Ibusuri Xiaozhuang (孝庄文皇后)

Ibusuri Xiaozhuang (Hanzi: 孝庄文皇后, 28 Maret 1613-27 Januari 1688) adalah istri dari Huang Taiji, pendiri Dinasti Qing. Ia adalah salah satu figur yang berpengaruh pada masa awal berdirinya dinasti itu. Ia menjadi wali atas putranya, Kaisar Shunzhi dan cucunya, Kaisar Kangxi, yang naik tahta pada usia dini. Kedua kaisar itu dibantunya dalam mengurus pemerintahan hingga dewasa dan menjadi penguasa yang mandiri. Dalam sejarah Tiongkok, Ibusuri Xiaozhuang adalah salah satu tokoh wanita yang dihormati karena kebijaksanaan dan kepiawaiannya dalam politik.

Continue reading »

Sengge Rinchen (僧格林沁)

Sengge Rinchen (Hanzi: 僧格林沁, pinyin: Senggelinqin, 1811-1865) adalah seorang jenderal Tiongkok beretnis Mongol pada akhir Dinasti Qing. Ia berpartisipasi dalam pertempuran-pertempuran besar pada zaman itu seperti Perang Candu II, penumpasan Pemberontakan Taiping dan Nian, dimana ia menemui ajalnya. Sengge Rinchen lahir di Ke’erqin Bendera Hitam Kiri, Mongolia Dalam. Ia berasal dari klan Borjigit, satu klan dengan penakluk besar pada masa lampau, Genghis Khan. Berdasarkan silsilah, ia adalah keturunan ke-26 dari Khabutu Khasar yang tidak lain adalah adik Genghis Khan. Namanya sendiri berasal dari bahasa Tibet yang berarti ‘singa’ (Sengge) dan ‘harta’ (Rinchen). Pada masa muda ia hidup dalam kemiskinan, statusnya baru terangkat ketika diangkat keponakan oleh seorang bangsawan Mongol berkuasa di wilayahnya. Pada tahun 1825, Sengge menerima gelar kebangsawanan Junwang (郡王), yaitu pangeran yang berkuasa di tingkat kabupaten.

Continue reading »