Mengutamakan Kepentingan Umum

Pada akhir masa Negara-Negara Berperang, negara Qin muncul sebagai yang terkuat.

Pada sebuah rapat dengan negara Qin, Lin Xiangru (蔺相如), seorang diplomat, berhasil menggagalkan rencana Qin untuk merebut negaranya, Zhao, dan bahkan menghina Raja Qin.

Atas jasanya, Raja Zhao mengangkat Lin Xiangru menjadi menteri senior, sebuah posisi yang lebih tinggi dari posisi jenderal kepala, yang dipegang Lian Po (廉颇).

Lian Po mendapatkan posisinya dengan pengabdian yang hebat selama berpuluh-puluh tahun. Ia merasa tidak senang dengan adanya pengangkatan itu, dan menganggap Lin Xiangru hanya menggunakan kepandaian bersilat lidah untuk mendapatkan posisi itu.

Demi mengetahui bahwa Lian Po menaruh dendam terhadap dirinya, Lin Xiangru selalu berusaha menghindar.

Lin Xiangru sering tidak hadir pada rapat-rapat yang diadakan agar ia tidak menduduki kursi yang lebih tinggi dari Lian Po.

Pada suatu hari, melihat rombongan Lian Po menuju ke arahnya, Lin Xiangru memerintahkan agar rombongannya masuk ke sebuah jalan kecil dan menunggu di sana.

Para anak buah Lin Xiangru sangat kecewa mengetahui perbuatan majikan mereka, mereka beranggapan Lin Xiangru adalah seorang yang lemah dan penakut.

Lin Xiangru akhirnya bertanya kepada anak buahnya siapakah yang lebih hebat antara Raja Qin dengan Lian Po.

Satu kebulatan suara bagi Raja Qin.

Lin Xiangru lalu berkata bahwa dirinya tidak takut kepada Raja Qin, dan bahkan berani menghina Raja Qin dihadapan para anak buahnya. Sehingga tidak ada alasan mengapa ia harus takut kepada Lian Po.

Lin Xiangru juga mengatakan, “Qin tidak berani menyerang negara kita karena Raja Qin mengetahui bahwa Jenderal Lian dan saya selalu bekerja sama bahu membahu mempertahankan negara Zhou.”

“Jika saya dan Jenderal Lian terlibat suatu pertikaian, maka salah satu dari kami akan menjadi korban. Ini merupakan kejadian yang akan sangat menguntungkan Qin. Oleh karena itu saya lebih baik menghindari kemungkinan adanya pertikaian dengan Jenderal Lian, sehingga negara kita tetap aman dan damai”, tambah Lin Xiangru.

Ketika Lian Po mengetahui hal itu, ia sangat malu.

Dengan membuka baju bagian atasnya dan membawa sebatang tongkat yang penuh duri, Lian Po mengunjungi tempat kediaman Lian Xiangru untuk meminta hukuman dan pengampunan atas kebodohan dirinya.

Dengan tidak memberikan satu pun hukuman, Lian Xiangru segera memaafkan Lian Po.

Sejak saat itu, mereka berdua menjadi sahabat setia.

One thought on “Mengutamakan Kepentingan Umum

  1. cerita maupun kisah yang dimuat didalam blog ini betul betul membuat saya makin mengerti arti kehidupan masyarakat dan budaya tionghoa,makin memperkaya khasanah budaya bagi bangsa ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *