Nov 19
Wei Yan
icon1 Delta | icon2 Tiga Negara | icon4 11 19th, 2008| icon3No Comments »

Nama Lengkap: Wei Wenchang
Lahir: A.D. 175
Meninggal: A.D. 234

Wei Yan menjadi salah satu perwira paling senior dari Kerajaan Shu setelah meninggalnya Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Huang Zhong dan Ma Chao. Wei Yan adalah jenderal yang menyelamatkan Huang Zhong dari hukuman mati setelah membunuh tuannya, Han Xuan.

Pada saat Guan Yu menyerang kota Changsha, Wei Yan menyerah dan bersedia mengabdi kepada Liu Bei. Meskipun telah menyerah dan bersedia bergabung, Zhuge Liang tidak menyetujui hal itu karena takut menghadapai kenyataan bahwa Wei Yan akan menghianati Liu Bei seperti dia menghianati Han Xuan. Tanpa perlu dikatakan, Liu Bei menerima Wei Yan dan mengatakan bahwa membunuh perwira yang menyerah dapat menjadi contoh jelek dikemudian hari terhadap perwira-perwira musuh yang bersedia menyerah dan mengabdi kepada dirinya.

Read the rest of this entry »

Oct 10
Yang Gongren
icon1 Glent | icon2 Dinasti Tang | icon4 10 10th, 2008| icon3No Comments »

Yang Gongren (Hanzi: 杨恭仁, ?-639) atau Yang Guan (杨纶), Adipati Xiao dari Guan (观孝公), adalah seorang pejabat dan jenderal pada masa Dinasti Sui dan Tang. Pada masa Dinasti Tang ia sempat menjabat sebagai perdana menteri, ia terkenal akan sifatnya yang jujur dan rendah hati

***

Latar belakang

Tidak diketahui kapan dan dimana Yang Gongren dilahirkan. Ia adalah putra sulung Yang Xiong, keponakan jauh Yang Jian/ Kaisar Wen, sang pendiri Dinasti Sui. Yang Xiong sendiri termasuk salah satu dari empat pejabat paling berpengaruh pada awal Dinasti Sui bersama dengan Gao Jiong, Yu Jingze, dan Su Wei. Berbagai gelar kebangsawanan dianugerahkan kepadanya hingga yang terakhir gelar sebagai Pangeran Guan.

Read the rest of this entry »

Oct 8
Li Mu
icon1 Glent | icon2 Dinasti Zhou | icon4 10 8th, 2008| icon3No Comments »

Li Mu (Hanzi: 李牧, ?-229 SM) adalah jenderal terkenal pada Zaman Negara-negara Berperang yang mengabdi pada Negara Zhao. Ia berjasa mempertahankan perbatasan utara dari serbuan suku barbar Xiongnu dan ibukota Zhao, Handan dari invasi Qin. Namun sayang, hidupnya harus berakhir di tangan para pengkhianat setelah dicampakan oleh rajanya karena isu yang disebarkan mata-mata Qin. Sejarawan Dinasti Han, Sima Qian menempatkan Li sebagai salah satu dari empat jenderal terbaik Zaman Negara-negara Berperang (战国四大名将).

***

Sang penakluk Xiongnu

Tidak ada catatan yang jelas mengenai kehidupan awal Li Mu termasuk tanggal dan tempat kelahirannya. Namanya mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Huiwen dari Zhao (299 SM-266 SM). Ketika itu suku Xiongnu di utara mulai bertambah kuat dan mereka menjadi momok menakutkan di sepanjang perbatasan utara Tiongkok. Untuk itu Raja Huiwen mengirim Li ke Kabupaten Dai, Yanmen, Provinsi Shanxi, untuk menjaga wilayah itu dari serbuan Xiongnu. Begitu tiba disana, Li segera mempelajari situasi dan kondisi setempat, lalu menyusun strategi untuk mengatasi masalah ini. Ia mengeluarkan peraturan, ‘Bila Xiongnu menyerang, masuk ke dalam kota dan bertahan, jangan pernah keluar menyambut serangan musuh, yang melanggar akan dihukum mati.’ Pada saat yang sama ia merekrut orang-orang kuat dan melatih mereka agar menjadi pasukan yang dapat diandalkan.

Read the rest of this entry »

Sep 22
Li Baoyu
icon1 Glent | icon2 Dinasti Tang | icon4 09 22nd, 2008| icon3No Comments »

Li Baoyu (Hanzi: 李抱玉, 703-15 April 777) alias An Zhongzhang (安重璋) atau An Baoyu (安抱玉), Adipati Zhaowu dari Liang (凉昭武公), adalah seorang jenderal pada pertengahan Dinasti Tang yang terkenal karena kontribusinya dalam mempertahankan negara semasa Pemberontakan Anshi dan mempertahankan perbatasan barat dari serbuan bangsa Tufan (Tibet).

