Rumput Liar dan Ilalang

Spread the love

Rumput Liar

Didalam percakapannya dengan seorang muridnya, Meng Tze, yang dikenal juga sebagai Mencius atau Mengzi (孟子), berkata: “Diatas bukit ada sebuah jalan setapak yang sempit, apabila setiap hari dilalui oleh manusia, maka jalan setapak itu akan semakin lebar, namun apabila tidak pernah dilalui manusia, maka tak lama kemudian jalan setapak itu akan hilang, karena ditumbuhi oleh rumput liar dan ilalang.”

Demikian juga didalam kehidupan manusia, moralitas manusia seperti jalan setapak itu, setiap saat harus selalu kita jalani, selalu kita revisi, selalu kita kembangkan, karena kalau kita lengah, kalau kita tidak pernah memperhatikan pelaksanaannya didalam kehidupan kita, maka akan segera tertutup oleh pikiran-pikiran picik, tertutup oleh keserakahan, tertutup oleh kemunafikan, tertutup oleh ke-bejad-an moral, yang akan menenggelamkan kebajikan kita, menutupi mata hati kita .

Moralitas yang baik, tidak dapat diperoleh hanya dengan duduk diam, tidak dapat dicapai hanya dengan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, lebih lagi tidak dapat dicapai hanya dengan merenung saja.

Moralitas yang baik, seperti jalan setapak yang setiap hari harus kita lalui, sehingga kita akan membuatnya selalu terpelihara, semakin lama semakin lebar dan mengendap di hati nurani kita, menjadi alur kehidupan yang tertanam dalam, menjadi kebajikan yang secara alami mengalir, sebening air sungai yang memberi kehidupan bagi sekitarnya.

Merevisi moral harus melalui pelaksanaan didalam kehidupan sehari-hari, sedikit demi sedikit, melalui usaha yang tidak kenal lelah, melalui pengolahan bathin, melalui peneropongan diri, melalui pengertian tentang kebenaran alami, melalui tuntunan Jalan kehidupan alam semesta.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 16 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.