Tag-Archive for » budaya «

Menggantung Lentera Merah

Pada masa akhir Dinasti Ming, Li Zicheng, pemimpin pemberontak, bersama tentaranya sedang mempersiapkan diri untuk menguasai kota Kaifeng.

Demi mendapatkan informasi yang akurat, Li menyamar sebagai penjual beras masuk ke Kaifeng. Setelah mendapat gambaran yang jelas, maka Li menyebarkan berita untuk kalangan rakyat jelata bahwa tentara pemberontak tidak akan mengganggu setiap rumah yang menggantung lentera merah di pintu depan.

more »

Nian

Legenda mengatakan bahwa pada jaman dahulu dunia dipenuhi dengan binatang-binatang buas dan berbahaya. Diantara mereka terdapat sebuah monster yang sangat besar, Nian.

Nian mempunyai kebiasaan memulai makan manusia tepat pada malam tahun baru.

Nian mempunyai mulut yang sangat besar yang dapat menelan banyak orang sekaligus dalam sekali lahap, sehingga tidak heran jika penduduk menjadi amat takut kepadanya.

more »

Makan Yuan Xiao

Tang YuanSalah satu kebiasaan yang dilakukan pada saat merayakan Perayaan Lentera adalah memakan Yuan Xiao, atau dinamakan Tang Yuan pada bagian selatan Tiongkok, yang menjadi simbol dari kebahagiaan dan persatuan.

Tang Yuan Setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam membuat Yuan Xiao, namun semuanya memakai nasi yang lengket dengan diberi isi, seperti tepung kacang, bijan, daging ikan, dan lainnya.

more »

Qu Yuan

Kisah Qu Yuan menjadikan Perayaan Perahu Naga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Tionghoa. Abad ke-empat sebelum masehi dikenal sebagai “masa berbahaya” bagi Tiongkok. Pada saat itu terjadi peperangan besar antara tokoh-tokoh kuat dan pemerintah yang banyak dilanda korupsi. Banyak kerajaan-kerajaan akhirnya menghilang, kecuali kerajaan Chu, yang merupakan salah satu dari kerajaan terkuat pada saat itu.

Qu Yuan dilahirkan pada 340 BC dan merupakan salah satu anggota keluarga dari tiga keluarga terhormat pada Kerajaan Chu. Qu Yuan adalah seorang penasehat bagi Raja Huai yang memerintah dari 328 BC sampai 299 BC.

more »

Perayaan Qing Ming

Pemberian nama Qing Ming dimulai dari masa Dinasti Han karena cuaca selama bulan ketiga Imlek cerah dan bersih. Dimulai dari masa Dinasti Tang, Qing Ming menjadi perayaan.

Di kemudian hari, membersihkan makam menjadi identik dengan perayaan Qing Ming.

Perayaan Tahun Baru Imlek

Perayaan ImlekDalam jutaan orang Tionghoa yang ada di dunia ini, ternyata yang mengetahui sejarah dan asal usul Tahun Baru Imlek memang tidak banyak. Biasanya mereka hanya merayakannya dari tahun ke tahun bila kalender penanggalan Imlek telah menunjukan tanggal satu bulan satu. Jenis dan cara merayakannya pun bisa berbeda dari satu suku dengan yang lain.

Hal ini dikarenakan luasnya daratan Tiongkok dengan beraneka ragamnya kondisi alam, lingkungan baik secara geografis maupun demografis, belum lagi secara etnis. Ada yang dimulai dengan sembahyang kepada Thian dan para Dewa, serta leluhur, ada pula yang dimulai dengan makan ronde, maupun kebiasaan-kebiasaan lain sebelum saling berkunjung antar sanak saudara sambil tidak lupa membagi-bagi “Ang Pau” untuk anak-anak, yang tentu saja menerimanya dengan penuh kegembiraan.

more »

Perayaan Pertengahan Musim Gugur

Perayaan Pertengahan Musim Gugur jatuh pada tanggal 15 bulan 8 Imlek dan banyak cerita yang mendasarinya. Dipercayai bahwa asal muasal Perayaan Musim Gugur lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Karena pada saat itu Tiongkok merupakan negara pertanian, maka perayaan ini bertepatan dengan panen musim gugur.

Ada pula sebuah legenda yang dipercaya masyarakat Tiongkok sebagai awal dari perayaan ini, yaitu legenda mengenai Chang-E.

more »

Perayaan Perahu Naga

Perayaan Perahu NagaPerayaan perahu naga selalu menjadi simbol dalam semangat dan kebudayaan bangsa Tionghoa. Merupakan salah satu dari perayaan besar bangsa Tionghoa yang diadakan setiap tahun, dan saat ini bisa disaksikan dari seluruh penjuru dunia. Berpartisipasi dalam perayaan perahu naga, baik sebagai peserta ataupun penonton, merupakan sesuatu yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh setiap orang.

Anda dapat menyaksikan perahu-perahu yang beraneka warna, dengan dihiasi kepala naga, ekor naga dan lukisan sepanjang badan perahu. Anda dapat menyaksikan para peserta yang berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang pertama sampai pada garis akhir. Penonton yang berteriak dan memberi semangat bagi perahu pilihan mereka, sementara itu pemukul gendang memukul gendangnya dan berteriak untuk memberikan semangat dan menyelaraskan irama dayung bagi setiap peserta dalam perahunya. Perayaan ini jangan diharapkan sebagai suatu perayaan yang tenang, namun sebuah perayaan yang ceria dan menyenangkan, sebuah pesta besar.

more »