鸣凤在竹
Míng fèng zài zhú
Burung phoenix bernyanyi gembira di pohon bambu
Dikutip dari Seribu Karakter Klasik (Hanzi: 千字文, Pinyin: Qiānzì Wén)
鸣 – míng – berkicau
凤 – fèng – burung phoenix
在 – zài – di
竹 – zhú – pohon bambu
Aneka ragam burung, baik burung phoenix atau burung-burung yang kurang indah, senantiasa bernyanyi dengan indah di alam mereka.
Meski merupakan burung mitos yang digambarkan berekor emas yang indah dan berbulu merah tua, burung phoenix dijadikan simbol untuk sifat yin (wanita).
Burung phoenix dikenal juga sebagai burung merah, burung api, dan ayam.
Burung phoenix adalah hewan dewa dan raja burung dalam mitos dan legenda Tiongkok. Merupakan burung dan binatang langka yang tercatat dalam sejarah, dan hanya akan muncul pada jaman kebajikan, keadilan, dan moralitas yang damai dan makmur. Burung phoenix dipercaya pembawa keberuntungan dan kedamaian.
Mitos tentang burung phoenix ada di Tiongkok, Jepang, Arab, dan Mesir.
Burung phoenix diyakini bisa hidup lama, 500 hingga 1000 tahun. Setelah hidup selama itu, burung phoenix menyalakan api, dan membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung phoenix muda. Ia terlahir kembali dalam api. Bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru dengan vitalitas yang lebih kuat dari sebelumnya, yang disebut Phoenix Nirvana. Dengan cara ini, burung phoenix memperoleh keabadian.
Burung phoenix adalah salah satu dari empat roh (naga, burung phoenix, unicorn, dan kura-kura) dalam cerita rakyat Tiongkok.
Baca juga:

Sejarah Sachet Wangi Tiongkok (香囊)

Seribu Karakter Klasik : Ji Kang Pemain Guqin Andal, Ruan Ji Penyair Yang Mahir Bersiul (嵇琴阮啸)

Ucapan Sincia Tahun Macan Air 2573 dalam Bahasa Inggris

Tanda Cinta Wanita Tiongkok di Jaman Dahulu

Idiom Tiongkok : Tali Bisa Memotong Kayu, Tetesan Air Bisa Menembus Batu (绳子会锯断木头,水滴能滴穿石头)