***

Latar belakang

Li terlahir dengan nama An Zhongzhang tahun 703 pada masa pemerintahan kaisar wanita Wu Zetian. Leluhurnya berasal dari Parthia (Persia) namun telah menetap di wilayah Hexi selama beberapa generasi. Kakek moyangnya, An Xinggui, adalah seorang pejabat pada awal Dinasti Tang yang membantu Li Yuan mempersatukan negara dengan mengalahkan Li Gui, salah satu rezim separatis yang berkuasa di wilayah Gansu dan sebelah barat Sungai Kuning. Keluarga An secara turun-temurun termashyur akan kemampuannya sebagai peternak kuda yang hebat. Beberapa dari mereka bermigrasi ke wilayah sekitar ibukota Chang’an (sekarang Xi’an, Shaanxi), disana mereka mempelajari literatur Tiongkok dan kawin campur dengan keluarga-keluarga lokal. An Zhongzhang yang tumbuh besar di wilayah barat adalah seorang yang mahir berkuda dan memanah. Ia masuk militer pada usia muda, ia dikenal sebagai seorang prajurit yang banyak siasat, teliti, dan berdedikasi tinggi. Pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong, An dianugerahi nama kehormatan Baoyu (yang artinya ‘dia yang memegang batu kumala’) oleh sang kaisar karena prestasinya yang menonjol. Tahun 755, Jenderal An Lushan melakukan pemberontakan di Fanyang (sekarang Beijing) dan mendeklarasikan berdirinya Kekaisaran Yan. Saat itu An Baoyu sedang menjaga kota Nanyang. An Lushan mengirim utusan ke sana dan mencoba membujuknya agar menyerah padanya, namun karena kesetiaannya pada Dinasti Tang, ia membunuh utusan itu dan rombongannya.

Read the rest of this entry »

Sep 15
Pang Tong
icon1 Delta | icon2 Tiga Negara | icon4 09 15th, 2008| icon33 Comments »

Nama Lengkap: Pang Shiyuan
Lahir: A.D. 178
Meninggal: A.D. 213

Pang Tong dikenal sebagai salah satu lawan yang seimbang bagi Zhuge Liang. Sima Hui memberitahu Liu Bei bahwa dia dapat menguasai dunia apabila mendapatkan salah satu diantara mereka.

Pada awal pertempuran di Chibi, Cao Cao menyetujui usul Pang Tong untuk menggabungkan kapal-kapal yang ada dengan rantai. Dengan penggabungan tersebut maka kapal-kapal menjadi lebih stabil terhadap gelombang air dan mengurangi jumlah tentara yang mabuk karena gelombang Sungai Yangtze. Meskipun diperingatkan oleh Cheng Yu bahwa hal itu sangat berbahaya dan rentan terhadap serangan api, Cao Cao membantah hal itu dan mengatakan serangan dengan api tidak mungkin karena arah angin yang tidak mendukung.

Read the rest of this entry »

Sep 6
Feng Yuxiang
icon1 Glent | icon2 Republik Tiongkok | icon4 09 6th, 2008| icon31 Comment »

Feng Yuxiang (Hanzi: 冯玉祥, 1882-1948) adalah seorang panglima perang pada masa Republik Tiongkok awal abad-20. Ia lahir di Kabupaten Chao, Provinsi Anhui (sekarang Kabupaten Chaohu) dari keluarga seorang pejabat militer Qing sehingga menghabiskan masa mudanya dalam lingkungan militer. Pada umur 16 tahun, ia menjadi tentara, disana sudah nampak potensinya sebagai seorang pekerja keras dan bermotivasi tinggi. Feng, seperti juga para perwira muda pada masa itu, tertarik dengan ide-ide revolusioner dan terlibat dalam sebuah pemberontakan militer yang menyebabkannya hampir dihukum mati atas tuduhan pengkhianatan terhadap negara. Ia kemudian bergabung dalam Pasukan Beiyang pimpinan Yuan Shikai dan masuk Kristen pada tahun 1914. Karirnya sebagai panglima perang berawal pada tahun 1916, tidak lama setelah jatuhnya pemerintahan jenderal Yuan. Ia memerintah wilayah kekuasaannya dengan sistem campuran antara budaya paternalistik Kristen, sosialisme, dan displin militer yang tegas, ia sering membawa anak buahnya masuk Kristen dan dibaptis, juga melarang mereka mengkonsumsi opium sehingga ia mendapat julukan Panglima Kristen. Pada awal 1920-an, Feng dikenal sebagai salah satu panglima dari Komplotan Zhili (dinamakan sesuai wilayah Zhili yang meliputi Beijing, Tianjin, bagian selatan Hebei, Liaoning, dan Mongolia Dalam yang menjadi basis mereka). Komplotan ini terlibat pertikaian sengit dengan Komplotan Fengtian yang dikepalai Zhang Zuolin dan dalam Perang Zhili-Fengtian I, mereka berhasil mengalahkan Komplotan Fengtian. Pada saat itu pula, Feng mulai mencondongkan halauannnya pada Uni Soviet.

