Asal Usul Marga Lu (芦)

Asal Usul Marga Lu (芦)

Nama marga: Lu
Pinyin: Lú
Hanzi (Simplified): 芦
Hanzi (Traditional): 蘆
Penulisan lain:
– Lo (Kanton)
– Lou (Kanton)

Dinasti Wei Utara didirikan oleh klan Touba (拓拔) dari etnis Xianbei (鲜卑). Dinasti Wei Utara memerintah Tiongkok bagian utara pada tahun 386 hingga 534 (de jure hingga 535).

Salah satu penguasa terkenal dari Dinasti Wei Utara adalah Kaisar Xiaowen (孝文). Nama lahir Kaisar Xiaowen (孝文) adalah Tuoba Hong (拓拔宏). Kaisar Xiaowen (孝文) baru berusia lima tahun saat dia naik takhta, sehingga neneknya, Ibu Suri Feng, bertindak sebagai wali.

Ibu Suri Feng mengajarkan kesederhanaan. Dia tidak mengenakan pakaian mewah dan makan secukupnya.

Pada tahun 494, Kaisar Xiaowen (孝文) mulai menangani urusan negara secara langsung. Untuk menyatukan Wei Utara, Kaisar Xiaowen (孝文) menganggap bahwa penting untuk menyerap kebudayaan Daratan Tengah (Tiongkok) dan melakukan reformasi terhadap adat istiadat kuno.

Kaisar Xiaowen (孝文) memindahkan ibukota Wei Utara dari Pingcheng (平城) ke Luoyang (洛阳). Luoyang (洛阳) telah dikenal sebagai salah satu pusat utama kebudayaan Tiongkok.

Beberapa kebijaksanaan reformasi juga dilakukan. Kostum etnis Xianbei ditinggalkan dan diganti dengan kostum Han. Bahasa Xianbei diganti dengan Bahasa Han. Orang Xianbei didorong untuk menikah dengan etnis Han. Nama marga etnis Xianbei diadaptasi menjadi nama marga etnis Han.

Salah satunya adalah suku Molu (莫芦) yang mengadaptasi nama marga Lu (芦).

Pada masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing, banyak rakyat dari etnis Zhuang, Yao dan Miao mengadopsi nama marga Lu (芦).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *