Tiga Saat Fajar dan Empat Saat Senja

16 Comments

Oleh: Lie Zi

Di negara Song terdapat seorang pria yang memelihara monyet. Ia menyayangi monyet-monyet itu dan memelihara dalam jumlah banyak.

Ia dapat memahami monyet-monyet itu dan monyet-monyet itu dapat memahami dirinya. Ia mengurangi jumlah makanan untuk keluarganya demi memuaskan kebutuhan monyet-monyet itu.

More

  • Share/Bookmark

Sebuah tanda di perahu

No Comments

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

More

  • Share/Bookmark

Satu Kali Sebulan

No Comments

Oleh: Mencius

Ada seorang lelaki yang selalu mencuri ayam tetangganya setiap hari.

“Ini bukan sifat baik”, dia dinasehati.

“Baiklah, saya akan mengurangi jumlahnya”, jawabnya, “Saya hanya akan mencuri satu ayam setiap bulan dan tahun depan saya tidak akan mencuri lagi”.

More

  • Share/Bookmark

Nama dan Kenyataan

3 Comments

Oleh: Yin Wen Zi

Ada seorang tua yang rumahnya terletak di sebuah jalan yang ramai. Ia memberikan pembantu laki-lakinya nama panggilan “petarung” dan anjingnya “penggigit”.

Selama tiga tahun tidak ada satu orang pun yang mengunjungi rumahnya.

More

  • Share/Bookmark

Langit akan runtuh

4 Comments

Oleh: Lie Zi

Pada jaman dahulu ada seorang yang berasal dari Qi, yang sangat gelisah bahwa langit akan runtuh dan bumi akan tenggelam.

Seorang teman yang mencemaskan kegelisahannya, datang menenangkan dia.

More

  • Share/Bookmark

Seorang lelaki dibalik sebuah balok kayu

2 Comments

Pada masa Dinasti Han Timur, hiduplah seorang pria bernama Chen Shi, yang merupakan pemimpin dari suatu daerah. Chen Shi sangat dihormati oleh penduduk daerah tersebut karena sifat luhur dan memiliki reputasi baik. Sebetulnya Chen Shi bisa mendapatkan posisi dan kedudukan yang lebih tinggi, namun dia lebih senang menetap di kampung halamannya saja.

Satu tahun kemudian, bencana dan peperangan melanda negeri itu. Perampokan dan pencurian terjadi dimana-mana.

More

  • Share/Bookmark

Kawan atau Lawan

2 Comments

Oleh: Han Fei Zi

Ketika Zhonghang Wenzi dari negara bagian Jun menjadi buronan, ia melewati beberapa daerah.

“Hakim daerah ini adalah teman lamamu”, kata teman Wenzi. “Kenapa kamu tidak berhenti dan beristirahat sebentar sementara menunggu iring-iringan lain di belakang kita?”

More

  • Share/Bookmark

Saya bermimpi saya adalah kupu-kupu

No Comments

Oleh: Zhuang Zi

Pada suatu sore hari, Zhuang Zi tertidur dan bermimpi dia berubah menjadi kupu-kupu.

Dia mengepak-ngepakkan sayapnya dan merasa pasti bahwa dia adalah kupu-kupu.

Suatu perasaan bahagia yang susah diungkapkan, sehingga dia melupakan bahwa dirinya adalah Zhuang Zi.

More

  • Share/Bookmark

Seekor kelinci cerdik harus memiliki tiga lubang

No Comments

Pada masa Negara Berperang, Perdana Menteri Meng Changjun, dari negara Qi, menopang hidup banyak orang di rumahnya. Salah satunya bernama Feng Xuan.

Suatu hari, Feng Xuan dikirim untuk mengumpulkan apa yang menjadi hutang dari para petani kepada pemilik tanah, Meng Changjun. Ketika dia sampai disana, dia mengatakan bahwa semua perjanjian antara petani dan Meng Changjun sudah tidak berlaku lagi sehingga para petani bebas mengelola tanah pertanian yang ada tanpa perlu membayar. Kegembiraan meluap diantara para petani mendengar hal itu, mereka berhutang budi terhadap Meng Changjun, tuan tanah mereka.

More

  • Share/Bookmark

Cantik dan Biasa

No Comments

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.

More

  • Share/Bookmark

Older Entries