Tag-Archive for » kudeta «

Kudeta di Gerbang Xuanwu

Kudeta di Gerbang Xuanwu (Hanzi: 玄武门之变, pinyin: Xuanwumen zhi bian, 2 Juli 626) adalah sebuah insiden yang merupakan puncak dari intrik keluarga Dinasti Tang antara putra-putra Kaisar Tang Gaozu (Li Yuan) yaitu putra mahkota, Li Jiancheng dan Li Shimin. Li Jiancheng yang iri pada Li Shimin bermaksud membunuhnya, namun Li Shimin yang telah mencium rencana ini mengambil tindakan pendahuluan dengan menyergap Li Jiancheng di gerbang Xuanwu, gerbang yang menuju ke istana Kaisar Gaozu. Disana Li Shimin membunuh kakaknya dan juga adiknya, Li Yuanji, yang mendukung Li Jiancheng. Setelah itu ia mengirim pasukan ke istana untuk menghadap ayahnya. Di bawah intimidasi, Kaisar Gaozu menyerahkan status putra mahkota pada Li Shimin dan turun tahta dua bulan kemudian serta menyerahkan tahtanya pada putra keduanya itu. Peristiwa berdarah ini terjadi di Chang’an (sekarang Xi’an, Provinsi Shaanxi)

more »

Kaisar Yongle (Zhu Di)

Kaisar Yongle (Hanzi: 永乐, 2 Mei 1360-12 Agustus 1424) adalah kaisar ke-3 dari Dinasti Ming, Tiongkok yang memerintah dari tahun 1402 hingga 1424. Ia terlahir dengan nama Zhu Di (朱棣), putra ke-4 dari Zhu Yuanzhang (Kaisar Hongwu). Ia menjadi kaisar setelah menggulingkan keponakannya melalui kudeta berdarah yang dikenal dengan nama Insiden Jingnan (靖难之变). Yongle adalah salah satu kaisar terbaik yang pernah memerintah Tiongkok. Prestasinya antara lain mengirim ekspedisi pelayaran keliling dunia dibawah pimpinan kasim Zheng He sehingga budaya dan keagungan Tiongkok tersebar ke seluruh penjuru dunia dan menyunting Ensiklopedi Yongle (永乐大典), ensiklopedi pertama yang terbesar dan terkomprehensif di dunia. Dialah yang memindahkan ibukota Ming dari Nanjing ke Beijing yang tetap menjadi ibukota hingga kini.

more »

Kaisar Jianwen (Zhu Yunwen)

Kaisar Jianwen (Hanzi: 建文,1377-1402?) adalah kaisar ke-2 Dinasti Ming, nama aslinya adalah Zhu Yunwen (朱允炆). Dia adalah cucu tertua Zhu Yuanzhang (Kaisar Hongwu) yang mendirikan Dinasti Ming. Ayahnya, Zhu Biao anak sulung Zhu Yuanzhang yang seharusnya mewarisi tahta mati muda sebelum sempat menjadi kaisar, karena itu hak waris atas tahta jatuh padanya.Pada mulanya Zhu Yuanzhang berencana untuk mewariskan tahta pada anak ke-4nya, Zhu Di karena terkesan akan bakatnya setelah mampu melengkapi puisi lebih baik dibanding Zhu Yunwen. Namun sejumlah mentrinya yang menganut prinsip hak anak tunggal menyatakan keberatannya sehingga Zhu Yuanzhang terpaksa tetap menyatakan Zhu Yunwen sebagai penerusnya.

more »