Cadar Merah Pada Pengantin Wanita

Pada pesta pernikahan tradisional Tionghoa, pengantin wanita terlihat memakai cadar berwarna merah untuk menutupi muka. Cadar itu biasanya terbuat dari sutra.

Cadar Merah pada Pengantin Wanita Tradisi ini berasal dari masa Dinasti Utara dan Selatan. Dimana pada masa itu para petani wanita mengenakan kain pelindung kepala untuk perlindungan dari terpaan angin atau panasnya matahari ketika sedang bekerja di ladang. Kain itu dapat berwarna apa saja, yang penting mampu menutupi bagian atas kepala. Kebiasaan ini lambat laun menjadi sebuah tradisi.

Pada awal Dinasti Tang, kain tersebut menjadi sebuah cadar panjang hingga ke bahu. Dan tidak lagi hanya dipakai oleh petani wanita.

Pada saat pemerintahan Kaisar Li Jilong dari Dinasti Tang, ia membuat keputusan bahwa semua pembantu wanita istana yang masih dalam masa penantian harus mengenakan cadar untuk menutupi muka. Tidak lama kebiasaan tersebut menjadi sebuah tradisi.

Lama kelamaan kebiasaan memakai cadar itu diterapkan pada pesta pernikahan. Pemakaian cadar pada pengantin wanita dengan tujuan agar kecantikan pengantin wanita tidak menjadi perhatian lelaki lain, dan pengantin pria ingin agar pengantin wanita terlihat anggun.

Pengantin wanita menerima pemakaian cadar itu untuk menunjukkan kesetiaan kepada pengantin pria.

Sejak masa Lima Dinasti (Later Jin), pemakaian cadar menjadi sebuah keharusan pada setiap pesta pernikahan. Warna cadar itu selalu merah yang mewakili kebahagiaan.


10 thoughts on “Cadar Merah Pada Pengantin Wanita

  1. Aniek says:

    Smoga besok-besok bisa ditambah info tentang makanan,ya?kebetulan saya tertarik dengan masakan Tionghoa karena menggunakan bahan-bahan sayur.Trims sebelumnya.

  2. thanks infonya..
    paling nggak q bisa sedikit cerita ke temen-temen di mata kuliah china jepang..

    moga-moga aja artikel-artikel mengenai china semakin lengkap ajah..

    kalo ada info baru..boleh tuh kalo langsung kasi tau aqyu..

    hehe…ngarep nieh…^_^

  3. juli says:

    Wahhh…keren.
    Makasih bgt dgn info nya.aku baru tau kl ada info ttg buadaya sendiri/tionghua padahal selama ini aku tny org tua ku mrk ga tau arti dr tradisi yg selama ini dilakukan.
    Boleh ga info nya aku cetak jd buku untuk pelajaran sekolah minggu divihara?
    Trims

  4. Simon effendi/ Tjong Yun Sim says:

    Tambah lagi cerita tentang cadar merah,engga ada ruginya dah mengenal Tionghoa.com.Berkembang terus Tionghoa.com

  5. tasya says:

    Infonya menarik sekali, berkaitan dengan skripsi yang saya buat.
    Saya membuat skripsi dengan tema busana pengantin hwa qun, yang digunakan oleh masyarakat china daerah selatan. Jika ada informasi mengenai busana pengantin ini mohon direview di web ini.

    Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>