Read the rest of this entry »

Jun 15
Ma Chao
icon1 Delta | icon2 Tiga Negara | icon4 06 15th, 2008| icon32 Comments »

Nama Lengkap: Ma Mengqi
Lahir: A.D. 176
Meninggal: A.D. 225
Ayah: Ma Teng
Saudara: Ma Xiu (A.D. 178), Ma Tie (A.D. 180)
Sepupu: Ma Dai (A.D. 174)

Anak Ma Teng dan sangat terlatih dalam pertempuran. Ma Chao menggerakkan tentara sang ayah untuk membalas dendam setelah Cao Cao menipu ayahnya datang ke Ibukota dan membunuhnya bersama Ma Xiu dan Ma Tie. Dengan saudara angkat ayahnya, Han Sui, mereka menyerang Changan dan berhasil menguasai dengan mudah. Setelah menggenggam Changan mereka menyerang Terusan Tong yang sangat strategis. Cao Cao memerintahkan Cao Hong dan Xu Huang memimpin 10.000 tentara untuk berjaga dan bertahan di Terusan Tong untuk 10 hari. Pada hari ke-sembilan Cao Hong tidak dapat bertahan dari tantangan dan hinaan yang diterima sehingga pergi ke medan pertempuran, tetapi berhasil dikalahkan sehingga Terusan Tong hilang dari tangan Cao Cao.

Read the rest of this entry »

Dec 30
Sengge Rinchen
icon1 Glent | icon2 Dinasti Qing | icon4 12 30th, 2007| icon3No Comments »

Sengge Rinchen (Hanzi: 僧格林沁, pinyin: Senggelinqin, 1811-1865) adalah seorang jenderal Tiongkok beretnis Mongol pada akhir Dinasti Qing. Ia berpartisipasi dalam pertempuran-pertempuran besar pada zaman itu seperti Perang Candu II, penumpasan Pemberontakan Taiping dan Nian, dimana ia menemui ajalnya. Sengge Rinchen lahir di Ke’erqin Bendera Hitam Kiri, Mongolia Dalam. Ia berasal dari klan Borjigit, satu klan dengan penakluk besar pada masa lampau, Genghis Khan. Berdasarkan silsilah, ia adalah keturunan ke-26 dari Khabutu Khasar yang tidak lain adalah adik Genghis Khan. Namanya sendiri berasal dari bahasa Tibet yang berarti ’singa’ (Sengge) dan ‘harta’ (Rinchen). Pada masa muda ia hidup dalam kemiskinan, statusnya baru terangkat ketika diangkat keponakan oleh seorang bangsawan Mongol berkuasa di wilayahnya. Pada tahun 1825, Sengge menerima gelar kebangsawanan Junwang (郡王), yaitu pangeran yang berkuasa di tingkat kabupaten.

Read the rest of this entry »

Dec 30
Tan Sitong
icon1 Glent | icon2 Dinasti Qing | icon4 12 30th, 2007| icon3No Comments »

Tan Sitong (Hanzi: 谭嗣同, 10 Maret 1865 - 28 September 1898) adalah seorang reformis pada masa akhir Dinasti Qing. Ia adalah tokoh kunci dalam Reformasi Wuxu atau yang juga dikenal dengan nama Reformasi Seratus Hari, sebuah gerakan politik yang bertujuan mereformasi sistem monarki feodal di Tiongkok.

Tan dilahirkan di Liuyang, Provinsi Hunan dari keluarga seorang pejabat rendahan. Ibunya telah meninggal ketika dia kecil sehingga dia hidup di bawah perlakuan buruk ibu tirinya. Sejak usia dini, ia sudah membaca banyak karya literatur dan sudah mengenal berbagai macam filsafat. Bersama ayahnya, dia mengunjungi banyak tempat di Tiongkok dari wilayah utara hingga selatan dan dari sana dia menyaksikan pahit getirnya kehidupan rakyat jelata.

Read the rest of this entry »

Dec 30
Yang Yichen
icon1 Glent | icon2 Dinasti Sui | icon4 12 30th, 2007| icon3No Comments »

Yang Yichen (Hanzi: 杨义臣, ?-617) adalah seorang jenderal terkenal pada masa Dinasti Sui, Tiongkok. Ia melayani dua kaisar Sui yaitu Kaisar Wen dan putranya, Kaisar Yang. Selama pengabdiannya ia telah meraih sejumlah prestasi militer yang patut dibanggakan seperti mengalahkan suku-suku barbar di utara dan pemberontakan petani. Pada akhir Dinasti Sui, ia adalah salah satu dari sedikit jenderal yang bisa diandalkan untuk menumpas pemberontakan-pemberontakan petani yang merajarela. Sayangnya keberhasilan Yang membuat iri Kaisar Yang, ia akhirnya dinonaktifkan dari militer dan diberi jabatan yang tidak penting. Sejak itu pemberontakan petani makin tidak terkendali, Yang sendiri meninggal tak lama setelahnya dalam kesedihan.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries