Archive for the Category » Sejarah «

Li Daoyuan (郦道元)

Li Daoyuan (郦道元) adalah seorang ahli geografi terkemuka pada masa Dinasti Wei Utara.

Sejak kecil Li Daoyuan telah menetapkan hatinya pada penelitian geologi.

Li Daoyuan mencintai berpergian ke sungai serta gunung, dan terutama untuk melakukan penelitian tentang hidrologi dan geologi dari berbagai tempat.

Sebagai pejabat yang memiliki tempat tugas berpindah-pindah, Li Daoyuan sering melakukan penelitian lapangan, sehingga jejaknya dapat ditemukan pada banyak tempat, seperti Propinsi Henan (Tiongkok Tengah), Shandong (Tiongkok Timur), Shanxi (Tiongkok Utara), dan Jiangsu (Tiongkok Timur), pada saat ini.
more »

Qiu Shaoyun (邱少雲)

Qiu Shaoyun (Hanzi: 邱少雲) (1931-1952) lahir di kabupaten Tongliang, Sichuan. Bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) tahun 1949. Tahun 1951, dia bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk Perang Korea.

Tanggal 11 Oktober 1952, dalam pertempuran gunung merebut bukit 391, dia bersama kesatuannya merayap mendekati posisi musuh dengan menggunakan rumput kering dan ranting sebagai kamuflase. Sementara itu pesawat Sekutu membombardir kedudukan mereka. Qiu terjebak dalam semak-semak yang terbakar di sekitarnya, namun dia tetap diam tidak membuat gerakan atau suara apapun demi melindungi 500 orang temannya agar tidak terlacak musuh, padahal menurut teman prajuritnya, sekitar 3 meter di sebelah kanan Qiu waktu itu ada sebuah selokan. Setelah menahan sakit dan panas selama kurang lebih lima jam, dia pun mati terbakar.
more »

Yang Gensi (杨根思)

Yang Gensi (Hanzi: 杨根思) (1922-1950) adalah pahlawan Tiongkok dalam Perang Korea, lahir di Taixing, Provinsi Jiangsu. Pertama kali masuk militer tahun 1944. Dalam perang sipil Tiongkok beberapa kali mendapat penghargaan atas jasanya, dua kali mendapat gelar prajurit teladan. Bulan September 1950 ia mengikuti Konfrensi Nasional Pahlawan Perang yang diadakan di Beijing. Sebulan kemudian dia bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk membantu Korea Utara dalam Perang Korea. Disana dia menjabat sebagai pemimpin kompi III, korps ke-172, divisi ke-58 dari tentara ke-20.

Tanggal 29 November 1950, Yang Gensi dan unitnya mempertahankan daerah Danau Changjin dari serbuan pasukan Sekutu. Mereka terkepung dan kalah jumlah dari musuh, selain itu amunisi juga hampir habis. Disaat-saat kritis itu, Yang Gensi menerjang ke arah bunker senapan mesin Amerika sambil membawa sekantong bahan peledak seberat 5 kilogram, dia menerobos ke dalam tempat itu dan meledakkan diri bersama empat puluhan tentara Amerika.
more »

Huang Jiguang (黄继光)

Huang Jiguang (Hanzi: 黄继光) (18 Januari 1931 – 19 Oktober 1952) lahir di kabupaten Zhongjiang, Sichuan. Dia memulai karir militernya pada tahun 1949 dalam perang saudara. Tahun 1951 bergabung dengan pasukan sukarelawan Tiongkok untuk Perang Korea. Di sana dia menunjukkan prestasinya sehingga beberapa kali mendapat kenaikan pangkat.

Pada 19 Oktober 1952, dalam pertempuran Sangkumryung / Shangganling, bersama dua rekannya dia mendapat misi untuk menghancurkan bunker senapan mesin pasukan Sekutu yang menghalangi gerak laju pasukannya. Dalam misi ini seorang rekannya gugur dan seorang lainnya terluka sehingga tidak bisa melanjutkan pertempuran, dia sendiri terluka di lengan karena tembakan musuh.

