Raja Zhaoxiang dari Qin (秦昭襄王)

Spread the love

Raja Zhaoxiang dari Qin (秦昭襄王)

Raja Zhaoxiang dari Qin (Simplified: 秦昭襄王, Traditional: 秦昭襄王, Pinyin: Qín Zhāo Xiāng Wáng) terlahir dengan nama Ying Ji (Simplified: 嬴稷, Traditional: 嬴稷, Pinyin: Yíng Jì).

Putra dari Raja Huiwen dari Qin (Simplified: 秦惠文王, Traditional: 秦惠文王, Pinyin: Qín Huì Wén Wáng) dan Ibu Suri Xuan (Simplified: 宣太后, Traditional: 宣太后, Pinyin: Xuān Tài Hòu). Adik tiri dari Raja Wu dari Qin (Simplified: 秦武王, Traditional: 秦武王, Pinyin: Qín Wǔ Wáng).

Raja Zhaoxiang memerintah selama 57 tahun dan mencatatkan prestasi gemilang bagi Negara Qin (Simplified: 秦国, Traditional: 秦國, Pinyin: Qín Guó). Selama masa pemerintahannya, Negara Qin berhasil merebut ibukota Negara Chu, menaklukkan Yiqu di Xirong, mengalahkan tentara Zhao, dan menggulingkan Dinasti Zhou Timur.

Ekspansi yang agresif bersamaan dengan taktik melemahkan negara-negara saingan lainnya membuka jalan bagi penyatuan Dataran Tengah di tangan cicitnya, Ying Zheng (Simplified: 嬴政, Traditional: 嬴政, Pinyin: Yíng Zhèng).

Yíng Jì lahir pada 325 SM dari selir tingkat rendah dari Raja Huiwen yang bergelar Mi Ba Zi (Simplified: 芈八子, Traditional: 羋八子, Pinyin: Mǐ Bā Zi). Sebagai anak dari selir, Yíng Jì tidak menduduki prioritas dalam garis suksesi. Karena Negara Qin menerapkan sistem bahwa pangeran akan mendapatkan tanah kekuasaan berdasarkan prestasi perang, maka sebagai anak dibawah umur yang belum pernah maju perang, Yíng Jì tidak memiliki tanah kekuasaan.

Yíng Jì dikirim ke Negara Yan (Simplified: 燕国, Traditional: 燕國, Pinyin: Yàn Guó) sebagai sandera politik, bersama dengan ibunya, Mǐ Bā Zi, yang diasingkan setelah kematian Raja Huiwen.

Pada tahun 307 SM, Raja Wu dari Qin, kakak tiri Yíng Jì, meninggal secara tiba-tiba karena patah tulang kering setelah berusaha memamerkan kekuatan fisiknya di Istana Zhou. Raja Wu meninggal muda tanpa anak, sehingga menempatkan Negara Qin dalam krisis suksesi, dengan sejumlah pangeran berusaha merebut takhta.

Saat itu Yíng Jì masih menjadi sandera di Negara Yan dan tidak merupakan kandidat unggulan untuk suksesi. Dengan dukungan beberapa orang terdekat, Yíng Jì kemudian berusaha pulang ke Negara Qin. Negara Zhao yang merupakan rute perjalanan antara Negara Yan menuju Negara Qin juga memberi jalan, dengan harapan kekacauan suksesi di Negara Qin semakin parah sehingga semakin melemahkan Negara Qin, yang berbatasan langsung dengan Negara Zhao.

Dengan dukungan paman pihak ibu yang bernama Wei Ran (Simplified: 魏冄, Traditional: 魏冄, Pinyin: Wèi Rǎn) yang memegang kekuatan militer cukup signifikan, Yíng Jì berusaha mengambil takhta. Wèi Rǎn berhasil menekan banyak lawan keponakannya dan ini membuka jalan bagi Yíng Jì untuk mendapatkan takhta sebagai Raja Zhaoxiang di usia 18 tahun.

Karena Raja Zhaoxiang belum dewasa secara usia hukum, belum berusia 20 tahun, maka ibunya, Mǐ Bā Zi, menjadi wali. Mǐ Bā Zi kemudian menjadi Ibu Suri Xuan.

Didukung Wèi Rǎn, Mi Rong (Simplified: 芈戎, Traditional: 羋戎, Pinyin: Mǐ Róng), adik Mǐ Bā Zi, serta Pangeran Kuī (公子悝), Ying Kui (Simplified: 嬴悝, Traditional: 嬴悝, Pinyin: Yíng Kuī), dan Pangeran Fu (公子巿), Ying Fu (Simplified: 嬴巿, Traditional: 嬴巿, Pinyin: Yíng Fú), yang dikenal sebagai Empat Bangsawan (四贵), Raja Zhaoxiang berhasil menstabilkan pemerintahan dan membawa Negara Qin menuju kemakmuran.

Raja Zhaoxiang meninggal pada usia 75 tahun pada tahun 251 SM, hidup lebih lama dari putra sulungnya yang meninggal pada tahun 267 SM saat menjadi sandera di Negara Wei (Simplified: 魏国, Traditional: 魏國, Pinyin: Wèi Guó). Takhta Raja Zhaoxiang diteruskan oleh putra keduanya, Ying Zhu (Simplified: 嬴柱, Traditional: 嬴柱, Pinyin: Yíng Zhù), yang naik takhta sebagai Raja Xiaowen dari Qin (Simplified: 秦孝文王, Traditional: 秦孝文王, Pinyin: Qín Xiào Wén Wáng).

Memerintah selama 57 tahun, meskipun membuat banyak kesalahan selama masa-masa terakhir pemerintahannya, Raja Zhaoxiang mencatatkan prestasi luar biasa atas agresi yang sangat penting dalam mengkonsolidasi Negara Qin sebagai kekuatan militer dominan selama akhir masa Negara-Negara Berperang.

Dominasi militer strategis yang dicapai Raja Zhaoxiang membuka jalan bagi penyatuan Dataran Tengah di bawah cicitnya, Ying Zheng (Simplified: 嬴政, Traditional: 嬴政, Pinyin: Yíng Zhèng).


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 19 =