Sep 28

Kaisar Longqing (Hanzi: 隆庆, 1537-1572) adalah kaisar ke-12 dari Dinasti Ming yang bertahta selama enam tahun yaitu dari tahun 1567-1572. Terlahir dengan nama Zhu Zaihou (朱載垕), adalah anak ketiga dari Kaisar Jiajing. Tahun 1539 diberi gelar Pangeran Yu. Setelah Jiajing mangkat tahun 1567 dia menjadi meneruskan tahtanya, rezimnya diberi nama Longqing.

***

Pemerintahan

Begitu naik tahta, Longqing segera mengambil tindakan untuk memperbaiki segala sesuatu yang tidak benar selama pemerintahan ayahnya yang panjang. Dia mereformasi pemerintahannya dengan menghukum para penjilat dari pemerintahan ayahnya dan mempekerjakan pejabat-pejabat bersih untuk mengatasi situasi. Jendral Qi Jiguang yang pernah berjasa menghalau bajak laut Jepang dari pesisir timur diperintahkan untuk memperkuat pertahanan di Tembok Besar. Negarawan ulung, Gao Gong dan Zhang Juzheng diperintahkan mengadakan negosiasi damai dengan Mongol. Aktivitas perdagangan pun dibuka lagi di perbatasan sehingga hubungan antara Tiongkok dan Mongol yang telah membeku selama berabad-abad pun mulai menghangat kembali. Hal ini menciptakan stabilitas di sepanjang perbatasan utara.

Read the rest of this entry »

Sep 22

Kaisar Jiajing (Hanzi: 嘉靖, 1507-1567) adalah kaisar ke-11 dari Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1521 sampai 1567. Terlahir dengan nama Zhu Houcong (朱厚熜). Dia adalah anak sulung dari Zhu Youyuan dan sepupu dari kaisar sebelumnya, Zhengde. Dia menjadi kaisar setelah Zhengde mangkat tanpa meninggalkan keturunan.

***

Awal pemerintahan

Setelah naik tahta, tahun-tahun awal pemerintahannya berjalan cukup baik. Dia membatalkan kebijakan-kebijakan yang merugikan dari rezim Zhengde dan menyingkirkan pejabat dan kasim-kasim korup dari tubuh pemerintahan. Jiang Bin, pejabat militer yang jahat juga dieksekusi atas perintahnya. Selain itu dia juga memerintahkan pemotongan pajak di daerah-daerah yang dilanda bencana alam. Wanita-wanita yang ditawarkan padanya sebagai hadiah dikirim pulang.

Read the rest of this entry »

Sep 5

Kaisar Zhengde (Hanzi: 正德, 1491-1521) adalah kaisar Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1505 sampai 1521. Dia adalah satu-satunya putra Kaisar Hongzhi yang tersisa, saudaranya meninggal saat masih bayi. Terlahir dengan nama Zhu Houzhao (朱厚照). Tidak seperti ayahnya yang bijak, Zhengde dikatakan sebagai kaisar Ming yang bermoral paling bejat.

***

Pemerintahan

Zhengde mendapat gelar sebagai putra mahkota tahun 1492. Dia menjadi kaisar tahun 1505 setelah ayahnya mangkat dan menamai rezimnya Zhengde. Dia mempercayai pejabat-pejabat korup dan menyimpan banyak wanita di istana belakang. Zhengde banyak menghabiskan waktunya bermain wanita. Bosan dengan wanita-wanita di istananya, dia memerintahkan wanita-wanita dari Asia Barat dan Tengah dibawakan untuknya. Setelah merasa jenuh dengan mereka, dia memerintahkan wanita-wanita dari rumah pejabat-pejabatnya dibawa padanya.

Read the rest of this entry »

Sep 2

Kaisar Zhang dari Han (Hanzi: 汉章帝, 57-88) yang nama aslinya Liu Da (刘炟), adalah kaisar ke-3 Dinasti Han Timur, Tiongkok. Ia adalah seorang pemimpin yang rajin dan pekerja keras. Ia mengurangi pajak dan menaruh perhatian besar terhadap masalah negara. Selain itu ia juga memangkas pengeluaran pemerintah dan mempromosikan Konfusianisme. Akibatnya pada masa pemerintahannya, rakyat hidup makmur dan kebudayaan Tiongkok berkembang pesat. Masa pemerintahannya dan ayahnya (Kaisar Ming dari Han) dianggap sebagai abad keemasan Dinasti Han Timur dan dikenal dengan nama Zaman Ming-Zhang (明章之治).Pada masa pemerintahannya pula, Tiongkok meluaskan pengaruhnya hingga ke luar negeri. Jenderal Ban Chao memimpin pasukan Han ke barat menyeberangi Laut Kaspia hingga ke wilayah yang kini adalah negara Ukraina dengan misi memerangi suku barbar Xiongnu yang sering mengganggu rute perdagangan Jalan Sutera. Ekspedisi militer ke barat ini membuka hubungan antara Tiongkok dengan Kekaisaran Parthia (sekarang Iran), Tiongkok juga mengirim duta besarnya ke Roma.

Kaisar Zhang adalah kaisar bijak terakhir Dinasti Han Timur. Para penerusnya tidak lebih dari penguasa-penguasa dungu yang dikendalikan oleh para kasim dan keluarga kaisar dari pihak ibu. Hal ini tidak lepas dari kesalahannya memberikan kekuasaan pada kerabat kekaisaran dari pihak ibu dan istrinya yang menjadi bibit penyalahgunaan wewenang oleh keluarga kekaisaran.

Read the rest of this entry »

Jul 29

Kaisar Chenghua (Hanzi: 成化, 1447-1487) adalah kaisar ke-8 dari Dinasti Ming yang memerintah tahun 1464 sampai 1487. Dia adalah anak sulung Kaisar Zhengtong, terlahir dengan nama Zhu Jianjun, setelah ayahnya kembali naik tahta namanya diubah menjadi Zhu Jianshen (朱见深).

