Membunuh Pembelot Dengan Tangan Musuh

Gubernur Weizhou yang bernama Cao Wei sedang mengadakan jamuan dengan para jenderal, tiba-tiba datang laporan, “Beberapa ribu orang telah memberontak dan membelot ke kubu musuh.”

Para jenderal kebingungan.

Dengan santai, Gubernur Cao Wei berkata, “Tenang. Aku yang menyuruh mereka.”

“Tapi ini adalah hal rahasia. Jangan katakan kepada siapapun.”
Continue reading »

Dou Jiande (窦建德)

Dou Jiande (Hanzi: 窦建德, 573-621) atau juga dikenal sebagai Pangeran Xia (夏王), adalah seorang pemimpin pemberontakan petani pada akhir Dinasti Sui yang berkuasa atas wilayah Hebei. Ia dianggap sebagai pemimpin pemberontak terbaik saat itu. Setelah kekalahannya dalam Pertempuran Hulao dari Dinasti Tang, ia ditangkap dan dihukum mati. Sekalipun telah tiada, kharisma dan kenangan atas dirinya masih membekas dihati anak buahnya, sehingga tak lama setelah ia dihukum mati, Liu Heita, salah satu jenderal kesayangannya memberontak terhadap pemerintah Tang hingga akhirnya ditumpas tahun 623.

***

Kehidupan awal

Dou Jiande dilahirkan di Kabupaten Zhangnan (sekarang Handan, Provinsi Hebei) pada masa Dinasti Sui. Sejak muda ia dikenal sebagai seorang yang jujur dan suka menolong orang susah sehingga namanya terkenal di wilayah tempat tinggalnya. Pernah suatu ketika, seorang teman sekampungnya ditinggal mati orang tuanya, namun ia terlalu miskin untuk memakamkan mereka dengan layak. Saat itu Dou yang sedang mencangkul sawahnya segera meninggalkan pekerjaannya untuk mendatangi temannya itu dan membantunya menguburkan kedua orang tuanya. Ia menuai banyak pujian dari orang-orang sekampung karena kejadian ini. Ia pernah diangkat sebagai pemimpin di wilayahnya, namun sempat kabur untuk sementara waktu karena dituduh melakukan perbuatan kriminal, ia baru kembali setelah mendapat pengampunan dari pengadilan. Ketika ayahnya meninggal, ribuan orang menghadiri pemakamannya, namun Dou menolak semua sumbangan duka cita mereka.

Continue reading »

Bab 1 Bagian 2: Bersama Menghancurkan Pemberontak

Setelah bersumpah menjadi saudara dan berhasil merekrut pasukan pertamanya pada keseokan harinya 3 saudara itu mulai mempersiapkan diri mereka semua untuk maju kemedan perang melawan para pemeberontak.

Setelah senjata dikumpulkan dan dibagi-bagikan mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kuda seekorpun. Tetapi mereka di gembirkan oleh kabar bahwa ada seorang pedangang kuda yang barus memasuki kota.

“Langit membantu kita”, kata Liu Bei.

3 saudara tersebut menyambut sang pedangang kuda tadi. Mereka adalah Zhang Shi Ping dan Su Shuang dari ZhongShan. Mereka pergi kedaerah utara setiap tahunnya untuk membeli kuda. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang karena adanya pemberontakan dimana-mana. 3 saudara itu mengundang mereka pergi ke tanah pertanian Zhang Fei dan menjamu mereka dengan arak. Liu Bei lalu menceritakan rencana mereka untuk berjuang mengembalikan kedamaian bagi rakyat. Kedua pedagang itu sangat bersimpati dan akhirnya memberikan 50 kuda, 500 ons emas dan perak, 1500 pon besi baja untuk dibuat senjata.

Continue reading »

Xia Wanchun (夏完淳)

Xia Wanchun (夏完淳-1631-1647) adalah seorang pahlawan remaja Tiongkok pada tahun-tahun terakhir Dinasti Ming. Terlahir dengan bakat yang luar biasa, umur lima tahun sudah bisa membicarakan Kitab Lunyu dan Wujing. Pada usianya yang ke enam sudah fasih bertanya-jawab dengan orang-orang yang lebih tua. Mulai menulis puisi pada usia tujuh tahun dan dua tahun kemudian puisi-puisi itu dikumpulkan dengan judul Dairuji. Di usianya yang masih terbilang muda itu, dia juga sudah bisa berdiskusi tentang masalah-masalah kenegaraan.

Tahun 1644, bangsa Manchu menyerbu Tiongkok dan Dinasti Ming runtuh. Bersama ayahnya, Xia Wanchun yang sudah menginjak usia remaja bergabung dengan kelompok pemberontak melawan Manchu / Dinasti Qing. Sayangnya kelompok pemberontak itu pada akhirnya dikalahkan oleh tentara Qing. Dengan sedih dan putus asa, ayahnya melakukan bunuh diri dengan melompat ke sungai. Sepeninggal ayahnya Xia bergabung dengan kelompok pemberontak lainnya dan menjadi penasehatnya.

Continue reading »

Kaisar Hongwu (洪武帝)

Kaisar Hongwu (Hanzi: 洪武帝, 21 September 1328-24 Juni 1398) yang nama aslinya Zhu Yuanzhang (朱元璋) adalah pendiri dan kaisar pertama Dinasti Ming di Tiongkok. Ia menjadi kaisar dan mendirikan dinastinya setelah berhasil menggulingkan Dinasti Yuan (Mongol). Dalam sejarah Tiongkok, Zhu Yuanzhang adalah satu dari dua kaisar yang berasal dari golongan rakyat jelata (yang lain adalah Liu Bang / Kaisar Han Gaozu, pendiri Dinasti Han). Ia adalah seorang kaisar yang kontroversial, di satu pihak ia memperhatikan kesejahteraan rakyatnya dan berusaha keras meningkatkan taraf hidup mereka, namun ia juga seorang tiran yang mengebiri kebebasan dan membunuh orang-orang yang membantunya naik ke kekuasaan yang dicurigai berpotensi merebut tahtanya.

Continue reading »