Dewa Xiong Di Gong (兄弟公)

Spread the love

Dewa Xiong Di Gong (兄弟公)

Dewa Xiong Di Gong (兄弟公)

Dewa Xiong Di Gong (Simplified: 兄弟公, Traditional: 兄弟公, Pinyin: Xiōng Dì Gōng), yang secara dialek sering ditulis Ya Ti Kong, atau 108 Pahlawan Suci (108 Bersaudara dari Hainan) adalah para dewa pelindung laut dan biasanya dipuja bersama-sama dengan Dewi Shui Wei Sheng Niang. Mereka biasanya dipuja pada klenteng di dekat laut dan oleh para nelayan atau orang yang bekerja di bidang pelayaran. Meskipun berjumlah 108, rupang Xiōng Dì Gōng yang diletakkan di altar biasanya hanya satu, yaitu seorang pelajar berwajah merah.

Xiōng Dì Gōng berpengaruh besar terhadap kehidupan keagamaan di Hainan. Pemujaannya tersebar bersama para imigran dari Hainan. Oleh sebab itu, pemujaan Xiōng Dì Gōng menjadi salah satu simbol bagi suku Hainan di seluruh dunia.

Pada akhir masa Dinasti Qing, kehidupan masyarakat di Tiongkok sangat sengsara di bawah tekanan imperialisme. Banyak penduduk yang meninggalkan rumah mereka untuk mencari uang demi menghidupi keluarga mereka. Pada masa pemerintahan Kaisar Xianfeng (Simplified: 咸丰帝, Traditional: 咸豐帝, Pinyin: Xián Fēng Dì), sebanyak 109 pria Hainan pergi menuju Annam, sekarang Vietnam, untuk mencari nafkah. Mereka semua menjadi sahabat dekat dan saudara di perantauan.

Setelah berhasil memperoleh uang, mereka bermaksud pulang bersama-sama ke Hainan dan kembali ke keluarga masing-masing. Pada saat itu banyak juga orang-orang Hainan yang masih tetap tinggal di Vietnam yang menitipkan barang-barang atau uang agar dapat disampaikan kepada keluarga mereka.

Pada tanggal 15 bulan 9 Imlek, ke-109 saudara tersebut meninggalkan Vietnam menuju Hainan. Namun naas di tengah perjalanan, kapal mereka diserang perompak yang merampas semua barang-barang dan kemudian membunuh semua awak kapalnya. Dari 109 bersaudara tersebut hanya 1 orang yang berhasil selamat, yaitu juru masak yang bersembunyi di bawah geladak. Tidak lama setelah kejadian tersebut, laut di pesisir pantai Vietnam bergolak disertai angin kencang.

Segerombolan gagak beterbangan di istana raja Vietnam sehingga sangat mengganggu. Menurut ahli nujum raja, segerombolan gagak tersebut muncul karena adanya ketidakadilan. Raja memerintahkan untuk mencari tahu ketidakadilan apa yang menyebabkan istananya diserbu gerombolan gagak, tetapi tidak membuahkan hasil.

Pada suatu ketika, seorang warga Hainan di Vietnam mengenali cincin yang dipakai seorang asing yang ia temui di pasar, yaitu cincin yang ia titipkan kepada 109 bersaudara untuk diberikan kepada saudara laki-lakinya sebagai hadiah pernikahan. Ia menegur orang asing tersebut yang berlanjut menjadi perkelahian sehingga keduanya ditangkap. Ternyata orang asing tersebut adalah salah satu perompak dan mengakui perbuatannya. Raja Vietnam kemudian memberikan hukuman kepada para perompak serta menyita seluruh jarahan mereka. Raja selanjutnya mengadakan ritual untuk menenangkan arwah ke-108 saudara sehingga kejadian supranatural di istananya menjadi hilang.

Berita mengenai nasib malang ke-108 saudara akhirnya sampai di Hainan. Penduduk lokal Hainan kemudian membangun sebuah kuil untuk mereka dan mengadakan perayaan tahunan sebagai pengingat kematian mereka setiap tanggal 27 bulan 5 Imlek. Mereka dipuja sebagai dewata pelindung khususnya di laut. Kaisar Qing juga memberi anugerah gelar kepada mereka karena keajaiban yang telah mereka lakukan. Pemujaan kepada Xiōng Dì Gōng ikut tersebar bersama dengan diaspora penduduk Hainan. Biasanya pelaut yang hendak melaut akan berdoa kepada mereka sambil membawa satu orang tukang masak sebagai saksi.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − two =