Nian

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian.

Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru.

Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya.

Pada suatu hari, ada seorang tua yang datang untuk menolong mereka. Beliau menawarkan diri untuk menaklukkan sang monster Nian.

Walaupun setengah percaya, penduduk setuju. Maka orang tua itu pun mencari Nian.

Pada saat bertemu Nian, Nian masih terlelap tidur, orang tua itu berteriak, “Nian bangun! Saat ini adalah malam tahun baru. Bangun!”

Mendengar teriakan itu, Nian pun bangun.

“Jadilah baik dan buang sifat jahatmu. Hentikan kebiasaanmu memakan manusia”, kata orang tua itu.

“Ha, ha, ha. Hai orang tua, kamu telah menghantarkan dirimu. Tidakkah kamu takut aku akan memakanmu?”, ejek Nian.

“Jika kamu memakan diriku, apa yang patut dibanggakan? Apa hebatnya?”, tanya orang tua itu, “Beranikah kamu memakan ular berbisa?”

“Mudah”, jawab Nian.

Saat itu juga Nian langsung melahap semua ular yang ada di sekitarnya.

“Bagaimana? Bukankah aku hebat?”

“Di belakang gunung terdapat banyak binatang buas, apakah kamu mampu mengalahkan mereka?”, tanya sang orang tua.

“Ikutlah denganku, maka kamu akan mengetahui kehebatanku”, jawab Nian.

Nian langsung melahap binatang-binatang buas yang ada, dan sebagian lagi lari ketakutan, Nian tidak terkalahkan.

“Ha,ha,ha. Hai orang tua, sekarang kamu akan aku makan”

“Tahan. Aku akan melepas jubah yang kupakai dahulu sehingga kamu akan mendapatkan makanan yang lebih lezat”, jawab sang orang tua.

Saat sang orang tua melepas jubahnya, Nian langsung ketakutan karena baju orang tua itu berwarna merah.

“Saya benci warna merah. Singkirkan!”

“Ha,ha,ha. Aku tahu kamu takut warna merah”

“Ampunilah diriku”, mohon Nian.

“Bila kamu bersedia melepaskan kebiasaan jelekmu, maka kamu akan kuampuni”, jawab sang orang tua.

Sejak itulah sang monster Nian hanya memangsa binatang, tidak pernah lagi dia memakan manusia.

Setelah kejadian tersebut, orang tua itu pun menghilang dengan mengendarai sang monster Nian.

Barulah penduduk sadar bahwa orang tua tersebut adalah Dewa yang turun ke dunia guna menolong manusia.

Nian telah pergi, binatang buas lainnya juga takut berkeliaran, mereka masuk ke hutan-hutan. Sejak saat itu penduduk mulai dapat hidup tenang dan damai.

Sebelum pergi sang orang tua berpesan agar penduduk menaruh dekorasi yang terbuat dari kertas merah pada pintu-pintu dan jendela pada setiap akhir tahun, demi menangkal kembalinya si Nian, karena Nian takut warna merah.

Sejak itulah, menempel kertas merah menjadi kebiasaan.

Meskipun demikian banyak orang lupa atau tidak tahu mengapa mereka harus menempel kertas merah. Mereka, rata-rata, hanya menyukai kemeriahan warna dan suasana yang dianggap dapat lebih menyemarakkan Perayaan Tahun Baru Imlek.

One thought on “Nian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *