Guan Yu

Nama Lengkap: Guan Yunchang
Lahir: A.D. 162
Meninggal: A.D. 219
Anak: Guan Ping (anak angkat, A.D. 182), Guan Xing (A.D. 193), Guan Suo (A.D. 194)
Cucu: Guan Tong (anak dari Guan Xing, A.D. 224), Guan Yi (anak dari Guan Xing, A.D. 226)

Ketua dari Lima Harimau Kerajaan Shu. Memiliki kesamaan dalam pandangan dan keinginan memulihkan keadaan, Guan Yu mengangkat saudara dengan Liu Bei dan Zhang Fei. Liu Bei sebagai saudara tertua, Guan Yu saudara nomor dua, sedangkan Zhang Fei menjadi saudara termuda.

Selama masa Pemberontakan Selendang Kuning, Guan Yu bersama-sama Liu Bei dan Zhang Fei saling bahu membahu.

Kemudian pada saat Liu Bei memerintah di Xuzhou, Cao Cao melancarkan serangan dan Liu Bei beserta Zhang Fei memimpin pasukan untuk melancarkan serangan tiba-tiba namun tidak berhasil. Guan Yu yang mempertahankan kota berusaha untuk menyelamatkan kedua saudaranya karena dia sangat risau dan tidak mendapat kabar berita.

Guan Yu masuk dalam jebakan Cao Cao dengan meninggalkan kota, sehingga kota dapat dengan mudah dikuasai ketika Guan Yu tidak ada. Dengan istri Liu Bei yang masih berada di kota ketika kota jatuh ke tangan Cao Cao, Guan Yu merasa telah mengecewakan saudaranya dan ingin melakukan bunuh diri, namun berhasil dibujuk oleh Zhang Liao, salah seorang jenderal Cao Cao. Untuk menyelamatkan istri Liu Bei, Guan Yu bersedia menyerah kepada Cao Cao sementara waktu sampai dia mendapat kabar tentang Liu Bei.

Sejak dikalahkan oleh Cao Cao, Liu Bei berlindung dibawah Yuan Shao dan akhirnya berhasil membujuk Yuan Shao untuk menyerang Cao Cao. Meskipun memiliki jumlah pasukan yang tidak seimbang, Cao Cao tetap memimpin tentara untuk menghadapi Yuan Shao.

Meskipun pada awalnya Cao Cao tidak memberikan ijin kepada Guan Yu untuk maju bertempur, karena takut Guan Yu akan meninggalkan dirinya setelah memberikan kemenangan. Akhirnya Guan Yu diijinkan maju bertempur dan berhasil membunuh dua jenderal andalan Yuan Shao, Yan Liang dan Wen Chou.

Bersama dengan kemenangan yang diraih dan pengembalian hadiah yang telah diberikan Cao Cao, Guan Yu setelah mendapat kabar tentang Liu Bei memulai perjalanan panjang untuk mengawal istri Liu Bei agar dapat bersatu kembali dengan Liu Bei. Dalam perjalanan ini, Guan Yu membunuh beberapa jenderal Cao Cao yang menghalangi dirinya meneruskan perjalanan.

Pada masa pertempuran di Chibi, Zhuge Liang menugaskan Guan Yu menangkap Cao Cao pada saat melarikan diri. Adalah hal yang sangat mudah untuk menangkap Cao Cao, namun Guan Yu teringat akan perlakuan baik Cao Cao yang didapatnya pada saat dirinya dibawah Cao Cao, sehingga mengijinkan Cao Cao pergi. Malu terhadap dirinya, ketika pulang ke markas dia ingin bunuh diri, namun diberikan satu kesempatan untuk menebus kesalahan dengan menguasai Xiangyang.

Zhuge Liang dan Liu Bei mempercayakan Jingzhou kepada Guan Yu ketika mereka pergi untuk menguasai Xichuan. Dengan Cao Cao yang berada di utara dan Sun Quan di timur, mempertahankan Jingzhou bukanlah hal yang mudah. Meskipun Guan Yu berhasil menghalau serangan Cao Cao, Jingzhou jatuh ke tangan Sun Quan ketika Guan Yu maju bertempur melawan Cao Cao.

Dipaksa oleh pasukan yang tercerai berai dan luka yang dialami, Guan Yu dan anaknya, Guan Ping, bersama tentara yang setia melarikan diri ke Maicheng. Bala bantuan dari Chengdu mengambil waktu yang lama dan membuat Guan Yu tidak sabar. Bersama Guan Ping, Guan Yu berusaha menerobos kepungan musuh untuk kembali ke Chengdu. Mereka berdua tertangkap oleh serangan tiba-tiba sesaat setelah meninggalkan Maicheng. Guan Yu menolak untuk menyerah sehingga dia bersama anaknya dihukum mati.

8 Responses

  1. Tionghoa » Zhang Fei Says:

    [...] awalnya Zhang Fei adalah seorang pemotong daging sebelum mengangkat saudara dengan Liu Bei dan Guan Yu. Berbicara dengan jujur dan keinginan menolong yang lemah dan tertindas tanpa berpikir panjang [...]

  2. Tionghoa » Liu Bei Says:

    [...] adalah seorang penenun jerami sebelum kemunculan Pemberontakan Selendang Kuning. Dia bertemu dengan Guan Yu dan Zhang Fei, lalu mereka mengangkat saudara di Taman Peach dan bersumpah untuk menggabungkan [...]

  3. Tionghoa » Cao Cao Says:

    [...] Cao Cao berhasil mengalahkan Yuan Shao adalah terbakarnya gudang makanan Yuan Shao di Wuchao, Guan Yu membunuh dua orang jenderal utama Yuan Shao (Yan Liang dan Wen Chou), dan seorang penasehat Yuan [...]

  4. Budaya dan Tradisi Tionghoa » Dong Zhuo Says:

    [...] Dong Zhuo dalam menguasai Terusan Sishui berakhir dengan tewasnya Hua Xiong ditangan Guan Yu. Kematian Hua Xiong membuat Dong Zhuo mengirimkan Lu Bu ke Terusan Hulao untuk mencegah tentara [...]

  5. Tionghoa » BAB 1 bagian 1: 3 Pendekar Bersumpah Menjadi Saudara Says:

    [...] adalah Guan Yu“, Balas orang itu, “Saya berasal dari seberang sungai, telah lima tahun saya menjadi [...]

  6. Tionghoa » Bab 1 Bagian 2: Bersama Menghancurkan Pemberontak Says:

    [...] besi untuk membuat senjata, Liu Bei membuat pedang kembar yang disebut “Shuang Jian“, Guan Yu membuat sebuah tombak besar dengan ujung yang melengkung dan berukiran naga hijau di sisinya dengan [...]

  7. Tionghoa » Opera Beijing » Budaya, Tradisi dan Sejarah Says:

    [...] Guan Yu, salah seorang jenderal utama Kerajaan Shu pada masa Tiga Negara, dikalahkan oleh gabungan dua kekuatan, Wei dan Wu. Guan Yu akhirnya melarikan diri ke sebuah kota kecil, Maicheng, yang mana kemudian dikepung. Guan Yu menyadari bahwa satu-satunya kesempatan yang ada adalah menerobos kepungan, namun dirinya gagal. [...]

  8. doank Says:

    Guan Yu jg danggap sbgai DEWA oleh sbagian besar orang2 Tionghoa, masyarakat tionghoa di-Indonesia menyebutny Dewa KWAN KONG

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.