Dengan hati-hati dia merangkak ke sasaran di bawah hujan peluru yang deras. Namun hingga granat terakhir dilemparkan bunker itu masih kokoh berdiri dan terus melancarkan serangannya. Demi menyelesaikan tugas negara, dia memutuskan mengorbankan dirinya dengan melompat ke depan bunker itu menggunakan tubuhnya meredam tembakan senapan. Hal itu membuka jalan bagi pasukannya untuk menyerang balik dan merebut beberapa titik penting. Berkat pengorbanan Huang Jiguang maka tentara gabungan RRT dan Korea Utara berhasil menduduki daerah sasaran.
more »

Lee Teng Hui

Lee Teng Hui (juga dieja Li Denghui) (1873-1947), seorang peranakan Hokkian, dilahirkan di Jakarta sebagai anak pertama Lie Khay Gwan, seorang pemilik pabrik batik. Lee Teng Hui mula-mula belajar di Anglo-Chinese School di Singapura dan kemudian melanjutkan studinya di Universitas Yale, Amerika Serikat. Ia lulus pada 1899 dengan gelar B.A. sebagai salah satu orang Tionghoa di perantauan pertama yang lulus dari universitas tersebut.

Lee kembali ke Indonesia dan mendirikan Yale Institute di Jakarta, kemudian juga mengajar di sekolah Tiong Hoa Hwee Koan dengan harapan mentransformasikan komunitas Tionghoa di seberang lautan.

Ketika menyadari bahwa usahanya untuk melakukan pembaruan pendidikan di Batavia gagal, ia pergi ke Penang, Malaysia dan bertemu dengan beberapa teman yang mempunyai gagasan yang sama. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Shanghai, Tiongkok. Ia tiba di kota itu pada Oktober 1904, mendirikan Federasi Mahasiswa Tionghoa se-Dunia pada Juli 1905 dan menjadi presidennya yang pertama. Tujuan organisasi ini adalah mengembangkan keadilan sosial di Tiongkok, mempersatukan mahasiswa-mahasiswa Tionghoa yang sedang belajar di luar negeri, dan membantu anggota-anggotanya untuk mendapatkan pekerjaan, perawatan kesehatan, dan bantuan hukum. Organisasi-organisasi serupa kemudian didirikan di Penang, Qingdao, Fuzhou, Hawaii, dan Singapura.
more »

Zhou Yu

Nama Lengkap: Zhou Gongjin
Lahir: A.D. 175
Meninggal: A.D. 210
Istri: Salah satu dari Qiao Bersaudara (yang muda)

Mungkin merupakan salah satu tokoh paling terkenal pada Kerajaan Wu. Saudara angkat dari Sun Ce. Sebelum Sun Ce meninggal dunia, Sun Ce berkata kepada adiknya, Sun Quan, untuk selalu meminta nasehat Zhou Yu dalam urusan luar negeri. Menduduki posisi Panglima Tertinggi, Zhou Yu merupakan tokoh penting dalam setiap peperangan, juga terlibat dalam peperangan di Chibi.

Zhou Yu mengobarkan perang terhadap Cao Cao karena tipu muslihat Zhuge Liang yang membuat sebuah sajak dengan isi bahwa salah satu alasan Cao Cao menyerang Kerajaan Wu adalah demi memiliki dua wanita tercantik, Qiao Bersaudara. Meskipun pada awalnya Zhou Yu mendapatkan bantuan Zhuge Liang, namun akhirnya disadari bahwa dia bukan lawan Zhuge Liang. Zhuge Liang dapat menjadi orang yang sangat berbahaya bagi Kerajaan Wu, pikir Zhou Yu. Awalnya Zhou Yu ingin menggunakan kepandaian Zhuge Liang demi Kerajaan Wu dengan mengirimkan Zhuge Jin, kakak Zhuge Liang, untuk membujuk Zhuge Liang agar mengabdi kepada Sun Quan. Kegagalan misi Zhuge Jin membawa Zhou Yu pada jalan buntu, dan hanya ada satu pilihan bagi dirinya, yaitu melenyapkan Zhuge Liang.
more »

Zhao Yun (赵云)

Nama Lengkap: Zhao Zilong
Pinyin: Zhào Yún
Hanzi: 赵云
Lahir: A.D. 158
Meninggal: A.D. 228
Saudara: Zhao Lei (saudara angkat)
Anak: Zhao Tong (A.D. 209), Zhao Guang (A.D. 210)

Zhao Yun pada mulanya mengabdi kepada Gongsun Zan, namun meninggalkan Gongsun Zan setelah mengetahui sifat egois dan ketidak pedulian Gongsun Zan terhadap penderitaan rakyat. Zhao Yun bergabung dengan Liu Bei ketika Liu Bei melarikan diri dari markas Yuan Shao.

more »

Yuan Shu

Nama Lengkap: Yuan Gonglu
Lahir: A.D. 155
Meninggal: A.D. 199
Ayah: Yuan Feng
Saudara: Yuan Shao (saudara tiri)

Merupakan saudara tiri dari Yuan Shao, memiliki ayah yang sama namun beda ibu. Yuan Shu merupakan salah satu dari para panglima perang yang bergabung dalam pasukan untuk menumpas Dong Zhuo. Yuan Shu bertanggung jawab atas perbekalan pasukan. Sifat buruk yang ada membuat dia berusaha menggagalkan pencapaian kemenangan oleh Sun Jian pada Terusan Sishui, dia menarik kembali perbekalan untuk tentara Sun Jian pada saat genting, yang berakibat menurunnya semangat dari pasukan Sun Jian sehingga berhasil dikalahkan. Sekembalinya Sun Jian ke markas, Sun Jian menyalahkan Yuan Shu atas bahan makanan yang tidak sampai, namun Yuan Shu melemparkan tanggung jawab ke salah seorang anak buahnya.

more »

Yuan Shao

Nama Lengkap: Yuan Benchu
Lahir: A.D. 154
Meninggal: A.D. 202
Ayah: Yuan Feng
Paman: Yuan Wei
Saudara: Yuan Shu (saudara tiri)
Anak: Yuan Tan (A.D. 173), Yuan Xi (A.D. 176), Yuan Shang (A.D. 179)
Keponakan: Gao Gan

Yuan Shao terpilih sebagai pemimpin tertinggi pasukan gabungan yang berusaha menumbangkan kekuasaan Dong Zhuo. Pasukan gabungan berhasil menduduki Ibukota kerajaan Luoyang, namun gagal menangkap Dong Zhuo.

Pasukan gabungan ini kemudian terpecah karena banyak dari panglima-panglima perang dan raja-raja wilayah tidak memiliki keinginan lebih lanjut untuk berperang terhadap Dong Zhuo. Pada saat kembali ke daerahnya, Yuan Shao mengalami kekurangan perbekalan untuk pasukan dan salah seorang penasehatnya menyarankan untuk menduduki Propinsi Jizhou dari Han Fu daripada berharap belas kasih dari Han Fu. Ini merupakan awal dari kekuasaan Yuan Shao. Kemenangan terhadap Gongsun Zan memberikan Yuan Shao wilayah timur laut Cina dibawah kendalinya.

more »

Kong Youde (孔有德)

Kong Youde (Hanzi: 孔有德, ?-1652) adalah seorang jenderal Dinasti Ming yang kemudian membelot pada bangsa Manchu. Ia banyak memberikan kontribusi bagi Dinasti Qing setelah bangsa Manchu memasuki Tiongkok, namun bagi orang Han / Tionghoa ia dianggap sebagai pengkhianat.

Kong lahir di Liaodong (sekarang Liaoning) dari keluarga penambang. Di masa muda ia pernah menjadi bajak laut. Kemudian bergabung dengan tentara Ming di bawah komando Mao Wenlong. Setelah Mao Wenlong dihukum mati oleh Yuan Chonghuan, wakilnya, Chen Jisheng menggantikannya memegang komando atas pasukan itu, namun tidak lama kemudian terjadi pemberontakan yang merenggut nyawa Chen. Kong lalu bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh inspektur militer kerajaan, Sun Yuanhua.

more »