Tag-Archive for » mutiara «

Sebuah Tanda Di Perahu

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

more »

Meminta Kulit Serigala

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pria, bernama Lisheng, yang baru saja menikah dengan seorang wanita yang cantik jelita. Suatu hari, sang istri berpikir bahwa pakaian dari kulit serigala akan membuat dirinya semakin cantik. Sang istri berkata kepada Lisheng dan meminta Lisheng untuk mendapatkan kulit serigala tersebut.

Namun kulit serigala adalah barang langka dan mahal. Lisheng yang tidak berdaya terus berjalan berputar-putar di sekitar desanya. Pada satu kesempatan, seekor serigala melintas. Lisheng langsung berusaha menangkap serigala tersebut dan mendapatkan ekornya.

more »

Satu Kali Sebulan

Oleh: Mencius

Ada seorang lelaki yang selalu mencuri ayam tetangganya setiap hari.

“Ini bukan sifat baik”, dia dinasehati.

“Baiklah, saya akan mengurangi jumlahnya”, jawabnya, “Saya hanya akan mencuri satu ayam setiap bulan dan tahun depan saya tidak akan mencuri lagi”.

more »

Sebuah Mimpi Indah

Pada masa Dinasti Tang, hidup seorang yang bernama Chun Yufen, yang menganggap dirinya orang bijaksana. Namun tidak ada seorangpun yang menganggap Chun Yufen bijaksana. Sehingga membuat Chun Yufen sedih dan bermabuk-mabukan setiap hari.

Suatu hari, dia mabuk dibawah sebuah pagoda tua, di sebelah selatan dari rumahnya. Tidak lama kemudian dia tertidur dan bermimpi.

more »

Langit Akan Runtuh

Oleh: Lie Zi

Pada jaman dahulu ada seorang yang berasal dari Qi, yang sangat gelisah bahwa langit akan runtuh dan bumi akan tenggelam.

Seorang teman yang mencemaskan kegelisahannya, datang menenangkan dia.

more »

Seorang Lelaki Dibalik Sebuah Balok Kayu

Pada masa Dinasti Han Timur, hiduplah seorang pria bernama Chen Shi, yang merupakan pemimpin dari suatu daerah. Chen Shi sangat dihormati oleh penduduk daerah tersebut karena sifat luhur dan memiliki reputasi baik. Sebetulnya Chen Shi bisa mendapatkan posisi dan kedudukan yang lebih tinggi, namun dia lebih senang menetap di kampung halamannya saja.

Satu tahun kemudian, bencana dan peperangan melanda negeri itu. Perampokan dan pencurian terjadi dimana-mana.

more »

Cantik dan Biasa

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.

more »

Ikan-Ikan Itu Gembira

Oleh: Zhuang Zi

Pada suatu hari Zhuang Zi dan Hui Zi berjalan diatas jembatan Hao.

Zhuang Zi: “Lihatlah betapa gembiranya ikan-ikan yang berenang di sungai itu.”

Hui Zi: “Bagaimana kamu tahu mereka gembira? Kamu bukan ikan.”

more »