Seorang lelaki dibalik sebuah balok kayu

Pada masa Dinasti Han Timur, hiduplah seorang pria bernama Chen Shi, yang merupakan pemimpin dari suatu daerah. Chen Shi sangat dihormati oleh penduduk daerah tersebut karena sifat luhur dan memiliki reputasi baik. Sebetulnya Chen Shi bisa mendapatkan posisi dan kedudukan yang lebih tinggi, namun dia lebih senang menetap di kampung halamannya saja.

Satu tahun kemudian, bencana dan peperangan melanda negeri itu. Perampokan dan pencurian terjadi dimana-mana.

Suatu malam, seorang pencuri berhasil masuk ke rumah Chen Shi melalui jendela. Sang pencuri sudah siap untuk mengambil barang-barang ketika Chen Chi terbangun untuk ke kamar kecil. Maka pencuri tersebut segera bersembunyi dibalik sebuah balok kayu. Chen Shi menyadari adanya pencuri tersebut namun berpura-pura tidak tahu.

Setelah Chen Shi mengikat sabuk di celananya, bukannya memanggil si pencuri, Chen Shi memanggil anak-anaknya dan berbicara kepada mereka.

“Dengar!”, Chen Shi berkata, “Sebagai lelaki, seseorang harus berbuat lurus dan jujur. Dia harus melakukan perbuatan baik sepanjang hidupnya. Dan saya tidak berpikir seseorang yang berbuat jahat memiliki hati nurani yang jahat”.

Perkataan Chen Shi di tengah malam membuat anak-anaknya kebingungan. Mereka tidak menyadari apa yang terjadi sebenarnya.

Lanjut Chen Shi, “Kamu harus ingat bahwa hidup itu singkat, namun kamu harus memiliki pendirian yang benar”.

Sang pencuri merasa sangat menyesal dan malu atas apa yang dilakukannya. Maka dia mendekati Chen Shi dan berlutut dihadapan Chen Shi, “Saya sangat menyesal atas apa yang saya lakukan”.

Apa makna dari cerita ini?

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.