**

Kehidupan awal

Ketika berumur dua tahun, ayahnya, Kaisar Zhengtong ditawan oleh Mongol dalam insiden Tumubao. Tahun berikutnya setelah ayahnya kembali ke daratan tengah, namun pamannya, Kaisar Jingtai yang menjadi naik tahta untuk mengisi kevakuman kuasa menjadikannya tahanan rumah. Bersama ayahnya, dia turut menjalani masa tahanan ini selama kurang-lebih tujuh tahun. Selama itu dia hidup di bawah bayang-bayang pamannya, gelar putra mahkotanya dicabut dan dialihkan pada anak Jingtai. Tahun 1457, ayahnya kembali merebut tahta dan gelarnya sebagai putra mahkota dipulihkan sehari sebelum kematian pamannya di tahun yang sama.

Read the rest of this entry »

Jul 26

Kaisar Hongzhi (Hanzi: 弘治, 30 Juli 1470-8 Juni 1505) adalah kaisar Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1487 sampai 1505. Terlahir dengan nama Zhu Youtang (朱祐樘), adalah anak dari Kaisar Chenghua dari selirnya yang bermarga Ji. Dia adalah kaisar masa pertengahan Ming yang bijaksana dan cinta damai, selama masa pemerintahannya Tiongkok stabil dan makmur sehingga masa ini disebut abad perak Hongzhi.

Read the rest of this entry »

Jun 7

Kaisar Zhengtong (Hanzi: 正统, 1427-1464) adalah kaisar ke-6 dari Dinasti Ming yang berkuasa tahun 1435 hingga 1449 lalu berkuasa lagi tahun 1457 hingga wafatnya tahun 1464, juga dikenal dengan nama Kaisar Tianshun (天顺), nama yang dipakai setelah restorasinya. Dia terlahir dengan nama Zhu Qizhen (朱祁镇) sebagai anak sulung dari Kaisar Xuande dan Permaisuri Sun.

Read the rest of this entry »

Jun 7

Kaisar Jingtai (Hanzi: 景泰, 1428-1457) adalah kaisar ke-7 dari Dinasti Ming yang memerintah Tiongkok pada tahun 1449 sampai 1457. Nama aslinya adalah Zhu Qiyu (朱祁钰). Ia adalah putra dari Kaisar Xuande dan adik tiri dari Kaisar Zhengtong. Tahun 1449, menyusul terjadinya Insiden Tumubao, dimana kakaknya, Kaisar Zhengtong, kalah perang dan tertawan oleh Esen Khan dari Mongol, ibusuri atas rekomendasi para menteri mengangkatnya sebagai kaisar untuk mengisi kevakuman kuasa. Pada bulan September di tahun yang sama dia menamai rezimnya Jingtai. Setelah bertahta dia mengangkat Yu Qian, seorang menteri yang terkenal akan kejujuran dan ketegasannya, sebagai menteri perang. Yu segera memperkuat angkatan perang Ming untuk menghadapi pasukan Mongol yang terus maju hendak menduduki Beijing. Atas jasa Yu, tentara Mongol berhasil dihalau dan dipaksa untuk mengadakan negosiasi damai serta mengembalikan Zhengtong yang ditawan. Dinasti Ming pun selamat dari kehancuran.

Read the rest of this entry »

Apr 23

Kaisar Hongxi (Hanzi: 洪熙, 1378-1425) adalah kaisar ke-4 Dinasti Ming. Terlahir dengan nama Zhu Gaochi (朱高炽), adalah anak sulung dari Zhu Di. Dia mewarisi tahta setelah ayahnya mangkat tahun 1424 dan menamakan rezimnya Hongxi, namun dia meninggal setahun setelah bertahta dalam usia 48 tahun.

***
Kehidupan awal
Sejak kecil Zhu Gaochi dididik dengan baik oleh guru-guru beraliran Konfusius. Ketika ayahnya melakukan kudeta dan menyatakan perang terhadap Kaisar Jianwen, dia bertugas menjaga kota Beijing. Hanya dengan pasukan berkekuatan 10.000 orang dia bertempur dengan gagah berani melawan 500.000 tentara yang pro-Jianwen.

Read the rest of this entry »

Apr 5

Kaisar Xuande (Hanzi: 宣德, 1398-1435) adalah kaisar ke-5 Dinasti Ming. Dia adalah anak sulung Kaisar Hongxi, terlahir dengan nama Zhu Zhanji (朱瞻基). Pemerintahannya yang berlangsung tahun 1425 sampai 1435 disebut abad emas Dinasti Ming karena negara stabil, aman dan makmur, bersama dengan masa pemerintahan ayahnya yang singkat jaman ini sering disebut “jaman Ren-Xuan” sesuai nama kuil mereka, Renzong dan Xuanzong.

***
Kehidupan awal

Zhu Zhanji seorang yang menggemari puisi dan literatur. Dia mendapat gelar putra mahkotanya begitu ayahnya naik tahta. Ketika berada di Nanjing untuk menangani bencana gempa bumi, tiba-tiba datang laporan darurat dari Beijing yang mengabarkan kematian ayahnya yang mendadak dan menyuruhnya segera kembali ke ibukota. Dalam perjalanannya pulang ke Beijing, tersebar isu bahwa pamannya, Zhu Gaoxu berencana menjebaknya di perjalanan, namun dia tetap meneruskan perjalanan ke utara tanpa rasa takut dan memang benar itu hanya kabar burung belaka. Begitu tiba di istana, dia segera mengambil alih tahta dan menamai rezimnya Xuande pada tahun berikutnya.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries