Kaisar Hongzhi (弘治)

Kaisar Hongzhi (Hanzi: 弘治, 30 Juli 1470-8 Juni 1505) adalah kaisar Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1487 sampai 1505. Terlahir dengan nama Zhu Youtang (朱祐樘), adalah anak dari Kaisar Chenghua dari selirnya yang bermarga Ji. Dia adalah kaisar masa pertengahan Ming yang bijaksana dan cinta damai, selama masa pemerintahannya Tiongkok stabil dan makmur sehingga masa ini disebut abad perak Hongzhi.

Continue reading

Permaisuri Dugu Qieluo (独孤伽罗)

Permaisuri Dugu Qieluo (Hanzi: 独孤伽罗, 544-10 September 602) atau yang juga dikenal dengan gelar Permaisuri Xian (献皇后) adalah permaisuri pertama Dinasti Sui, Tiongkok, istri Kaisar Wen dari Sui (Yang Jian). Ia dan suaminya adalah contoh pasangan suami istri kerajaan yang ideal, keduanya telah bersumpah setia selagi muda untuk hidup saling mencintai dan menghormati satu sama lain sampai ajal menjemput. Sejarah mencatat bahwa selama ia hidup Kaisar Wen tidak pernah memiliki seorangpun selir, sebuah hal yang langka dalam kehidupan kaisar-kaisar Tiongkok. Permaisuri Dugu juga sangat berperan dalam kebijakan-kebijakan suaminya mengelola negara. Namun sayang pada tahun-tahun terakhirnya ia mengambil keputusan yang salah dengan mencabut hak waris tahta putra sulungnya, Yang Yong dan mengalihkannya ke Yang Guang yang telah memikatnya dengan kepura-puraan. Yang Guang kelak naik tahta sebagai Kaisar Yang dari Sui yang memerintah sebagai tiran dan akhirnya membawa kehancuran bagi Dinasti Sui.

Continue reading

Sun Jian (孙坚)

Raja dari Kerajaan Wu

Nama Lengkap: Sun Gongtai
Anak: Sun Ce (A.D. 175), Sun Quan (A.D. 182), Sun Yi (A.D. 184), Sun Kuang (A.D. 186), Sun Lang (A.D. 187)

Dikenal sebagai harimau dari Jiangdong. Sun Jian (孙坚) mengukir namanya pada usia yang muda dengan mengalahkan para bajak laut. Ditunjuk sebagai kepala pasukan depan dari tentara gabungan yang melawan Dong Zhuo. Sun Jian sudah hampir berhasil menguasai Terusan Fanshui namun disebabkan hantaran bahan makanan yang tidak sampai oleh Yuan Shu, Sun Jian tidak dapat menduduki Terusan Sishui.

Continue reading

Guandu

Salah satu pertempuran terkenal dalam masa Tiga Negara yang dapat sebagai contoh bahwa tidak selalu tentara yang berjumlah lebih besar selalu menang. Dengan 70.000 tentara, Cao Cao berhasil memenangkan pertempuran atas sebuah kekuatan besar yang kelihatannya tidak mungkin dikalahkan, 700.000 tentara.

Disamping jumlah pasukan yang jauh lebih kecil, Cao Cao juga mengalami kesulitan perbekalan. Dua kendala ini hampir membuat Cao Cao mundur dari medan perang. Beruntung dia mengikuti nasehat Xun Yu.

Continue reading

Li Zhi (李治)

Pada tahun A.D. 649, Li Zhi (李治) naik takhta sebagai Kaisar Gaozong dari Dinasti Tang, Tang Gao Zong (唐高宗), setelah kematian sang ayah, Kaisar Taizong.

Tiga tahun setelah naik takhta, Kaisar Li Zhi memanggil kembali seorang selir ayahnya dari biara sebagai selirnya. Wu Zetian adalah nama dari selir itu.

Semakin demi sedikit Kaisar Li Zhi mulai tergantung kepada Wu Zetian dalam setiap pengambilan keputusan.

Continue reading

Chibi

Chibi adalah tempat pertempuran dimana Cao Cao menderita kekalahan terbesarnya, hanya dalam satu malam tentara yang begitu perkasa menjadi sekumpulan sisa-sisa kapal karam yang terbakar. Terjadi pada Sungai Yangtze dimana kedua belah pihak yang berperang mengambil posisi yang berseberangan.

Tentara Cao Cao yang tidak terbiasa peperangan di air mengalami mabuk karena goncangan-goncangan di kapal, sehingga disetujuinya sebuah usul untuk menggabungkan kapal-kapal yang ada satu sama lain dengan rantai. Ini membuat Cao Cao sangat bangga dan tentaranya tidak mabuk.

Continue reading