Merubah Nasib Sendiri

Spread the love

Permainan Tradisional - 656

Di Tiongkok sana, terdapat seseorang Daoshi (Tao Se), Guru Tao, yang pandai membaca wajah orang.

Suatu hari Daoshi tersebut berkunjung ke rumah hartawan yang baik hati. Ketika melihat seorang pembantu laki-laki kecil yang kelihatan manis dan telaten, Daoshi tersebut menasihati hartawan tersebut untuk melepaskan pelayannya, karena di masa depan, pelayan tersebut nasibnya tidak baik dan akan menyulitkan tuannya.

Karena sudah terlanjur cocok dengan pelayan tersebut, dengan berat hati, hartawan tersebut akhirnya memberhentikan pelayan kecil itu. Setelah dikeluarkan, pelayan kecil tersebut mempertahankan hidup dengan bekerja serabutan. Dia menjadi buruh harian dan pekerjaan lainnya.

Suatu hari ia bermalam di sebuah kuil tua yang sudah tidak ditempati orang. Saat ia mau merebahkan diri, ia melihat jubah usang dengan beberapa ratus ons emas dan perak. Awalnya dia ingin mengambilnya. Namun kemudian ia berpikir bahwa nasibnya sudah tidak baik karena dipecat. Kalau sekarang ia memiliki hati yang serakah dan mengambil milik orang lain, Dewa-Dewi pasti tambah tidak suka dan nasibnya akan tambah buruk.

Oleh karena itu, ia memutuskan untuk tinggal di kuil, menjaga barang itu dan menunggu pemilik barang datang kembali.

Saat fajar, seorang wanita menangis datang dengan lengan menutupi wajahnya, memandang sekeliling, berjalan mondar-mandir dan tampak bingung. Anak itu bertanya padanya. Wanita itu menjawab, “Suami saya adalah seorang prajurit. Dia sekarang di penjara dan akan dibunuh oleh musuh. Saya kenal penjaga penjara musuh dan ia menginginkan tebusan. Lalu saya menjual semua barang mendapatkan emas dan perak, agar bisa menebus suami saya. Kemarin saya datang ke sini dan membungkusnya dalam jubah tetapi tertinggal di sini. Sekarang saya tidak bisa menemukannya dan suami saya pasti akan mati.”

Si anak bertanya lebih detil tentang potongan emas dan perak tersebut. Setelah dia yakin bahwa jubah tersebut milik wanita ini, dia mengembalikan jubah padanya.

Wanita itu sangat berterima kasih dan ingin memberinya sesuatu sebagai hadiah. Anak itu menolak menerimanya. Wanita itu membawa uang pulang dan kemudian suaminya dibebaskan.

Wanita ini tidak bisa melupakan kebaikan anak itu, kemana-mana ia menceritakan kisahnya. Seorang komandan polisi mendengar ceritanya dan mengirim seseorang untuk mencari anak ini.

Karena ia sudah tua dan tidak punya anak, ia menyukai kecerdasan dan kebajikan anak itu, sehingga ia mengadopsi sebagai anaknya dan disekolahkan menjadi polisi. Setelah lulus, anak ini berkarir di kepolisian dengan sangat cemerlang.

Beberapa tahun kemudian, komandan pensiun dan anak angkat ini mengambil alih posisinya. Sebelum diangkat menjadi komandan polisi, anak itu ingin pulang dan mengunjungi mantan tuannya.

Hartawan tersebut mengeluh, “Keterampilan membaca wajah Daoshi itu sangat buruk!”

Jadi, dia meminta anak itu untuk tinggal sampai Daoshi itu datang. Dia bahkan mengatakan kepada anak itu mengenakan pakaian pelayan dan melayani teh untuk Daoshi tersebut.

Saat datang, sang Daoshi terkejut melihat anak itu dan berkata kepada si Hartawan, “Bukankah ia pelayan anda sebelumnya? Dia seharusnya telah meninggalkan rumah Anda. Kenapa dia ada di sini lagi?”

Hartawan kemudian menjawab, “Dia tidak memiliki tempat untuk pergi dan datang kembali, jadi saya harus memperkerjakannya kembali.”

Daoshi tersebut berkomentar sambil tertawa, “Jangan menggoda saya, teman! Sekarang, ia tidak dapat menjadi pelayan Anda. Dia memegang posisi militer yang cukup bagus. Wajahnya tampak sangat berbeda dari sebelumnya. Apakah ia melakukan perbuatan baik?”

Anak itu kemudian menceritakan seluruh cerita kepada Daoshi & Hartawan, dan kemudian Hartawan yakin bahwa sang Daoshi benar-benar terampil dalam membaca wajah.

Dalam takdirnya, anak itu menjadi pembantu dan tergantung pada orang lain untuk hidup, bahkan didera penyakit sehingga akan merepotkan tuannya untuk menanggung biaya kesehatannya.

Tetapi ia menjaga pikirannya benar dan melakukan hal yang benar pada saat yang kritis. Jadi, ia tidak hanya mengubah nasibnya sendiri, tetapi juga wanita pemilik jubah dan suaminya.

Sebuah niat yang murni mengubah tiga kehidupan!

Siapa bilang bahwa seseorang tidak dapat merubah nasib sendiri?

Jadilah orang baik, melakukan perbuatan baik dan mengumpulkan kebajikan, dan Dewa akan selalu menjagamu!


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.