Selayang Pandang Tentang Sembahyang Kepada Dewa-Dewi

Spread the love

Sembahyang di Kelenteng

Diantara kita sebagai umat yang percaya akan adanya Dewa-Dewi, mungkin pernah bertanya-tanya didalam hati, apakah doa yang saya panjatkan di dengar oleh Dewa-Dewi? Pernah suatu hari kita benar-benar butuh pertolongan Dewa-Dewi, tetapi mengapa Dewa-Dewi tidak kunjung memberikan pertolongannya?

Lalu mungkin ada timbul suatu kebimbangan di dalam hati, jangan-jangan Dewa-Dewi tidak mendengarkan doa saya? Jangan-jangan Dewa-Dewi tidak ada? Atau mungkin tidak pernah ada!

Perlu disadari bahwa kesimpulan dini yang kita buat tentang ada atau tidak adanya Dewa Dewi kita bukan merupakan suatu acuan tentang keberadaan Beliau.

Ada berarti kita bisa merasakan keberadaan Beliau, dan tidak ada bila kita tidak bisa merasakan keberadaannya, yang pasti Dewa-Dewi memang tetap ada.

Kepekaan serta minimnya hubungan batin kita dengan Dewa-Dewi yang membuat jarak antara kita dengan Dewa-Dewi Tao.

Mengutip dari Kitab Suci Maha Dewa Tai Shang Lao Jun (太上老君真经): Bahwa Dewa-Dewi kita tidaklah jauh letaknya, kira kira 3 meter diatas kepala kita.

Jelas sekali bahwa Dewa-Dewi selalu berada disekitar kita, hanya diri kitalah yang tidak peka akan keberadaan Beliau.

Mengenai mengapa doa permohonan kita tidak dikabulkan atau seolah tidak didengarkan oleh Dewa-Dewi, tidak lah demikian adanya.

Perlu kita tengok kembali, apakah doa yang kita panjatkan “Sudah didasari dengan ketulusan dan kemantapan hati kita?”

Terkadang kita menyampaikan kata kata dalam doa kita dengan susunan kalimat yang tidak tepat. Mungkin dipengaruhi oleh emosi jiwa kita saat itu.

Namun apakah semua doa kita akan dikabulkan? Nah ini merupakan rahasia alam yang sulit dijabarkan.

Namun bila kita tilik tentang kearifan dan keagungan Dewa-Dewi, Beliau amatlah bijak didalam menanggapi persoalan yang kita alami. Seringkali kita terlalu manja atau kekanak-kanakan dalam menghadapi suatu persoalan. Sedikit sedikit cengeng minta bantuan Dewa-Dewi,tanpa mau berusaha dengan sekuat tenaga.

Kita sebagai manusia yang dikaruniai akhlak yang begitu tinggi, dan merupakan tertinggi derajatnya dibandingkan dengan mahluk lainnya, sudah seyogyanya untuk mempergunakan dengan baik.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − fifteen =