminya, Sima Qin (司馬覃), yang merupakan putra mahkota.

Yang Xianrong hampir terbunuh setelah digulingkan keempat kalinya pada tahun 305, dikarenakan Sima Yong yang pada saat itu menahan Kaisar Hui di Chang’an (Simplified: 长安, Traditional: 長安) dan meninggalkan Yang Xianrong di ibu kota Luoyang (洛阳), sehingga Yang Xianrong menjadi yakin bahwa dirinya dapat dengan mudah digunakan sebagai alat oleh lawan-lawannya.

Sima Yong memerintahkan bahwa Yang Xianrong harus melakukan bunuh diri. Gubernur wilayah ibu kota yang bernama Liu Tun (劉暾) mengirimkan petisi untuk menyelamatkan nyawa Yang Xianrong. Dimana hal ini hampir membuat Liu Tun kehilangan nyawanya, karena Sima Yong memerintahkan agar Liu Tun ditangkap, sehingga Liu Tun nyaris tidak bisa melarikan diri dengan selamat. Namun, setelah petisi Liu Tun, untuk alasan yang tidak jelas, Sima Yong membatalkan perintah untuk memaksa Yang Xianrong bunuh diri.

Pada tahun 306, saat Perang Delapan Pangeran hampir berakhir dan Kaisar Hui diizinkan kembali ke Luoyang setelah Sima Yue (司馬越), Pangeran Xiaoxian dari Donghai (東海孝獻王), mengalahkan Sima Yong, Kaisar Hui menyambut kembali Yang Xianrong sebagai permaisurinya. Namun, pada awal 307, Kaisar Hui diracun sampai mati. Kebanyakan sejarawan percaya bahwa Sima Yue berada di balik peracunan tersebut, tetapi tidak ada bukti konklusif.

Pewaris yang diakui adalah saudara Kaisar Hui, Sima Chi (司馬熾), sang putra mahkota, tetapi Permaisuri Yang, percaya bahwa dia tidak akan dihormati sebagai janda permaisuri jika dia saudara ipar mewarisi takhta, mencoba agar Sima Qin dinyatakan sebagai kaisar, namun ditolak oleh Sima Yue, dan Putra Mahkota Chi berhasil naik takhta sebagai Kaisar Huai (Simplified晋怀帝, Traditional: 晉懷帝, Pinyin: Jìn Huái Dì).

Upaya Yang Xianrong menunjuk Sima Qin sebagai pewaris takhta kemungkinan besar menjadi penyebab Sima Qin kehilangan nyawa pada tahun 308, karena Sima Yue mengeksekusinya.

Kaisar Huai menghormati Yang Xianrong (羊獻容) dengan gelar Permaisuri Hui, tetapi bukan janda permaisuri.

Selama masa pemerintahannya, Kaisar Huai sendiri tidak memiliki banyak kekuasaan, karena kekuasaan dipegang oleh Sima Yue. Demikian pula dengan pengaruh Yang Xianrong dalam pemerintahan sangat minimal.

Setelah Sima Yue meninggal pada tahun 311, pasukan Jin berantakan dan tidak dapat melindungi Luoyang lebih jauh. Luoyang segera jatuh ke tangan tentara Han Utara yang dipimpin oleh Jenderal Huyan Yan (呼延晏), Wang Mi (王彌), Shi Le (石勒), dan Liu Yao, Pangeran Shi’an. Liu Yao membakar sebagian besar Luoyang dan mengeksekusi sejumlah besar pejabat Jin, tetapi tidak membunuh Permaisuri Yang, sebaliknya, Liu Yao mengambil Yang Xianrong sebagai istrinya sendiri.

Liu Yao memiliki nama kehormatan Yongming (永明), adalah kaisar terakhir dari Dinasti Zhao Terdahulu, sebuah dinasti di Tiongkok yang dipimpin suku Xiongnu. Liu Yao menjadi kaisar pada tahun 318 setelah sebagian besar anggota keluarga kekaisaran klan Liu dibantai oleh Jin Zhun (靳準) dalam sebuah kudeta. Pada tahun 319, Liu Yao mengubah nama dinasti dari Han (Han Utara, 北漢) menjadi Zhou, yang kemudian dikenal sebagai Zhou Terdahulu.

Liu Yao (劉曜) dan Yang Xianrong (羊獻容) memiliki tiga orang anak lelaki, yaitu Liu Xī (劉熙), Liu Xí (劉襲), dan Liu Chan (劉闡).

Pada tahun 319, Liu Yao mengangkat Yang Xianrong sebagai permaisuri dan putranya Liu Xī sebagai putra mahkota. Suatu kali, Liu Yao bertanya kepada Yang Xianrong : “Bagaimana saya dibandingkan dengan pria Sima?” Tanggapan Yang Xianrong adalah:

“Bagaimana bisa ada perbandingan? Yang Mulia adalah penguasa cerdas yang membangun kerajaan, sementara dia adalah seorang idiot yang menghancurkan kerajaannya. Dia hanya memiliki satu istri dan satu putra dan tidak dapat melindungi keduanya. Dia adalah seorang kaisar yang terhormat, tetapi dia membiarkan istri dan putranya dihina di tangan rakyat jelata. Pada saat itu, yang saya inginkan hanyalah kematian, dan saya tidak tahu bahwa saya akan memiliki hari ini. Saya lahir dari keluarga bangsawan, tetapi saya pikir semua pria seperti dia. Hanya setelah aku menikah denganmu, aku baru tahu seperti apa pria sejati itu.”

Liu Yao sangat menyukai Yang Xianrong, dan Yang Xianrong juga dilibatkan dalam urusan pemerintahan. Yang Xianrong meninggal pada tahun 322. Putranya Liu Xī terus menjadi putra mahkota, tetapi baik Liu Yao dan Liu Xī dibunuh oleh Shi Le setelah Zhao Terdahulu jatuh ke tangan Zhao Akhir pada tahun 329.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 1 =