Perayaan Tahun Baru Imlek

Perayaan ImlekDalam jutaan orang Tionghoa yang ada di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.

Hal ini dikarenakan luasnya daratan Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak, yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.

Sebenarnya penanggalan Tionghoa dipengaruhi oleh 2 system kalender, yaitu sistem Gregorian dan sistem Bulan-Matahari, dimana satu tahun terbagi rata menjadi 12 bulan sehingga tiap bulannya terdiri dari 29 ½ hari. Penanggalan ini masih dilengkapi dengan pembagian 24 musim yang amat erat hubungannya dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada alam, sehingga pembagian musim ini terbukti amat berguna bagi pertanian dalam menentukan saat tanam maupun saat panen.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dari pembagian 24 musim tersebut:
- Permulaan musim semi
Hari pertama pada musim ini adalah hari pertama Perayaan Tahun Baru, atau saat dimulainya Perayaan Musim Semi (Chun Jie).
- Musim hujan
Di mana hujan mulai turun.
- Musim serangga
Serangga mulai tampak setelah tidur panjangnya selama musim dingin.
- dll (Masih terdapat 21 musim lain yang terlalu panjang untuk dibahas satu persatu)

Selain dari pembagian musim di atas, dalam penanggalan Tionghoa juga dikenal istilah Tian Gan dan Di Zhi yang merupakan cara unik dalam membagi tahun-tahun dalam hitungan siklus 60 tahunan. Masih ada lagi hitungan siklus 12 tahunan, yang kita kenal dengan “Shio”, yaitu Tikus, Sapi, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, Babi.

Kesimpulannya, penanggalan Tionghoa tidak hanya mengikuti satu sistem saja, tetapi juga ada beberapa unsur yang mempengaruhi, yaitu musim, 5 unsur, angka langit, shio, dll. Walaupun demikian, semua perhitungan hari ini dapat terangkum dengan baik menjadi satu sistem “Penanggalan Tionghoa” yang baik, lengkap dan harmonis bahkan hampir bisa dikatakan sempurna karena sudah mencakup “Koreksi” -nya juga, sebagai contoh adalah “Lun Gwe”, merupakan bulan untuk mengkoreksi setelah satu periode tertentu.

Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan sebuah perayaan besar bagi masyarakat Tionghoa. Menggantung lentera merah, membunyikan petasan dan menyembunyikan sapu adalah salah satu keunikan dari perayaan ini. Disamping itu, masyarakat Tionghoa juga akan mulai menempel gambar Dewa Penjaga Pintu pada hari-hari perayaan ini.

  • Share/Bookmark
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
13 Responses
  1. [...] Tahun 1583, Qi dipensiunkan dari tugasnya menjaga perbatasan utara dan mendapat tugas menjaga pos tidak penting di Guangdong. Kesehatannya yang memburuk memaksanya mengundurkan diri dan pulang ke kampung halaman. Tahun 1588 pahlawan besar itu akhirnya wafat sehari sebelum tahun baru Imlek. [...]

  2. riska says:

    minta 21 musim yang lain boleh? menarik. kok banyak banget musimnya *sampe-sampe saya mikir jangan2 musim duren sama musim layangan juga termasuk*

  3. Zhangjia says:

    Perayaan Tahun Baru Imlek…

    Dalam jutaan orang Tionghoa yang ada di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu…

  4. [...] Untuk memperingati kebaikan hati Li dalam menyelamatkan rakyat jelata, maka bangsa Tionghoa selalu menggantung lentera merah pada setiap perayaan penting, seperti Perayaan Tahun Baru Imlek. [...]

  5. Ferry Lim says:

    Imlek t sebuah momentum untuk merenungkan diri agar menjadi lebih baik lagi.
    Imlek yang identik dengan merah menggambarkan sebuah lucky colour. Dimana merah melambangkan rejeki.

  6. wismoyo says:

    Menarik sekali.. untuk lebih bisa mengenal salah satu budaya hasil peradaban.. sehingga kita bisa saling menghargai dan lebih bertoleransi..

    mohon lebih dilengkapi lagi segala artikel/informasinya..

    salam..

  7. yesi says:

    senang dhuew bisa nambah pengetahuan tentang imlek

    jadi gak sabar pengen cepet2 dapat angpaO

    hohoho. . . .

  8. dee says:

    dear all..saya interest dgn perayaan imlek n mw ngeliput acaranya.ada info ga biasanya perayaan yg ramai dimana? “xin nian kuai le..gong xi fa cai”

  9. levi says:

    Selamat Tahun Baru Imlek yaaaaa..
    Semoga tahun ini membawa berkah bagi kita semua.. Amin.

  10. coki says:

    恭喜发财 – Gōngxǐ fācái

    usul donk, kalo bisu websitenya dikasih kalender china, berikut event2nya ^^

  11. aiwela tan says:

    jadi teringat imlek bulan lalu..hm…..gong xi fa cai…hm…

  12. [...] Tahun Baru Imlek 2561 jatuh pada penanggalan masehi 14 Februari 2010. [...]

  13. ummi says:

    apa tujuan perayaan ini????

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>