Archive for the Category » Dinasti Tang «

Han Xiu

Han Xiu (Hanzi: 韩休, 672-739), Bangsawan Wenzhong dari Yiyang (宜阳文忠子), adalah seorang pejabat pada pertengahan Dinasti Tang yang terkenal akan keterusterangan dan kejujurannya. Ia sempat menjabat sebagai perdana menteri pada masa pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong.

***

Latar belakang

Han Xiu lahir pada tahun 672 pada masa pemerintahan Kaisar Tang Gaozong. Keluarganya berasal dari ibukota Chang’an (sekarang Xi’an, Shaanxi) dan masih keturunan raja-raja negara Han pada Zaman Negara-negara Berperang. Para leluhurnya turun-temurun menjadi pejabat negara pada Dinasti Han, Jin, Wei Utara, Qi Utara, Zhou Utara, Sui, dan Tang. Kakeknya, Han Fu, adalah kepala daerah pada awal Dinasti Tang, sedangkan ayahnya, Han Dazhi, menjadi pejabat sensus di ibukota timur, Luoyang. Pamannya, Han Damin, yang lebih mempunyai nama besar di antara anggota keluarganya, juga adalah pejabat negara. Pada awal pemerintahan Wu Zetian, ia menolak menjadi saksi palsu untuk memberatkan pejabat Li Xingbao. Setelah Li akhirnya dihukum mati, Wu Zetian memaksanya melakukan bunuh diri.

more »

Yang Gongren

Yang Gongren (Hanzi: 杨恭仁, ?-639) atau Yang Guan (杨纶), Adipati Xiao dari Guan (观孝公), adalah seorang pejabat dan jenderal pada masa Dinasti Sui dan Tang. Pada masa Dinasti Tang ia sempat menjabat sebagai perdana menteri, ia terkenal akan sifatnya yang jujur dan rendah hati

***

Latar belakang

Tidak diketahui kapan dan dimana Yang Gongren dilahirkan. Ia adalah putra sulung Yang Xiong, keponakan jauh Yang Jian/ Kaisar Wen, sang pendiri Dinasti Sui. Yang Xiong sendiri termasuk salah satu dari empat pejabat paling berpengaruh pada awal Dinasti Sui bersama dengan Gao Jiong, Yu Jingze, dan Su Wei. Berbagai gelar kebangsawanan dianugerahkan kepadanya hingga yang terakhir gelar sebagai Pangeran Guan.

more »

Li Baoyu

Li Baoyu (Hanzi: 李抱玉, 703-15 April 777) alias An Zhongzhang (安重璋) atau An Baoyu (安抱玉), Adipati Zhaowu dari Liang (凉昭武公), adalah seorang jenderal pada pertengahan Dinasti Tang yang terkenal karena kontribusinya dalam mempertahankan negara semasa Pemberontakan Anshi dan mempertahankan perbatasan barat dari serbuan bangsa Tufan (Tibet).

***

Latar belakang

Li terlahir dengan nama An Zhongzhang tahun 703 pada masa pemerintahan kaisar wanita Wu Zetian. Leluhurnya berasal dari Parthia (Persia) namun telah menetap di wilayah Hexi selama beberapa generasi. Kakek moyangnya, An Xinggui, adalah seorang pejabat pada awal Dinasti Tang yang membantu Li Yuan mempersatukan negara dengan mengalahkan Li Gui, salah satu rezim separatis yang berkuasa di wilayah Gansu dan sebelah barat Sungai Kuning. Keluarga An secara turun-temurun termashyur akan kemampuannya sebagai peternak kuda yang hebat. Beberapa dari mereka bermigrasi ke wilayah sekitar ibukota Chang’an (sekarang Xi’an, Shaanxi), disana mereka mempelajari literatur Tiongkok dan kawin campur dengan keluarga-keluarga lokal. An Zhongzhang yang tumbuh besar di wilayah barat adalah seorang yang mahir berkuda dan memanah. Ia masuk militer pada usia muda, ia dikenal sebagai seorang prajurit yang banyak siasat, teliti, dan berdedikasi tinggi. Pada tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong, An dianugerahi nama kehormatan Baoyu (yang artinya ‘dia yang memegang batu kumala’) oleh sang kaisar karena prestasinya yang menonjol. Tahun 755, Jenderal An Lushan melakukan pemberontakan di Fanyang (sekarang Beijing) dan mendeklarasikan berdirinya Kekaisaran Yan. Saat itu An Baoyu sedang menjaga kota Nanyang. An Lushan mengirim utusan ke sana dan mencoba membujuknya agar menyerah padanya, namun karena kesetiaannya pada Dinasti Tang, ia membunuh utusan itu dan rombongannya.

more »

Yan Zhenqing

Yan Zhenqing (Hanzi: 颜真卿, 709-785) adalah seorang pejabat setia dan ahli kaligrafi pada pertengahan Dinasti Tang. Prestasinya dalam seni kaligrafi Tiongkok sejajar dengan para ahli kaligrafi ulung dalam sejarah. Gaya tulisannya, yaitu Gaya Yan, banyak ditiru oleh para pencinta seni kaligrafi hingga kini. Yan menemui ajalnya dengan mulia saat menjalankan tugas terakhirnya sebagai utusan kekaisaran Tang untuk bernegosiasi dengan pemberontak.

