Wu Kang Menebang Pohon Cassia

Seorang lelaki yang pandai, Wu Kang, mula-mulanya adalah seorang petani. Melihat tanamannya dapat tumbuh dengan mudah, dia menganggap bahwa bertani tidak cukup menantang, maka dia berguru pada seorang pembuat perabotan. Karena diberi tahu oleh gurunya bahwa dia akan dapat membuat perabotan yang baik dalam waktu tiga sampai lima tahun mendatang, dia menyerah. Lalu dia bekerja pada sebuah toko dimana kejadian yang serupa dialaminya, sehingga membuatnya menyerah dan memutuskan untuk menjadi Dewa.

Continue reading »

Kejatuhan Sebuah Negara

Liu Che (刘彻) adalah seorang kaisar yang sangat berkuasa pada masa Dinasti Han Barat. Disamping mahir dalam politik dan militer, Liu Che juga merupakan seorang sastrawan. Ia membentuk sebuah badan kerajaan yang bertugas mengumpulkan dan memadukan nyanyian-nyanyian rakyat, juga cerita-cerita rakyat.

Seorang ketua rombongan pemusik yang bernama Liyannian merupakan sastrawan yang sangat mahir, dan dapat memadukan banyak karya sastra dengan indah.

Continue reading »

Sebuah Mimpi Indah

Pada masa Dinasti Tang, hidup seorang yang bernama Chun Yufen, yang menganggap dirinya orang bijaksana. Namun tidak ada seorangpun yang menganggap Chun Yufen bijaksana. Sehingga membuat Chun Yufen sedih dan bermabuk-mabukan setiap hari.

Suatu hari, dia mabuk dibawah sebuah pagoda tua, di sebelah selatan dari rumahnya. Tidak lama kemudian dia tertidur dan bermimpi.

Continue reading »

Belajar Berjalan

Pada jaman dahulu, ada seorang pemuda yang hidup di kota Shouling, propinsi Yan. Suatu hari dia mendengar bahwa penduduk kota Handan mempunyai cara jalan yang anggun. Maka dia pergi ke kota Handan.

Setibanya di kota Handan, pemuda tersebut memperhatikan dengan seksama bagaimana penduduk kota Handan berjalan. Semua perhatiannya tercurah secara penuh. Kadang-kadang dia mencoba mengikuti satu cara dan kadang-kadang cara lainnya.

Continue reading »

Patung Singa

Singa merupakan binatang yang memiliki arti penting bagi bangsa Tiongkok. Sepasang patung singa, jantan dan betina, sering terlihat di depan gerbang bangunan-bangunan tradisional bangsa Tiongkok. Sang jantan berada di sebelah kiri dengan cakar kanannya berada di bola, dan sang betina di sebelah kanan dengan cakar kirinya membelai anak singa.

Continue reading »

Seekor Kelinci Cerdik Harus Memiliki Tiga Lubang

Pada masa Negara-Negara Berperang, Perdana Menteri Meng Changjun (孟尝君), dari negara Qi, menopang hidup banyak orang di rumahnya. Salah satunya bernama Feng Xuan (冯谖).

Suatu hari, Feng Xuan dikirim untuk mengumpulkan apa yang menjadi hutang dari para petani kepada pemilik tanah, Meng Changjun. Ketika dia sampai disana, dia mengatakan bahwa semua perjanjian antara petani dan Meng Changjun sudah tidak berlaku lagi sehingga para petani bebas mengelola tanah pertanian yang ada tanpa perlu membayar. Kegembiraan meluap diantara para petani mendengar hal itu, mereka berhutang budi terhadap Meng Changjun, tuan tanah mereka.

Continue reading »