Archive for the Category » Sejarah «

Zhou Yu

Nama Lengkap: Zhou Gongjin
Lahir: A.D. 175
Meninggal: A.D. 210
Istri: Salah satu dari Qiao Bersaudara (yang muda)

Mungkin merupakan salah satu tokoh paling terkenal pada Kerajaan Wu. Saudara angkat dari Sun Ce. Sebelum Sun Ce meninggal dunia, Sun Ce berkata kepada adiknya, Sun Quan, untuk selalu meminta nasehat Zhou Yu dalam urusan luar negeri. Menduduki posisi Panglima Tertinggi, Zhou Yu merupakan tokoh penting dalam setiap peperangan, juga terlibat dalam peperangan di Chibi.

Zhou Yu mengobarkan perang terhadap Cao Cao karena tipu muslihat Zhuge Liang yang membuat sebuah sajak dengan isi bahwa salah satu alasan Cao Cao menyerang Kerajaan Wu adalah demi memiliki dua wanita tercantik, Qiao Bersaudara. Meskipun pada awalnya Zhou Yu mendapatkan bantuan Zhuge Liang, namun akhirnya disadari bahwa dia bukan lawan Zhuge Liang. Zhuge Liang dapat menjadi orang yang sangat berbahaya bagi Kerajaan Wu, pikir Zhou Yu. Awalnya Zhou Yu ingin menggunakan kepandaian Zhuge Liang demi Kerajaan Wu dengan mengirimkan Zhuge Jin, kakak Zhuge Liang, untuk membujuk Zhuge Liang agar mengabdi kepada Sun Quan. Kegagalan misi Zhuge Jin membawa Zhou Yu pada jalan buntu, dan hanya ada satu pilihan bagi dirinya, yaitu melenyapkan Zhuge Liang.
more »

Zhao Yun

Nama Lengkap: Zhao Zilong
Lahir: A.D. 158
Meninggal: A.D. 228
Saudara: Zhao Lei (saudara angkat)
Anak: Zhao Tong (A.D. 209), Zhao Guang (A.D. 210)

Zhao Yun pada mulanya mengabdi kepada Gongsun Zan, namun meninggalkan Gongsun Zan setelah mengetahui sifat egois dan ketidak pedulian Gongsun Zan terhadap penderitaan rakyat. Zhao Yun bergabung dengan Liu Bei ketika Liu Bei melarikan diri dari markas Yuan Shao.

more »

Yuan Shu

Nama Lengkap: Yuan Gonglu
Lahir: A.D. 155
Meninggal: A.D. 199
Ayah: Yuan Feng
Saudara: Yuan Shao (saudara tiri)

Merupakan saudara tiri dari Yuan Shao, memiliki ayah yang sama namun beda ibu. Yuan Shu merupakan salah satu dari para panglima perang yang bergabung dalam pasukan untuk menumpas Dong Zhuo. Yuan Shu bertanggung jawab atas perbekalan pasukan. Sifat buruk yang ada membuat dia berusaha menggagalkan pencapaian kemenangan oleh Sun Jian pada Terusan Sishui, dia menarik kembali perbekalan untuk tentara Sun Jian pada saat genting, yang berakibat menurunnya semangat dari pasukan Sun Jian sehingga berhasil dikalahkan. Sekembalinya Sun Jian ke markas, Sun Jian menyalahkan Yuan Shu atas bahan makanan yang tidak sampai, namun Yuan Shu melemparkan tanggung jawab ke salah seorang anak buahnya.

more »

Yuan Shao

Nama Lengkap: Yuan Benchu
Lahir: A.D. 154
Meninggal: A.D. 202
Ayah: Yuan Feng
Paman: Yuan Wei
Saudara: Yuan Shu (saudara tiri)
Anak: Yuan Tan (A.D. 173), Yuan Xi (A.D. 176), Yuan Shang (A.D. 179)
Keponakan: Gao Gan

Yuan Shao terpilih sebagai pemimpin tertinggi pasukan gabungan yang berusaha menumbangkan kekuasaan Dong Zhuo. Pasukan gabungan berhasil menduduki Ibukota kerajaan Luoyang, namun gagal menangkap Dong Zhuo.

Pasukan gabungan ini kemudian terpecah karena banyak dari panglima-panglima perang dan raja-raja wilayah tidak memiliki keinginan lebih lanjut untuk berperang terhadap Dong Zhuo. Pada saat kembali ke daerahnya, Yuan Shao mengalami kekurangan perbekalan untuk pasukan dan salah seorang penasehatnya menyarankan untuk menduduki Propinsi Jizhou dari Han Fu daripada berharap belas kasih dari Han Fu. Ini merupakan awal dari kekuasaan Yuan Shao. Kemenangan terhadap Gongsun Zan memberikan Yuan Shao wilayah timur laut Cina dibawah kendalinya.

more »

Kong Youde

Kong Youde (Hanzi: 孔有德, ?-1652) adalah seorang jenderal Dinasti Ming yang kemudian membelot pada bangsa Manchu. Ia banyak memberikan kontribusi bagi Dinasti Qing setelah bangsa Manchu memasuki Tiongkok, namun bagi orang Han / Tionghoa ia dianggap sebagai pengkhianat.

Kong lahir di Liaodong (sekarang Liaoning) dari keluarga penambang. Di masa muda ia pernah menjadi bajak laut. Kemudian bergabung dengan tentara Ming di bawah komando Mao Wenlong. Setelah Mao Wenlong dihukum mati oleh Yuan Chonghuan, wakilnya, Chen Jisheng menggantikannya memegang komando atas pasukan itu, namun tidak lama kemudian terjadi pemberontakan yang merenggut nyawa Chen. Kong lalu bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh inspektur militer kerajaan, Sun Yuanhua.

more »

Kaisar Wanli (Zhu Yijun)

Kaisar Wanli (Hanzi: 万历, 1563-1620) adalah kaisar ke-13 dari Dinasti Ming yang memerintah dari tahun 1572 hingga 1620, pemerintahannya adalah yang terpanjang diantara ke-enambelas kaisar Ming. Pada masa pemerintahannya Dinasti Ming mengalami penurunan drastis. Dia terlahir dengan nama Zhu Yijun(朱翊鈞), putra ke-3 Kaisar Longqing.

***

Kehidupan awal

Zhu Yijun sebenarnya seorang anak yang cerdas sejak kecil. Suatu ketika dia melihat ayahnya memacu kuda dengan sangat kencang dan berseru padnya, “Ayahanda kaisar, engkau adalah penguasa di bumi, hal yang tidak baik akan terjadi bila ayah berkuda sekencang itu !”. Umurnya baru enam tahun ketika berkata demikian, Longqing sangat terkesan dengan sikapnya itu, dia segera turun dari kuda dan menggelarinya putra mahkota.

more »

Li Dingguo

Li Dingguo (Hanzi:李定国)(1621-1662) adalah pemberontak anti-Qing pada awal berdirinya dinasti itu. Ia lahir di Yan’an, Provinsi Shaanxi dari sebuah keluarga miskin. Walau demikian ia seorang yang cerdas dan gemar membaca, terutama seni berperang dan sejarah. Dia bergabung dengan pemberontakan petani Daxi yang dipimpin oleh Zhang Xianzhong dan menjadi anak angkatnya. Pasukan itu berkuasa di Sichuan dan sekitarnya, dia juga salah satu dari empat jendral terbaik Zhang. Setelah kematian ayah angkatnya, Li, Sun Kewang, Liu Wenxiu, dan Ai Nengqi mengabdi pada Zhu Youlang (Kaisar Yongli), salah satu pangeran Dinasti Ming yang mengklaim diri sebagai kaisar Ming Selatan.

Li dengan pasukan gajahnya yang terkenal berhasil merebut daerah-daerah yang diduduki Manchu di selatan Tiongkok. Dia juga berhasil membunuh beberapa jendral-jendral Dinasti Qing yang terkenal seperti Li Hui dan Kong Youde.

more »

Wei Yan

Nama Lengkap: Wei Wenchang
Lahir: A.D. 175
Meninggal: A.D. 234

Wei Yan menjadi salah satu perwira paling senior dari Kerajaan Shu setelah meninggalnya Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Huang Zhong dan Ma Chao. Wei Yan adalah jenderal yang menyelamatkan Huang Zhong dari hukuman mati setelah membunuh tuannya, Han Xuan.

Pada saat Guan Yu menyerang kota Changsha, Wei Yan menyerah dan bersedia mengabdi kepada Liu Bei. Meskipun telah menyerah dan bersedia bergabung, Zhuge Liang tidak menyetujui hal itu karena takut menghadapai kenyataan bahwa Wei Yan akan menghianati Liu Bei seperti dia menghianati Han Xuan. Tanpa perlu dikatakan, Liu Bei menerima Wei Yan dan mengatakan bahwa membunuh perwira yang menyerah dapat menjadi contoh jelek dikemudian hari terhadap perwira-perwira musuh yang bersedia menyerah dan mengabdi kepada dirinya.

more »

Tao Qian

Nama Lengkap: Tao Gongzu
Lahir: A.D. 132
Meninggal: A.D. 194

Gubernur dari Propinsi Xuzhou dan juga merupakan salah satu panglima perang yang tergabung dalam pasukan gabungan untuk menumpas Dong Zhuo. Dia menyebabkan kemarahan Cao Cao ketika salah seorang anak buahnya, Zhang Kai, membunuh ayah Cao Cao, Cao Song, dan para anggota keluarga lainnya. Tao Qian tidak pernah membayangkan bahwa bantuan untuk mengawal ayah Cao Cao melintasi Xuzhou demi mendapatkan perhatian Cao Cao, membawa bencana besar bagi dirinya dan penduduk Xuzhou.

more »

Dou Jiande

Dou Jiande (Hanzi: 窦建德, 573-621) atau juga dikenal sebagai Pangeran Xia (夏王), adalah seorang pemimpin pemberontakan petani pada akhir Dinasti Sui yang berkuasa atas wilayah Hebei. Ia dianggap sebagai pemimpin pemberontak terbaik saat itu. Setelah kekalahannya dalam Pertempuran Hulao dari Dinasti Tang, ia ditangkap dan dihukum mati. Sekalipun telah tiada, kharisma dan kenangan atas dirinya masih membekas dihati anak buahnya, sehingga tak lama setelah ia dihukum mati, Liu Heita, salah satu jenderal kesayangannya memberontak terhadap pemerintah Tang hingga akhirnya ditumpas tahun 623.

***

Kehidupan awal

Dou Jiande dilahirkan di Kabupaten Zhangnan (sekarang Handan, Provinsi Hebei) pada masa Dinasti Sui. Sejak muda ia dikenal sebagai seorang yang jujur dan suka menolong orang susah sehingga namanya terkenal di wilayah tempat tinggalnya. Pernah suatu ketika, seorang teman sekampungnya ditinggal mati orang tuanya, namun ia terlalu miskin untuk memakamkan mereka dengan layak. Saat itu Dou yang sedang mencangkul sawahnya segera meninggalkan pekerjaannya untuk mendatangi temannya itu dan membantunya menguburkan kedua orang tuanya. Ia menuai banyak pujian dari orang-orang sekampung karena kejadian ini. Ia pernah diangkat sebagai pemimpin di wilayahnya, namun sempat kabur untuk sementara waktu karena dituduh melakukan perbuatan kriminal, ia baru kembali setelah mendapat pengampunan dari pengadilan. Ketika ayahnya meninggal, ribuan orang menghadiri pemakamannya, namun Dou menolak semua sumbangan duka cita mereka.

more »