more »

Kudeta di Gerbang Xuanwu

Kudeta di Gerbang Xuanwu (Hanzi: 玄武门之变, pinyin: Xuanwumen zhi bian, 2 Juli 626) adalah sebuah insiden yang merupakan puncak dari intrik keluarga Dinasti Tang antara putra-putra Kaisar Tang Gaozu (Li Yuan) yaitu putra mahkota, Li Jiancheng dan Li Shimin. Li Jiancheng yang iri pada Li Shimin bermaksud membunuhnya, namun Li Shimin yang telah mencium rencana ini mengambil tindakan pendahuluan dengan menyergap Li Jiancheng di gerbang Xuanwu, gerbang yang menuju ke istana Kaisar Gaozu. Disana Li Shimin membunuh kakaknya dan juga adiknya, Li Yuanji, yang mendukung Li Jiancheng. Setelah itu ia mengirim pasukan ke istana untuk menghadap ayahnya. Di bawah intimidasi, Kaisar Gaozu menyerahkan status putra mahkota pada Li Shimin dan turun tahta dua bulan kemudian serta menyerahkan tahtanya pada putra keduanya itu. Peristiwa berdarah ini terjadi di Chang’an (sekarang Xi’an, Provinsi Shaanxi)

more »

Masa Transisi Sui-Tang

Masa transisi Sui-Tang (Hanzi: 隋末唐初, Sui mo Tang chu) adalah masa peralihan dari Dinasti Sui ke Dinasti Tang yang penuh konflik dan pertumpahan darah. Pada masa itu, Tiongkok terpecah-pecah atas beberapa negara independen yang berumur pendek, negara-negara ini dipimpin oleh para mantan pejabat dan pemimpin militer Sui dan para pemimpin pemberontakan petani. Salah satu mantan jenderal Sui bernama Li Yuan akhirnya berhasil mempersatukan kembali Tiongkok dan mendirikan Dinasti Tang, ia menjadi kaisar pertamanya dengan gelar Kaisar Tang Gaozu. Periode ini berawal dari tahun 613 ketika Kaisar Yang dari Sui melakukan kampanye militer melawan Kerajaan Goguryeo, Korea. Perang yang gagal ini berujung tragedi bagi Tiongkok, banyak pasukan yang dikirim ke Korea tidak pernah kembali yang selanjutnya berakibat desersi di tubuh militer dan pemberontakan dari rakyat yang direkrut paksa untuk dikirim dalam kampanye berikutnya. Periode ini baru berakhir tahun 628 dengan dikalahkannya Kerajaan Liang, rezim separatis terakhir pimpinan Liang Shidu oleh Kaisar Tang Taizong (Li Shimin), putra Li Yuan dan kaisar kedua Tang.

more »

Li Zhi

Pada tahun A.D. 649, Li Zhi naik takhta sebagai Kaisar Gaozong setelah kematian sang ayah, Kaisar Taizong.

Tiga tahun setelah naik takhta, Kaisar Li Zhi memanggil kembali seorang selir ayahnya dari biara sebagai selirnya. Wu Zetian adalah nama dari selir itu.

Semakin demi sedikit Kaisar Li Zhi mulai tergantung kepada Wu Zetian dalam setiap pengambilan keputusan.

more »

Hua Mulan

Salah satu figur yang terkenal karena menyamar sebagai pria adalah Hua Mulan. Namanya telah lama disejajarkan dengan kata “pahlawan”, meskipun terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai nama sebenarnya. Menurut Buku Riwayat Ming, nama keluarganya adalah Zhu, sedangkan Buku Riwayat Qing mengatakan Wei. Xu Wei mengemukakan pendapat yang lain, bahwa Mulan bergabung dengan tentara karena ayahnya, dia memberikan nama keluarga Hua. Yang lainnya berdasarkan Nyayian Mulan memberikan nama keluarga Mu.

more »

Wu Zetian

Lahir pada A.D. 624 dari keluarga pejabat pemerintah pada masa pemerintahan Kaisar Gaozu. Ayahnya, Wu Shihuo, dahulu adalah seorang petani, beralih menjadi pedagang kayu, dan kemudian menjadi pejabat.

Tahun A.D. 637, pada masa pemerintahan Kaisar Li Shimin, Nona Wu yang cantik diundang ke istana raja, dan menjadi seorang selir dengan gelar Cairen (orang berbakat), sebuah gelar selir tingkat ke lima.

Wu Zetian menjadi seorang biarawati saat kematian Kaisar Li Shimin, A.D. 649.

more »

Dinasti Tang

Dinasti Tang dapat dikatakan sebagai salah satu masa paling penting dalam perjalanan sejarah bangsa Tiongkok, dan dapat dikatakan sama pentingnya seperti pada masa Dinasti Han.

Masa Dinasti Tang juga merupakan masa keemasan bagi seni dan sastra. Pemerintah mendukung diadakannya ujian negara. Persaingan ketat ini diadakan untuk mencari orang-orang yang benar-benar berbakat.

more »