Tag-Archive for » Cerita «

Kebahagiaan Ganda

Kebahagiaan GandaSebuah karakter Tionghoa yang banyak dikenal, Kebahagiaan Ganda, yang tertera pada kertas merah atau potongan kertas selalu ada pada saat pernikahan.

Terdapat asal usul dibalik itu.

Pada masa Dinasti Tang, terdapat seorang pelajar yang ingin pergi ke Ibukota untuk mengikuti ujian negara, dimana yang menjadi juara satu dapat menempati posisi menteri.

Sayangnya, pemuda itu tersebut jatuh sakit di tengah jalan saat melintasi sebuah desa di pegunungan. Untung seorang tabib dan anak perempuannya membawa pemuda itu ke rumah mereka dan merawat sang pelajar. Pemuda tersebut dapat sembuh dengan cepat berkat perawatan dari tabib dan anak perempuannya.

more »

  • Share/Bookmark

Memandang bulan hingga tengah malam

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu ada sebuah keluarga, keluarga Yang, yang menikahkan anak lelakinya, yang masih anak kecil, dengan Yao, anak perempuan ke enam dari keluarga Yao.

Keluarga Yang memperlakukan Yao seperti budak sejak hari pernikahan. Dari mulai mencuci, menenun, memasak dan banyak lagi. Apabila pekerjaan yang diberikan tidak dapat diselesaikan, maka perlakuan kasar akan diterima Yao.

Suatu hari pada tanggal lima belas bulan delapan Imlek, keluarga Yang memberikan 7 keranjang kapas kepada Yao untuk ditenun menjadi kain dan harus selesai pada keesokan harinya.

more »

  • Share/Bookmark

Chang-E

Uraian Singkat

Menurut legenda Tionghoa, pernah terdapat 10 buah matahari di bumi ini dan masing-masing matahari secara bergiliran menerangi dan memberikan kehangatan ke bumi. Tetapi suatu saat semua matahari muncul secara bersama-sama sehingga menyebabkan bumi hangus karena terlalu panas. Bumi dapat diselamatkan berkat adanya seorang pemanah pemberani bernama Hou Yi yang berhasil memanah jatuh sembilan buah matahari.

more »

  • Share/Bookmark

Tiga Saat Fajar dan Empat Saat Senja

Oleh: Lie Zi

Di negara Song terdapat seorang pria yang memelihara monyet. Ia menyayangi monyet-monyet itu dan memelihara dalam jumlah banyak.

Ia dapat memahami monyet-monyet itu dan monyet-monyet itu dapat memahami dirinya. Ia mengurangi jumlah makanan untuk keluarganya demi memuaskan kebutuhan monyet-monyet itu.

more »

  • Share/Bookmark

Sebuah tanda di perahu

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

more »

  • Share/Bookmark

Satu Kali Sebulan

Oleh: Mencius

Ada seorang lelaki yang selalu mencuri ayam tetangganya setiap hari.

“Ini bukan sifat baik”, dia dinasehati.

“Baiklah, saya akan mengurangi jumlahnya”, jawabnya, “Saya hanya akan mencuri satu ayam setiap bulan dan tahun depan saya tidak akan mencuri lagi”.

more »

  • Share/Bookmark

Nama dan Kenyataan

Oleh: Yin Wen Zi

Ada seorang tua yang rumahnya terletak di sebuah jalan yang ramai. Ia memberikan pembantu laki-lakinya nama panggilan “petarung” dan anjingnya “penggigit”.

Selama tiga tahun tidak ada satu orang pun yang mengunjungi rumahnya.

more »

  • Share/Bookmark

Menarik tanaman untuk membantunya tumbuh

Pada kesempatan ini marilah mengetahui asal usul dari peribahasa “Menarik tanaman untuk membantunya tumbuh”.

Terdapat seorang laki-laki yang tidak sabar pada masa Dinasti Song. Ia sangat geram dan berharap padi yang ditanamnya tumbuh dengan cepat. Ia berpikir mengenai hal ini siang dan malam. Namun padi tetap tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan.

more »

  • Share/Bookmark

Ular dengan Dua Mulut

Oleh: Han Fei Zi

Terdapat seekor ular yang sangat besar dan memiliki dua buah mulut yang saling menggigit, bertarung demi makanan.

more »

  • Share/Bookmark

Meminta kulit serigala

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pria, bernama Lisheng, yang baru saja menikah dengan seorang wanita yang cantik jelita. Suatu hari, sang istri berpikir bahwa pakaian dari kulit serigala akan membuat dirinya semakin cantik. Sang istri berkata kepada Lisheng dan meminta Lisheng untuk mendapatkan kulit serigala tersebut.

Namun kulit serigala adalah barang langka dan mahal. Lisheng yang tidak berdaya terus berjalan berputar-putar di sekitar desanya. Pada satu kesempatan, seekor serigala melintas. Lisheng langsung berusaha menangkap serigala tersebut dan mendapatkan ekornya.

more »

  • Share/Bookmark