Bab 1 Bagian 2: Bersama Menghancurkan Pemberontak

Setelah bersumpah menjadi saudara dan berhasil merekrut pasukan pertamanya pada keseokan harinya 3 saudara itu mulai mempersiapkan diri mereka semua untuk maju kemedan perang melawan para pemeberontak.

Setelah senjata dikumpulkan dan dibagi-bagikan mereka sadar bahwa mereka tidak memiliki kuda seekorpun. Tetapi mereka di gembirkan oleh kabar bahwa ada seorang pedangang kuda yang barus memasuki kota.

“Langit membantu kita”, kata Liu Bei.

3 saudara tersebut menyambut sang pedangang kuda tadi. Mereka adalah Zhang Shi Ping dan Su Shuang dari ZhongShan. Mereka pergi kedaerah utara setiap tahunnya untuk membeli kuda. Mereka sekarang sedang dalam perjalanan pulang karena adanya pemberontakan dimana-mana. 3 saudara itu mengundang mereka pergi ke tanah pertanian Zhang Fei dan menjamu mereka dengan arak. Liu Bei lalu menceritakan rencana mereka untuk berjuang mengembalikan kedamaian bagi rakyat. Kedua pedagang itu sangat bersimpati dan akhirnya memberikan 50 kuda, 500 ons emas dan perak, 1500 pon besi baja untuk dibuat senjata.

Continue reading

Lu Su (鲁肃)

Nama Lengkap: Lu Zijing
Lahir: A.D. 172
Meninggal: A.D. 217

Dipilih oleh Zhou Yu sebagai penerus untuk menduduki posisi Panglima Tertinggi pada Kerajaan Wu. Lu Su (鲁肃) memiliki sifat yang lebih tabah dan tenang daripada Zhou Yu. Lu Su pernah memberikan nasehat kepada Zhou Yu agar lebih memperhatikan masalah mempertahankan Kerajaan Wu dari serangan Cao Cao daripada memikirkan bagaimana melenyapkan Zhuge Liang.

Continue reading

Guandu

Salah satu pertempuran terkenal dalam masa Tiga Negara yang dapat sebagai contoh bahwa tidak selalu tentara yang berjumlah lebih besar selalu menang. Dengan 70.000 tentara, Cao Cao berhasil memenangkan pertempuran atas sebuah kekuatan besar yang kelihatannya tidak mungkin dikalahkan, 700.000 tentara.

Disamping jumlah pasukan yang jauh lebih kecil, Cao Cao juga mengalami kesulitan perbekalan. Dua kendala ini hampir membuat Cao Cao mundur dari medan perang. Beruntung dia mengikuti nasehat Xun Yu.

Continue reading

Chibi

Chibi adalah tempat pertempuran dimana Cao Cao menderita kekalahan terbesarnya, hanya dalam satu malam tentara yang begitu perkasa menjadi sekumpulan sisa-sisa kapal karam yang terbakar. Terjadi pada Sungai Yangtze dimana kedua belah pihak yang berperang mengambil posisi yang berseberangan.

Tentara Cao Cao yang tidak terbiasa peperangan di air mengalami mabuk karena goncangan-goncangan di kapal, sehingga disetujuinya sebuah usul untuk menggabungkan kapal-kapal yang ada satu sama lain dengan rantai. Ini membuat Cao Cao sangat bangga dan tentaranya tidak mabuk.

Continue reading

Cao Cao (曹操)

Raja dari Kerajaan Wei

Nama Lengkap: Cao Mengde
Lahir: A.D. 155
Meninggal: A.D. 220
Ayah: Cao Song
Istri: Nyonya Bian, Nyonya Zou
Anak: Cao Ang (A.D. 175), Cao Pi (A.D. 187), Cao Zhang (A.D. 190), Cao Zhi (A.D. 192), Cao Xiong (A.D. 195), Cao Yu (A.D. 219)
Cucu: Cao Rui (anak dari Cao Pi, A.D. 205), Cao Huan (anak dari Cao Yu, A.D. 246)

Cao Cao (曹操) adalah salah seorang menteri pada akhir Dinasti Han. Dia kehilangan posisi menteri dan menjadi buronan karena gagal membunuh Dong Zhuo, yang berusaha menguasai istana.

Continue reading