Wu Kang menebang Pohon Cassia

Seorang lelaki yang pandai, Wu Kang, mula-mulanya adalah seorang petani. Melihat tanamannya dapat tumbuh dengan mudah, dia menganggap bahwa bertani tidak cukup menantang, maka dia berguru pada seorang pembuat perabotan. Karena diberi tahu oleh gurunya bahwa dia akan dapat membuat perabotan yang baik dalam waktu tiga sampai lima tahun mendatang, dia menyerah. Lalu dia bekerja pada sebuah toko dimana kejadian yang serupa dialaminya, sehingga membuatnya menyerah dan memutuskan untuk menjadi Dewa.

Wu Kang lalu hidup di pegunungan dimana dia selalu membuat susah seorang Dewa yang dimintanya untuk mengajarinya. Pertama-tama sang Dewa mengajari mengenai tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit, namun tiga hari kemudian sifat malasnya muncul dan meminta sang Dewa mengajarkan hal lain. Lalu sang Dewa mengajarinya bermain catur, tetapi dalam waktu singkat Wu Kang menjadi tidak bersemangat lagi.

Lalu dia diberi sebuah buku keabadian untuk dipelajari. Namun Wu Kang menjadi bosan kembali dalam waktu beberapa hari, dan dia meminta pergi ke tempat yang baru dan menyenangkan. Sang Dewa tanpa ragu menyarankan pergi ke bulan, dan pada saat kesabaran sang Dewa habis karena tingkah laku Wu Kang, maka sang Dewa meninggalkannya untuk memotong pohon cassia. Pohon cassia tidaklah dapat ditumbangkan dalam waktu satu hari, dan akan tumbuh seperti sediakala pada keesokan harinya. Dan keajaiban itu membuat Wu Kang kehabisan kesabaran untuk menyelesaikan pekerjaannya sehingga dapat pulang ke bumi. Sampai saat ini Wu Kang masih terus berusaha menumbangkan pohon tersebut.

Apakah makna dari cerita ini?

One Response

  1. ahwa Says:

    orang malas dan mudah menyerah akan membawa kesia-siaan dlm hidup nya

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.