Feb 25

Oleh: Lie Zi

Di negara Song terdapat seorang pria yang memelihara monyet. Ia menyayangi monyet-monyet itu dan memelihara dalam jumlah banyak.

Ia dapat memahami monyet-monyet itu dan monyet-monyet itu dapat memahami dirinya. Ia mengurangi jumlah makanan untuk keluarganya demi memuaskan kebutuhan monyet-monyet itu.

Read the rest of this entry »

Jan 12
Sebuah tanda di perahu
icon1 Delta | icon2 Petuah | icon4 01 12th, 2007| icon3No Comments »

Pada jaman dahulu seorang pria dari Chu menjatuhkan pedang miliknya yang bagus ke air secara tidak sengaja karena adanya goncangan pada perahu yang dinaikinya.

“Oh tidak”, dia bersedih, “Apa yang bisa aku lakukan?”.

Mendengar hal itu, sang nahkoda kapal berkata, “Itu tidak masalah, saya akan terjun dan mengambilnya”.

Read the rest of this entry »

Feb 21
Ular dengan Dua Mulut
icon1 Delta | icon2 Petuah | icon4 02 21st, 2006| icon32 Comments »

Oleh: Han Fei Zi

Terdapat seekor ular yang sangat besar dan memiliki dua buah mulut yang saling menggigit, bertarung demi makanan.

Read the rest of this entry »

Jul 6
Kejatuhan Sebuah Negara
icon1 Delta | icon2 Petuah | icon4 07 6th, 2005| icon31 Comment »

Liu Che adalah seorang kaisar yang sangat berkuasa pada masa Dinasti Han. Disamping mahir dalam politik dan militer, Liu Che juga merupakan seorang sastrawan. Ia membentuk sebuah badan kerajaan yang bertugas mengumpulkan dan memadukan nyanyian-nyanyian rakyat, juga cerita-cerita rakyat.

Seorang ketua rombongan pemusik yang bernama Liyannian merupakan sastrawan yang sangat mahir, dan dapat memadukan banyak karya sastra dengan indah.

Read the rest of this entry »

Jun 7
Cantik dan Biasa
icon1 Delta | icon2 Petuah | icon4 06 7th, 2003| icon3No Comments »

Oleh: Zhuang Zi

Pada sebuah perjalanan ke negara Song, Yangzi [Yang Zhu] menginap di sebuah penginapan.

Pemilik penginapan memiliki dua orang selir. Selir pertama adalah seorang yang cantik dan menarik sedangkan selir satunya biasa-biasa saja. Yang biasa saja sangat disayang oleh sang suami, sedangkan yang cantik diabaikan.

Read the rest of this entry »