Keruntuhan Dinasti Han Timur

Spread the love

Peta Dinasti Han Timur

Dinasti Han Timur dimulai saat Liu Xiu (Simplified: 刘秀, Traditional: 劉秀, Pinyin: Liú Xiù) mengalahkan Wang Mang (Hanzi: 王莽, Pinyin: Wáng Mǎng) dan naik takhta menjadi Kaisar Guangwu (Simplified: 汉光武帝, Traditional: 漢光武帝, Pinyin: Hàn Guāng Wǔ Dì).

Selama pertempuran melawan Wang Mang, Kerajaan Goguryeo menduduki beberapa wilayah. Trung Bersaudari melancarkan pemberontakan di Vietnam, meskipun akhirnya bisa dikalahkan oleh Jenderal Ma Yuan (Simplified: 马援, Traditional: 馬援, Pinyin: Mǎ Yuán). Cekungan Tarim ditaklukkan oleh Xiongnu Utara dan dipergunakan sebagai pangkalan untuk menyerang Koridor Hexi di Gansu.

Peperangan dimana-mana dan rakyat hidup susah, menyebabkan Dinasti Han Timur akhirnya tidak bertahan.

Penguasa Lokal dan Pemberontakan Rakyat Pada Awal Dinasti Han Timur

Kekuasaan Berada di Tangan Kerabat dan Kasim

Para kaisar setelah Kaisar Zhang (Simplified: 汉章帝, Traditional: 漢章帝, Pinyin: Hàn Zhāng Dì) umumnya naik takhta dalam usia yang sangat muda, sehingga sang ibu berperan sebagai wali. Untuk mempertahankan posisi dan kekuasaan, ibu kaisar banyak mengangkat kerabat untuk menduduki posisi penting. Hal ini menyebabkan kekuasaan dan kekuatan terpusat pada kerabat dari pihak ibu. Ketika kaisar tumbuh dewasa, mau tidak mau akan bergantung kepada para kasim untuk mengambil alih kekuasaan. Akibatnya sering terjadi pertikaian antara kerabat pihak ibu dengan para kasim.

Pada saat para kasim menguasai istana, mereka mencari keuntungan pribadi dan banyak melakukan perbuatan tercela. Banyak ilmuwan dan murid akademi kerajaan yang mengkritik masalah ini ditangkap dan dihukum seumur hidup, sedangkan murid-murid dan kerabat mereka disingkirkan dari jabatan. Sejak itu istana kehilangan banyak orang berbakat, yang mempercepat keruntuhan Dinasti Han Timur.

Pemberontakan Sorban Kuning

Pemberontakan Sorban Kuning, juga terkadang disebut juga sebagai Pemberontakan Selendang Kuning atau Pemberontakan Ikat Kepala Kuning, adalah pemberontakan petani di Tiongkok melawan Dinasti Han Timur. Pemberontakan pecah pada tahun 184 pada masa pemerintahan Kaisar Ling (Simplified: 汉灵帝, Traditional: 漢靈帝, Pinyin: Hàn Líng Dì). Pemberontakan mendapatkan namanya dari warna kain yang dikenakan para pemberontak di kepala mereka. Pemberontakan Sorban Kuning menghancurkan kantor pejabat, menyita harta para tuan tanah, dan membuka lumbung untuk menolong rakyat yang kelaparan.

Meskipun pemberontakan utama berhasil dipadamkan pada tahun 185, kantong-kantong perlawanan terus berlanjut dan pemberontakan-pemberontakan yang lebih kecil muncul di tahun-tahun berikutnya. Butuh waktu 21 tahun sampai pemberontakan sepenuhnya ditekan pada tahun 205.

Dong Zhuo Memasuki Ibukota

Pada saat Kaisar Shao (Simplified: 汉少帝, Traditional: 漢少帝, Pinyin: Hàn Shǎo Dì) naik takhta, adik Ibu Suri He yang bernama He Ji (Simplified: 何進, Traditional: 何進, Pinyin: Hé Jìn) menjadi wali. Untuk menghapus para kasim, He Jin bersekutu dengan Yuan Shao (Simplified: 袁绍, Traditional: 袁紹, Pinyin: Yuán Shào). Teteapi rencana He Jin gagal, He Jin terbunuh oleh jebakan para kasim, dan kemudian bawahan He Jin membunuh para kasim untuk balas dendam.

Kekacauan ini menyebabkan terjadi kekosongan kekuasaan dan berhasil dimanfaatkan oleh Dong Zhuo (Hanzi: 董卓, Pinyin: Dǒng Zhuō) dengan memonopoli kekuasaan. Dong Zhuo menyingkirkan Kaisar Shao dan mengangkat Kaisar Xian. Namun kekuasaan dikendalikan oleh Dong Zhuo, sehingga Dinasti Han Timur hanya tinggal nama.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =