Archive for » October, 2008 «

Dou Jiande

Dou Jiande (Hanzi: 窦建德, 573-621) atau juga dikenal sebagai Pangeran Xia (夏王), adalah seorang pemimpin pemberontakan petani pada akhir Dinasti Sui yang berkuasa atas wilayah Hebei. Ia dianggap sebagai pemimpin pemberontak terbaik saat itu. Setelah kekalahannya dalam Pertempuran Hulao dari Dinasti Tang, ia ditangkap dan dihukum mati. Sekalipun telah tiada, kharisma dan kenangan atas dirinya masih membekas dihati anak buahnya, sehingga tak lama setelah ia dihukum mati, Liu Heita, salah satu jenderal kesayangannya memberontak terhadap pemerintah Tang hingga akhirnya ditumpas tahun 623.

***

Kehidupan awal

Dou Jiande dilahirkan di Kabupaten Zhangnan (sekarang Handan, Provinsi Hebei) pada masa Dinasti Sui. Sejak muda ia dikenal sebagai seorang yang jujur dan suka menolong orang susah sehingga namanya terkenal di wilayah tempat tinggalnya. Pernah suatu ketika, seorang teman sekampungnya ditinggal mati orang tuanya, namun ia terlalu miskin untuk memakamkan mereka dengan layak. Saat itu Dou yang sedang mencangkul sawahnya segera meninggalkan pekerjaannya untuk mendatangi temannya itu dan membantunya menguburkan kedua orang tuanya. Ia menuai banyak pujian dari orang-orang sekampung karena kejadian ini. Ia pernah diangkat sebagai pemimpin di wilayahnya, namun sempat kabur untuk sementara waktu karena dituduh melakukan perbuatan kriminal, ia baru kembali setelah mendapat pengampunan dari pengadilan. Ketika ayahnya meninggal, ribuan orang menghadiri pemakamannya, namun Dou menolak semua sumbangan duka cita mereka.

more »

Han Xiu

Han Xiu (Hanzi: 韩休, 672-739), Bangsawan Wenzhong dari Yiyang (宜阳文忠子), adalah seorang pejabat pada pertengahan Dinasti Tang yang terkenal akan keterusterangan dan kejujurannya. Ia sempat menjabat sebagai perdana menteri pada masa pemerintahan Kaisar Tang Xuanzong.

***

Latar belakang

Han Xiu lahir pada tahun 672 pada masa pemerintahan Kaisar Tang Gaozong. Keluarganya berasal dari ibukota Chang’an (sekarang Xi’an, Shaanxi) dan masih keturunan raja-raja negara Han pada Zaman Negara-negara Berperang. Para leluhurnya turun-temurun menjadi pejabat negara pada Dinasti Han, Jin, Wei Utara, Qi Utara, Zhou Utara, Sui, dan Tang. Kakeknya, Han Fu, adalah kepala daerah pada awal Dinasti Tang, sedangkan ayahnya, Han Dazhi, menjadi pejabat sensus di ibukota timur, Luoyang. Pamannya, Han Damin, yang lebih mempunyai nama besar di antara anggota keluarganya, juga adalah pejabat negara. Pada awal pemerintahan Wu Zetian, ia menolak menjadi saksi palsu untuk memberatkan pejabat Li Xingbao. Setelah Li akhirnya dihukum mati, Wu Zetian memaksanya melakukan bunuh diri.

more »

Yang Gongren

Yang Gongren (Hanzi: 杨恭仁, ?-639) atau Yang Guan (杨纶), Adipati Xiao dari Guan (观孝公), adalah seorang pejabat dan jenderal pada masa Dinasti Sui dan Tang. Pada masa Dinasti Tang ia sempat menjabat sebagai perdana menteri, ia terkenal akan sifatnya yang jujur dan rendah hati

***

Latar belakang

Tidak diketahui kapan dan dimana Yang Gongren dilahirkan. Ia adalah putra sulung Yang Xiong, keponakan jauh Yang Jian/ Kaisar Wen, sang pendiri Dinasti Sui. Yang Xiong sendiri termasuk salah satu dari empat pejabat paling berpengaruh pada awal Dinasti Sui bersama dengan Gao Jiong, Yu Jingze, dan Su Wei. Berbagai gelar kebangsawanan dianugerahkan kepadanya hingga yang terakhir gelar sebagai Pangeran Guan.

more »

Li Mu

Li Mu (Hanzi: 李牧, ?-229 SM) adalah jenderal terkenal pada Zaman Negara-negara Berperang yang mengabdi pada Negara Zhao. Ia berjasa mempertahankan perbatasan utara dari serbuan suku barbar Xiongnu dan ibukota Zhao, Handan dari invasi Qin. Namun sayang, hidupnya harus berakhir di tangan para pengkhianat setelah dicampakan oleh rajanya karena isu yang disebarkan mata-mata Qin. Sejarawan Dinasti Han, Sima Qian menempatkan Li sebagai salah satu dari empat jenderal terbaik Zaman Negara-negara Berperang (战国四大名将).

***

Sang penakluk Xiongnu

Tidak ada catatan yang jelas mengenai kehidupan awal Li Mu termasuk tanggal dan tempat kelahirannya. Namanya mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Huiwen dari Zhao (299 SM-266 SM). Ketika itu suku Xiongnu di utara mulai bertambah kuat dan mereka menjadi momok menakutkan di sepanjang perbatasan utara Tiongkok. Untuk itu Raja Huiwen mengirim Li ke Kabupaten Dai, Yanmen, Provinsi Shanxi, untuk menjaga wilayah itu dari serbuan Xiongnu. Begitu tiba disana, Li segera mempelajari situasi dan kondisi setempat, lalu menyusun strategi untuk mengatasi masalah ini. Ia mengeluarkan peraturan, ‘Bila Xiongnu menyerang, masuk ke dalam kota dan bertahan, jangan pernah keluar menyambut serangan musuh, yang melanggar akan dihukum mati.’ Pada saat yang sama ia merekrut orang-orang kuat dan melatih mereka agar menjadi pasukan yang dapat diandalkan.

more »